Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada akhir perdagangan Selasa (15/9) sore. Indeks saham domestik bertengger di level 6.461 setelah mengalami penurunan sebesar 73,54 poin atau terkoreksi 1,13 persen dibandingkan dengan penutupan pada perdagangan sebelumnya.
Berdasarkan data dari RTI Infokom, aktivitas investor di bursa mencatatkan nilai transaksi sebesar Rp12,69 triliun. Adapun jumlah saham yang diperdagangkan pada sesi transaksi tersebut mencapai 26,41 miliar saham. Dinamika pasar pada penutupan perdagangan menunjukkan pergerakan yang cukup berimbang meski indeks tertekan, dengan rincian 312 saham mengalami penguatan, 314 saham terkoreksi, dan 165 saham lainnya bergerak stagnan.
Pelemahan IHSG dipicu oleh tertekannya sebagian besar sektor di pasar modal domestik. Sebanyak delapan dari 11 sektor indeks ditutup melemah, dengan penurunan terdalam dipimpin oleh sektor industri yang anjlok sebesar 1,16 persen. Di sisi lain, tiga sektor berhasil mempertahankan posisi di zona hijau, dipimpin oleh penguatan sektor barang konsumen non-primer yang naik sebesar 0,53 persen.
Bakom Beberkan Dua Kelebihan Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan

Pergerakan IHSG yang tertekan ini beriringan dengan tren pelemahan di pasar modal regional dan global. Di kawasan Asia, mayoritas bursa saham terpantau bergerak di zona merah. Indeks Hang Seng Composite di Hong Kong tercatat melemah 1,00 persen, indeks Shanghai Composite di China turun 0,54 persen, indeks Nikkei 225 di Jepang melemah tipis 0,01 persen, dan indeks Straits Times di Singapura berada di level 1,47 persen.
Tekanan serupa juga melanda bursa saham utama di Eropa yang kompak melemah. Indeks DAX di Jerman mencatatkan koreksi sebesar 0,82 persen, sementara indeks FTSE 100 di Inggris terpangkas 0,84 persen.
Freeport Targetkan Produksi Emas 31 Ton Tahun Depan

Sementara itu, bursa saham Amerika Serikat turut ditutup melemah serempak di zona merah. Indeks S&P 500 terkoreksi sebesar 0,48 persen, indeks NASDAQ Composite melemah 0,56 persen, dan indeks Dow Jones turun sebesar 0,29 persen.






