Wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali diguncang gempa bumi tektonik bermagnitudo 3,8 pada Selasa (1/9/2026) pukul 12.50.09 WITA.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi bahwa pusat gempa berada di laut, sekitar 45 kilometer sebelah utara Manggarai. Hiposenter gempa tercatat sangat dangkal, yakni pada kedalaman 1 kilometer, dengan getaran yang dirasakan warga di wilayah Manggarai pada skala intensitas II MMI.
Gubernur Kalteng Tetapkan Tanggap Darurat Karhutla sampai 29 September

Kepala Stasiun Geofisika Kupang, Arief Tyastama, menjelaskan bahwa memperhatikan lokasi episenter dan kedalamannya, peristiwa ini merupakan jenis gempa bumi dangkal yang dipicu oleh aktivitas sesar naik busur belakang Flores (Flores Back-Arc Thrust). Gempa M3,8 ini merupakan bagian dari rangkaian gempa susulan pascagempa utama berkekuatan magnitudo 7,7 (pemutakhiran M7,6) yang mengguncang Flores pada 15 Agustus 2026.
BMKG mencatat eskalasi aktivitas seismik yang luar biasa sejak gempa utama tersebut. Hingga Selasa pukul 11.50 WIB, total gempa susulan yang terekam telah menembus 10.863 kali, dengan magnitudo terbesar mencapai M6,2. Kendati getaran dangkal terus terjadi di pesisir utara, pemodelan BMKG memastikan bahwa lindu ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami.
PT Telkom Akses Pulihkan Jaringan NTT Pasca-Gempa dalam 3 Hari

Secara regional, kegempaan di NTT selama sebulan terakhir berlangsung intensif. Catatan Stasiun Geofisika Sumba menunjukkan sebanyak 11.195 gempa bumi melanda kawasan Sumba dan sekitarnya sepanjang Agustus 2026. Sebanyak 11.011 kejadian merupakan gempa dangkal berkedalaman hingga 60 kilometer, dan 165 di antaranya dirasakan oleh warga, termasuk beberapa gempa di Kabupaten Manggarai seperti gempa M4,0 pada 31 Agustus dan gempa berkekuatan M4,6 hingga M5,0 pada pertengahan bulan lalu.






