Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi meminta seluruh pengelola kawasan pegunungan di wilayah Jawa Barat untuk menutup sementara aktivitas pendakian. Instruksi ini dikeluarkan sebagai langkah pencegahan terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan yang kian meningkat selama berlangsungnya musim kemarau.
Kebijakan tersebut didasari kekhawatiran terhadap aktivitas manusia di kawasan konservasi dan jalur pendakian. Nyala api unggun atau perapian yang dibuat oleh pendaki, serta puntung rokok yang dibuang sembarangan, dinilai memiliki risiko tinggi memicu kebakaran di tengah kondisi semak dan vegetasi yang mengering.
Gubernur Kalteng Tetapkan Tanggap Darurat Karhutla sampai 29 September

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat hingga 31 Agustus 2026, luas lahan dan hutan yang terbakar di wilayah Jawa Barat telah mencapai 228,07 hektare. Kerusakan tersebut merupakan akumulasi dari 156 kejadian kebakaran yang melanda 178 desa dan kelurahan di 107 kecamatan.
Dari catatan BPBD, sebaran kebakaran dengan frekuensi tertinggi terjadi di Kabupaten Sumedang dengan 21 kejadian, disusul Kabupaten Majalengka dengan 17 kejadian, dan Kabupaten Bandung sebanyak 16 kejadian.
PT Telkom Akses Pulihkan Jaringan NTT Pasca-Gempa dalam 3 Hari

Sementara itu, bila dihitung berdasarkan luas wilayah yang terdampak api, Kabupaten Sukabumi mencatatkan area kebakaran terluas mencapai 49,20 hektare, diikuti Kabupaten Majalengka seluas 26,16 hektare, dan Kabupaten Bandung seluas 24,80 hektare.






