berputar.id
BerandaNewsHukumBeritaEkonomiNasionalInternasionalOtomotifKeuanganOlahragaTeknologiPolitikMegapolitanPopuler
Beranda/Nasional

Gajah Sumatra Ditemukan Mati di Perkebunan Sawit Aceh Tamiang

Marthen TandirerungDiterbitkan 9 Agu 2026 - 21.17 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Gajah Sumatra Ditemukan Mati di Perkebunan Sawit Aceh Tamiang
Foto/Ilustrasi: mediaindonesia.com.
A-A+

Kabar duka kembali datang dari dunia konservasi satwa liar di Provinsi Aceh. Seekor gajah sumatra (Elephas maximus sumatranus) ditemukan dalam kondisi mati di area perkebunan kelapa sawit yang terletak di Kampung Kaloy, Kecamatan Tamiang Hulu, Kabupaten Aceh Tamiang. Penemuan bangkai satwa dilindungi ini terjadi pada hari Minggu, 9 Agustus 2026. Bangkai mamalia besar tersebut tepatnya berada di areal perkebunan kelapa sawit Afdeling B Blok 34. Menurut keterangan dari Datuk Penghulu atau Kepala Desa Kaloy, Andi, warga setempat menemukan gajah tersebut pertama kali dalam posisi tergeletak di tengah jalan di antara barisan pohon kelapa sawit.

Mendapat laporan mengenai kejadian tersebut, pihak berwenang segera mengambil tindakan cepat untuk melakukan pengecekan. Kepala Seksi Konservasi Wilayah I Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh, Teuku Irmansyah, mengonfirmasi bahwa petugas dari Resor KSDA Wilayah Langsa langsung dikerahkan ke lokasi penemuan sejak Minggu siang untuk mengamankan area sekitar. Kendati demikian, upaya penanganan di lapangan menghadapi kendala transportasi yang cukup berat bagi para petugas. Akses jalan menuju titik lokasi penemuan bangkai gajah di Afdeling B Blok 34 tersebut diketahui dalam keadaan rusak, sehingga mempersulit pergerakan tim evakuasi dan identifikasi di lapangan.

berputar.id

Copyright 2026 berputar.id - All Rights Reserved.

Kategori

NewsHukumBeritaEkonomiNasionalInternasionalOtomotifKeuanganOlahragaTeknologiPolitikMegapolitan

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap

Kematian gajah sumatra di Aceh Tamiang ini menambah panjang daftar hitam ancaman terhadap populasi satwa yang kian kritis di Indonesia. Gajah sumatra saat ini berstatus terancam kritis (critically endangered) dalam daftar merah The IUCN Red List of Threatened Species. Kematian individu gajah di kawasan perkebunan kelapa sawit ini memicu kekhawatiran mendalam mengenai kelangsungan hidup spesies ini di habitat alaminya yang terus menyusut akibat alih fungsi lahan. Hingga saat ini, penyebab pasti kematian gajah di Kampung Kaloy tersebut masih diselimuti ketidakpastian dan memerlukan penyelidikan lebih lanjut oleh tim medis BKSDA guna memastikan apakah ada unsur kesengajaan atau faktor alamiah.

Baca Juga

Upaya Pemulihan Sektor Pertanian dan Irigasi Pascabencana di Aceh

Upaya Pemulihan Sektor Pertanian dan Irigasi Pascabencana di Aceh

Peristiwa di Aceh Tamiang ini bukanlah satu-satunya kasus kematian gajah sumatra yang tercatat baru-baru ini di wilayah Sumatra. Di Riau, seekor gajah binaan dari Pusat Latihan Gajah (PLG) Minas bernama Jovi dilaporkan mati setelah berjuang melewati masa perawatan intensif selama 34 hari. Kematian Jovi disebabkan oleh komplikasi akibat infeksi pada saluran pencernaannya. Selain itu, kabar duka juga datang dari Taman Nasional Tesso Nilo, di mana seekor gajah sumatra jinak berjenis kelamin jantan bernama Indro yang telah berumur 45 tahun ditemukan mati. Kasus-kasus ini menunjukkan kerentanan gajah, baik yang berada di pusat latihan maupun yang hidup di kawasan taman nasional.

