Nama Pengasuh Pesantren Tebuireng, KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin, mencuat kuat dalam bursa calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) pada hari pertama pelaksanaan Muktamar ke-35 NU di Jombang, Jawa Timur, Kamis (27/8).
Masuknya Gus Kikin ke dalam pusaran pemilihan pimpinan tertinggi PBNU didorong oleh dukungan struktur wilayah dan cabang. Cicit dari pendiri NU, KH M Hasyim Asy’ari, yang juga penerus kepemimpinan Pesantren Tebuireng pascawafatnya KH Salahuddin Wahid (Gus Sholah) ini dinilai memiliki rekam jejak kepemimpinan pesantren sekaligus manajerial yang matang.
Dukungan Struktur dan Mandat Organisasi
Dorongan pencalonan Gus Kikin berakar dari kesepakatan internal di tingkat daerah. Pada Juli 2026, PWNU Jawa Timur bersama seluruh Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) se-Jawa Timur secara resmi sepakat menugaskan Gus Kikin untuk maju memperebutkan kursi Ketua Umum PBNU.
Wakil Rais PWNU Jawa Timur, KH Abdul Matin Djawahir, menegaskan bahwa pencalonan tersebut murni hasil kesepakatan organisasi, bukan dorongan ambisi pribadi sang kiai. Menanggapi hal tersebut, Gus Kikin menyatakan kesiapannya untuk memikul mandat jika dipercaya oleh muktamirin.
Gempa Magnitudo 5,9 Guncang Kepulauan Seribu, Terasa hingga Bogor

"Ini amanah, bukan niat pribadi," ujar Gus Kikin mengenai penugasan tersebut.
Sebelumnya, Gus Kikin sempat menjabat sebagai penjabat Ketua PWNU Jawa Timur menggantikan KH Marzuqi Mustamar, sebelum akhirnya terpilih secara definitif memimpin PWNU Jawa Timur untuk masa khidmah 2024–2029.
Rekam Jejak dan Dinamika Bursa PBNU
Kapasitas Gus Kikin juga mendapat apresiasi dari Pengasuh Pondok Pesantren Al Aqobah International School (AIS) Jombang, KH A Junaidi Hidayat. Menurutnya, Gus Kikin membawa kemampuan kepemimpinan yang utuh berkat pengalamannya sebagai pengusaha, kepemilikan jaringan yang luas, serta rekam jejaknya di industri media televisi.
Gempa Magnitudo 5,9 Guncang Kepulauan Seribu Sabtu Pagi, tidak Berpotensi Tsunami

Menjelang gelaran muktamar, Gus Kikin aktif membangun komunikasi melalui silaturahmi ke sejumlah pesantren, tokoh, dan kiai di berbagai daerah, termasuk wilayah Jawa Timur dan Makassar, tanpa menggelar kampanye terbuka.
Selain Gus Kikin, dinamika bursa calon Ketua Umum PBNU pada Muktamar ke-35 turut diwarnai kemunculan sejumlah tokoh lain. Ketua PWNU Aceh, Tengku Haji Faisal Ali, sempat menyuarakan dukungannya bagi Gus Rozin yang dinilai berpengalaman memimpin di tingkat nasional. Sementara itu, tokoh senior NU sekaligus Wakil Ketua Umum MUI, KH Marsudi Syuhud, juga telah menyatakan kesiapannya untuk ikut berkontestasi.






