Transisi menuju energi baru terbarukan serta komitmen global dalam menekan emisi karbon kian memperkuat minat masyarakat terhadap adopsi kendaraan listrik atau electric vehicle (EV). Tren peralihan mobilitas hijau ini turut berkembang di Indonesia, seiring meningkatnya perhatian calon konsumen terhadap kendaraan yang lebih ramah lingkungan.
Kendati minat pasar terus meningkat, calon konsumen di Tanah Air tetap mempertimbangkan berbagai aspek sebelum beralih ke kendaraan listrik. CEO Vinfast Southeast Asia Antonio Zara menjelaskan bahwa adopsi EV sangat bergantung pada kesiapan ekosistem pendukung. Ketersediaan alat pengisian daya mandiri di rumah serta kemudahan akses ke Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik (SPKL) menjadi faktor mendasar yang memengaruhi kenyamanan pengguna.
Selain sarana pengisian daya, faktor unit kendaraan juga menjadi sorotan penting. Ketersediaan varian kendaraan di pasar, kemudahan akses terhadap produk dan layanan, hingga adanya jaminan garansi baterai menjadi pertimbangan utama masyarakat sebelum membeli mobil listrik.
OJK Sebut Icomex & POJK Bursa Mineral Siap Meluncur 17 September

Perhatian Khusus pada Komponen Baterai
Persoalan baterai menjadi pertimbangan utama bagi konsumen otomotif di Indonesia. Pengamat Otomotif Bebin Djuana mencatat bahwa calon pembeli EV mencermati aspek teknis maupun finansial terkait baterai sebelum melakukan transaksi pembelian.
Faktor-faktor yang dicermati mencakup harga baterai, teknologi yang disematkan, masa pakai baterai, hingga kepastian garansi yang disediakan oleh pabrikan. Kejelasan informasi mengenai daya tahan dan biaya penggantian baterai dinilai krusial untuk memberikan rasa aman bagi para pemilik kendaraan listrik.
Stimulus Pajak dan Strategi Produsen
Di samping aspek teknis dan ekosistem, pertumbuhan adopsi kendaraan listrik di dalam negeri mendapat dorongan dari kebijakan pendukung. Bebin Djuana melihat bahwa antusiasme masyarakat terhadap EV ditopang oleh stimulus serta insentif pajak yang diberikan pemerintah.
Bos BUMN Ungkap Dapat Rp456 M untuk Bangun 12 Titik LRT City

Kehadiran insentif tersebut dipadukan dengan strategi pemasaran yang agresif dari para produsen kendaraan listrik. Kolaborasi antara kebijakan fiskal dan pendekatan pasar dari para agen pemegang merek diharapkan dapat mempercepat penetrasi kendaraan ramah lingkungan ini di Indonesia.
Pembahasan menyeluruh mengenai faktor penentu adopsi mobil listrik ini diulas dalam dialog yang dipandu Bunga Cinka bersama Antonio Zara dan Bebin Djuana pada program AutoBizz di CNBC Indonesia.