Bukan hanya gajah jinak atau binaan yang menghadapi ancaman kematian. Di kawasan Resort Lancang Kuning, Seksi PTN Wilayah I Taman Nasional Tesso Nilo, seekor anak gajah sumatra dari populasi liar ditemukan mati mengenaskan. Saat ditemukan, belalai anak gajah tersebut masih dalam kondisi terlilit kawat listrik. Kematian anak gajah liar ini diduga kuat akibat tersengat kawat yang dialiri arus listrik bertegangan tinggi yang dipasang di sekitar kawasan tersebut. Sementara itu, langkah hukum juga tengah berjalan di wilayah lain; Direktorat Jenderal Penegakan Hukum (Ditjen Gakkum) Kehutanan memanggil manajemen PT RAPP terkait kematian seekor gajah sumatra di area konsesi Pelalawan. Gajah di konsesi Pelalawan tersebut diduga mati akibat luka tembak, dan kepatuhan korporasi kini sedang dievaluasi secara ketat oleh pemerintah.

Baca Juga

Kemlu Pastikan Tidak Ada WNI Jadi Korban Longsor di Nagano, Jepang

Kemlu Pastikan Tidak Ada WNI Jadi Korban Longsor di Nagano, Jepang

Di tengah tantangan pelestarian satwa liar ini, Kabupaten Aceh Tamiang juga sedang menghadapi berbagai dinamika pembangunan dan sosial. Berdasarkan data ketenagakerjaan, pekerja di sektor informal yang rentan masih mendominasi struktur ekonomi daerah dengan persentase mencapai 59,30%. Selain masalah ekonomi, wilayah ini juga terus memulihkan diri dari dampak bencana alam. Sejak bulan Mei hingga 1 Agustus 2026, penyaluran bantuan sosial terus dilaksanakan di beberapa titik, termasuk di Aceh Tamiang, Aceh Utara, dan Sumatra Barat (Sumbar). Sebagai bagian dari upaya pemulihan pascabencana, Kementerian Kehutanan (Kemenhut) telah membangun delapan unit hunian bagi warga yang terdampak bencana banjir dan tanah longsor di Desa Sekumur, Kecamatan Sekerak, Kabupaten Aceh Tamiang. Pembangunan hunian sementara (Huntara) ini juga mendapat perhatian serius dari tingkat nasional, di mana Komisi VI DPR RI melakukan kunjungan kerja reses langsung ke Kabupaten Aceh Tamiang untuk meninjau progres pembangunan fasilitas bagi para korban banjir tersebut.

Ikuti berputar.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Berita Terbaru Lainnya

Undang-Undang Keamanan Siber Baru Turki dan Dampaknya Terhadap Akses Internet WargaUpaya Pemulihan Sektor Pertanian dan Irigasi Pascabencana di AcehKemlu Pastikan Tidak Ada WNI Jadi Korban Longsor di Nagano, JepangCiri Masyarakat Kelas Bawah dan Faktor Ekonomi yang MemengaruhinyaPerjalanan Musik Straight Club dan Eksplorasi City Pop dalam Single Semoga Kau Satu-SatunyaDPRD Kota Bandung Petakan Risiko Proyek Gedung RSUD dan InspektoratKebakaran Gudang Sparepart Motor di Centra Kosambi Tangerang Masuki Tahap PendinginanMenteri Perdagangan Dorong Akses Pembiayaan UMKM dan Penguatan Rantai Nilai Global di Pertemuan BRICS

Paling Banyak Dibaca

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

Ekonomi

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

2 Agu 2026

Jadwal UFC 330 Islam Makhachev vs Ian Garry dan Info Live Streaming

Olahraga

Jadwal UFC 330 Islam Makhachev vs Ian Garry dan Info Live Streaming

7 Agu 2026

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

Olahraga

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

1 Agu 2026

Festival Seni Colour of Indonesia Dorong Kreativitas Anak Menyambut HUT Ke-81 RI

Nasional

Festival Seni Colour of Indonesia Dorong Kreativitas Anak Menyambut HUT Ke-81 RI

4 Agu 2026

Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar Global

Ekonomi

Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar Global

1 Agu 2026

Lonjakan Temuan Kasus Hipertensi dan Diabetes pada Program Cek Kesehatan Gratis 2026

Nasional

Lonjakan Temuan Kasus Hipertensi dan Diabetes pada Program Cek Kesehatan Gratis 2026

4 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per LiterEkonomi 路 2 Agu 2026
  2. 2Jadwal UFC 330 Islam Makhachev vs Ian Garry dan Info Live StreamingOlahraga 路 7 Agu 2026
  3. 3Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026Olahraga 路 1 Agu 2026
  4. 4Festival Seni Colour of Indonesia Dorong Kreativitas Anak Menyambut HUT Ke-81 RINasional 路 4 Agu 2026
  5. 5Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar GlobalEkonomi 路 1 Agu 2026