PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) memproyeksikan belanja modal atau capital expenditure (capex) investasi perseroan dapat menembus sekitar Rp12 triliun hingga akhir 2026. Anggaran tersebut dialokasikan untuk pemenuhan kebutuhan operasional, pemeliharaan rutin, hingga pendanaan konstruksi sejumlah ruas tol baru yang sedang dikerjakan secara bertahap.
Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono menyampaikan bahwa realisasi penyerapan belanja modal perseroan sejauh ini telah menyentuh angka Rp4,4 triliun seiring berjalannya berbagai proyek strategis di lapangan.
Rincian 5 Proyek Tol yang Dikebut
Dalam pelaksanaan ekspansinya pada 2026, emiten jalan tol pelat merah ini fokus menggarap lima proyek jalan tol baru dengan progres yang bervariasi:
Kemenkeu Targetkan Rasio Utang 2027 di Kisaran 40,31% hingga 40,64% PDB

- Tol Jakarta-Cikampek (Japek) II Selatan: Proyek ini kini memasuki tahap penyelesaian akhir. Ruas ini dirancang untuk terhubung langsung dengan Jalan Tol Purbaleunyi dan Jalan Tol JORR II guna mengurai kepadatan jalur utama.
- Tol Akses Patimban: JSMR tengah membangun lintasan sepanjang 14 kilometer sebagai pemenuhan kewajiban konsorsium. Akses tol menuju pelabuhan ini ditargetkan mulai beroperasi penuh pada 2028.
- Tol Yogyakarta-Bawen: Seksi 1 rute Yogyakarta–Banyurejo telah berada di tahap penyelesaian dan diharapkan mengantongi sertifikat laik operasi (SLO) pada akhir September 2026. Sementara itu, Seksi 6 Ambawara–Bawen sedang menjalani fase uji laik dan operasi dengan target operasional pada akhir 2026.
- Tol Yogyakarta-Solo: Segmen Kartosuro–Palur telah beroperasi melayani mobilitas masyarakat. Segmen lanjutan Purwomartani–Maguwoharjo masih dalam proses konstruksi, disusul segmen Ring Road Sleman yang dibidik beroperasi pada 2027.
- Tol Probolinggo-Banyuwangi (Probowangi): Proyek tol sepanjang 49,68 kilometer ini mencatat penyelesaian pada Seksi 3 Paiton–Besuki. Jasa Marga membidik tahap persiapan operasi untuk seksi tersebut berlangsung pada akhir 2026 atau awal 2027.
Pertumbuhan Kinerja Keuangan Semester I/2026
Sejalan dengan ekspansi jaringan jalan tol, kinerja keuangan Jasa Marga mencatatkan pertumbuhan positif sepanjang paruh pertama 2026. Perseroan membukukan pendapatan usaha sebesar Rp10,31 triliun pada semester I/2026, meningkat 7,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year on year/yoy).
Kontributor terbesar berasal dari pendapatan tol yang mencapai Rp9,5 triliun atau naik 6,8 persen yoy. Di sisi lain, pendapatan usaha lain mencatat lonjakan signifikan sebesar 17,6 persen yoy menjadi Rp798,2 miliar.
IHSG Ditutup Terkoreksi 0,12% ke Level 6.678

Kenaikan pendapatan tersebut turut mengangkat profitabilitas perseroan. Laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat mencapai Rp1,91 triliun pada semester I/2026, tumbuh 2 persen secara tahunan.






