Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengajak mahasiswa dan generasi muda untuk mengambil peran aktif dalam menjadikan koperasi sebagai wadah usaha kolektif, pencipta lapangan kerja, serta motor penggerak ekonomi daerah. Arahan tersebut disampaikan melalui program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang disiapkan menjadi pilar transformasi ekonomi berbasis masyarakat.
Dalam sambutannya pada acara gelar wicara "Indonesia Punya Kamu" bertema Think Bigger, Build Together: Mahasiswa dan Masa Depan Koperasi Indonesia di Universitas Andalas, Padang, Ferry menegaskan bahwa tekad Presiden Prabowo Subianto untuk mengubah wajah desa agar lebih mandiri dan berdaya saing hanya dapat terwujud lewat kelembagaan koperasi.
Kementerian Koperasi merancang KDKMP untuk memegang fungsi strategis ganda di tingkat tapak. Entitas ini disiapkan menjadi pusat distribusi barang bersubsidi sekaligus penyerap (offtaker) berbagai produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) desa. Selain itu, KDKMP diproyeksikan sebagai kepanjangan tangan pemerintah dalam menyalurkan program bantuan sosial, Bantuan Langsung Tunai (BLT), hingga Program Keluarga Harapan (PKH).
Bakom Beberkan Dua Kelebihan Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan

Kemenkop juga berkomitmen mendorong digitalisasi dan tata kelola modern agar operasional koperasi tidak lagi terbatas pada unit simpan pinjam semata. Lembaga ekonomi ini diarahkan masuk ke sektor produksi bernilai tambah, rantai distribusi, serta industri kreatif.
Potensi keterlibatan civitas akademika dalam rantai produksi koperasi tercermin dari riset Universitas Andalas. Kampus tersebut telah memproduksi tinta organik berbahan tanaman gambir hingga satu juta botol pada 2024, yang digunakan di lebih dari 60 persen tempat pemungutan suara (TPS) di seluruh Indonesia. Unand juga mengembangkan riset bioteknologi kesehatan yang menghasilkan lebih dari 35 produk reagen, termasuk alat tes cepat untuk TBC dan HIV yang kini dipasarkan melalui lokapasar dan e-katalog.
Freeport Targetkan Produksi Emas 31 Ton Tahun Depan

Penyediaan infrastruktur pendukung terus berjalan seiring percepatan peran koperasi. Hingga kini, sebanyak 15.845 koperasi telah menyelesaikan pembangunan fisik 100 persen, mencakup fasilitas gudang, gerai, dan perlengkapan operasional.
Secara paralel, Wakil Menteri Koperasi Farida Farichah menyampaikan komitmen pemerintah untuk menempatkan koperasi sebagai instrumen utama dalam mencapai target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen. Penguatan ekosistem ini turut diperluas melalui penjajakan sinergi bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) untuk pemberdayaan usaha mikro mustahik, serta pembangunan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum Nelayan (SPBUN) berbasis koperasi di wilayah pesisir, termasuk di Provinsi Kalimantan Selatan.






