Perum Bulog menggandeng Tentara Nasional Indonesia (TNI) untuk mempercepat dan memperluas distribusi Bantuan Pangan Pemerintah berupa beras kepada 33,2 juta penerima manfaat di berbagai pelosok Indonesia. Kolaborasi strategis ini disiapkan demi menjamin pasokan pangan pokok segera sampai ke tangan masyarakat yang berhak secara tepat waktu.
Langkah percepatan tersebut dimatangkan melalui pertemuan langsung antara Direktur Utama Perum Bulog Letnan Jenderal TNI (Purn) Ahmad Rizal Ramdhani dengan Kepala Staf Teritorial TNI Letnan Jenderal TNI Bambang Trisnohadi di Markas Besar TNI, Cilangkap, pada Kamis (10/9). Pertemuan koordinasi ini memfokuskan penguatan peran jajaran teritorial TNI dalam mendukung kelancaran penyaluran Cadangan Beras Pemerintah (CBP), sekaligus menjadi bagian dari sinergi menyambut peringatan HUT ke-81 TNI.
Kebijakan penyaluran bantuan pangan ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto menyusul hasil Rapat Koordinasi Terbatas terkait pangan. Penguatan distribusi logistik beras tersebut dirancang untuk memitigasi potensi dampak fenomena iklim El Nino serta menjaga stabilitas ketahanan pangan nasional menjelang periode Natal dan Tahun Baru 2027.
Harga Minyak Dunia Anteng di Atas US$100 Hari Ini, Rekor dalam 4 Bulan

Dalam skema penambahan bantuan periode Oktober hingga Desember 2026, total pasokan yang dialokasikan mencapai 1 juta ton beras. Kuota bantuan tersebut disalurkan bagi 33,2 juta Penerima Bantuan Pangan (PBP) yang mencakup kelompok masyarakat pada Desil 1 hingga Desil 4.
Stabilisasi Pasokan SPHP dan Hilirisasi Pangan
Selain penyaluran bantuan pangan langsung, pemerintah menyetujui penambahan pasokan Beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) sebanyak 1 juta ton. Penambahan alokasi beras SPHP ini dijadwalkan bergulir selama periode September 2026 hingga Maret 2027 guna meredam lonjakan harga di pasar konsumen.
BGN Evaluasi 172 Dapur MBG di Pati usai KLB Keracunan

Upaya stabilisasi sektor pangan juga menyasar peternak melalui penyediaan tambahan Jagung SPHP sebanyak 150 ribu ton. Pasokan pakan ternak tersebut dialokasikan khusus untuk peternak skala mikro, baik peternak ayam pedaging maupun peternak ayam petelur, agar biaya produksi pakan tetap terjaga.
Di sisi pengelolaan stok, Bulog bersama pemerintah turut mendorong program hilirisasi komoditas pangan. Sebanyak kurang lebih 380 ribu ton beras yang memiliki masa simpan lebih dari 10 bulan atau mengalami penurunan mutu mutu akan dialihkan menjadi bahan baku industri tepung beras guna menopang kebutuhan manufaktur dan pelaku UMKM nasional.






