PT Era Graharealty Tbk. (IPAC) bersiap keluar dari lantai bursa dengan mengubah statusnya menjadi perusahaan tertutup (go private) serta melakukan penghapusan pencatatan saham (delisting) dari Bursa Efek Indonesia (BEI). Manajemen emiten agen real estat ini menegaskan bahwa perseroan tidak lagi memerlukan modal tambahan dari pasar saham.
Dalam keterangannya, Direksi IPAC menyatakan perseroan sudah tidak membutuhkan pendanaan dari pasar modal dan tidak memiliki agenda penghimpunan dana melalui pasar modal pada masa mendatang. Langkah penarikan diri dari bursa ini ditujukan guna menekan beban operasional, memperkuat efisiensi, dan memacu daya saing. Status sebagai perusahaan tertutup juga dinilai memberikan keleluasaan yang lebih tinggi dalam mengeksekusi rencana pengembangan maupun restrukturisasi bisnis.
Sebagai tahap awal, manajemen perseroan telah melayangkan surat permohonan delisting resmi kepada BEI bertanggal 7 September 2026, yang turut ditembuskan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Tender Sukarela Saham Publik Rp250 per Lembar
Untuk merealisasikan agenda tersebut, IPAC menjadwalkan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Selasa, 20 Oktober 2026, pukul 10.00 WIB. Agenda pemungutan suara independen ini digelar di TCC Batavia Tower One, Jakarta Pusat, serta dapat diakses secara daring melalui platform eASY.KSEI.
Harga Minyak Dunia Anteng di Atas US$100 Hari Ini, Rekor dalam 4 Bulan

Setelah persetujuan pemegang saham independen dikantongi, pengendali perseroan, APAC Investment 2 Pte. Ltd.鈥攜ang ultimate beneficial owner-nya adalah Morgan Stanley鈥攁kan melaksanakan Penawaran Tender Sukarela (Voluntary Tender Offer/VTO). Aksi pembelian kembali ini menyasar seluruh sisa saham publik sebanyak maksimal 89,31 juta saham atau sekitar 9,40% dari modal ditempatkan dan disetor. Saat ini, APAC Investment 2 Pte. Ltd. telah menguasai 90,60% atau setara 860,56 juta lembar saham IPAC.
Harga pelaksanaan VTO ditetapkan sebesar Rp250 per saham. Patokan harga tersebut berada di atas rata-rata harga tertinggi harian saham IPAC selama 90 hari sebelum pengumuman RUPSLB yang tercatat sebesar Rp173 per saham. Melalui skema harga tersebut, pihak pengendali menyiapkan dana maksimal hingga Rp22,33 miliar untuk menyerap saham publik.
Perkiraan Jadwal dan Catatan Kinerja
Apabila seluruh izin regulator terpenuhi, periode penawaran tender sukarela diperkirakan bergulir mulai 21 Desember 2026 hingga 19 Januari 2027. Pembayaran hasil penawaran dijadwalkan paling lambat pada 26 Januari 2027.
Resilien, 64 Persen UKM Catat Kenaikan Omzet di Semester I 2026

Proses selanjutnya berlanjut ke persetujuan Kementerian Hukum yang diperkirakan terbit pada 2 Februari 2027, hingga pencabutan efektif pernyataan pendaftaran emiten oleh OJK pada 26 Februari 2027.
Di tengah rencana penutupan status publiknya, kinerja operasional perseroan mencatatkan tren pertumbuhan pendapatan. Sepanjang 2025, Era Graharealty membukukan pendapatan sebesar Rp58,50 miliar, meningkat dari Rp44,70 miliar pada 2024 dan Rp28,79 miliar pada 2023. Dari sisi profitabilitas, laba bersih IPAC pada 2025 tercatat Rp1,48 miliar, melompat dibanding torehan 2024 yang sebesar Rp461,9 juta, kendati belum melampaui capaian laba bersih 2023 yang mencapai Rp2,85 miliar.






