Pemandangan berbeda terlihat di area pameran properti, di mana sejumlah orang tua rela meluangkan waktu datang sendiri tanpa didampingi anak-anak mereka. Kehadiran para orang tua ini menjadi fenomena menarik di tengah keengganan sebagian kalangan Generasi Y (Milenial) dan Generasi Z untuk meluangkan waktu mencari serta memilih hunian pribadi.
Fenomena tersebut tampak dalam gelaran Danantara Housing Expo yang berlangsung di Nusantara International Convention Exhibition (NICE) PIK 2 pada 27 hingga 30 Agustus 2026. Banyak orang tua terlihat aktif mendatangi gerai pengembang perumahan guna mengumpulkan informasi spesifikasi bangunan, skema pembayaran, hingga lokasi hunian yang potensial untuk ditempati generasi muda.
Peran Orang Tua Sebagai Pemburu Rumah
Kepala Unit Pemasaran Perumnas Parung Panjang, Taufan, membagikan temuan lapangannya selama pameran berlangsung. Menurut penuturannya, banyak pengunjung lansia atau paruh baya hadir sendirian maupun bersama pasangan untuk menyurvei rumah bagi anak mereka yang umumnya berada di rentang usia 25 hingga 30 tahun.
Bahlil Sebut Perusahaan Asal Rusia Rusal Bakal Bangun Pabrik Pemurnian Bauksit di Kalimantan

"Dan anaknya setelah kami tanya-tanya itu antara usianya malah menurut saya masih muda banget ya, antara 25 sampai 30 tahun," jelas Taufan saat menceritakan interaksinya dengan para orang tua di lokasi pameran.
Sebagian anak muda tersebut beralasan memiliki jadwal pekerjaan yang padat atau merasa enggan menempuh perjalanan ke lokasi pameran. Sikap enggan repot itu akhirnya mendorong para orang tua berinisiatif turun tangan langsung menjadi perwakilan dalam memilah calon tempat tinggal bagi keluarga muda tersebut.
Bukan Masalah Finansial
Meski perburuan rumah dilakukan oleh orang tua, transaksi kepemilikan dan pembiayaannya tetap ditanggung langsung oleh anak. Taufan menegaskan bahwa generasi muda yang disurveikan rumah ini memiliki kemampuan finansial mandiri untuk membayar uang muka hingga mencicil angsuran bulanan.
Cegah Defisit Belanja, Negara Ini Pilih Jual Saham BUMN

Dorongan orang tua untuk aktif mencarikan properti berakar dari kekhawatiran terhadap alokasi penghasilan anak. Banyak orang tua menilai anak mereka yang sudah mapan secara finansial cenderung lebih mengutamakan pengeluaran konsumtif, seperti membeli kendaraan pribadi atau membiayai perjalanan wisata ketimbang menyisihkan dana untuk aset jangka panjang.
Inisiatif orang tua mendatangi pameran properti ini menjadi upaya menjembatani gaya hidup generasi muda agar tetap memiliki kepastian tempat tinggal di masa depan, memanfaatkan kapasitas keuangan yang sebenarnya sudah mencukupi untuk kepemilikan rumah.






