berputar.id
BerandaRegionalNewsHukumBeritaEkonomiNasionalMetroInternasionalOtomotifKeuanganEnergiKriminalKesehatanBerita UmumBerita LokalBisnisEdukasiOlahragaLingkunganTeknologiHiburanSepak BolaPolitikTravelHukum & KriminalInfrastrukturPendidikanMegapolitanTransportasiPopuler
Beranda/Nasional

FAA Instruksikan Inspeksi Ratusan Boeing 737 Max Terkait Temuan Retakan Badan Pesawat

Fitri KaraengDiterbitkan 7 Agu 2026 - 13.32 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
FAA Instruksikan Inspeksi Ratusan Boeing 737 Max Terkait Temuan Retakan Badan Pesawat
Foto/Ilustrasi: cnbcindonesia.com.
A-A+

Otoritas Penerbangan Federal Amerika Serikat (FAA) telah mengeluarkan perintah resmi untuk melakukan inspeksi wajib terhadap sekitar 471 pesawat Boeing 737 Max yang terdaftar di negara tersebut. Keputusan ini diambil setelah ditemukannya indikasi retakan pada struktur badan pesawat. Langkah pengawasan ketat ini menyasar beberapa varian populer yang banyak digunakan dalam industri penerbangan global, termasuk model Boeing 737 Max 8, Max 9, serta Max 8-200. Perintah pemeriksaan ini menjadi perhatian serius bagi pelaku industri penerbangan internasional karena menyangkut aspek keselamatan mendasar dari armada pesawat komersial yang beroperasi secara aktif.

Retakan yang memicu kekhawatiran ini teridentifikasi berada di area penguat struktur di sekitar pintu layanan depan yang terletak di sisi kanan pesawat. Menurut penjelasan dari pihak FAA, jika kerusakan struktural semacam ini dibiarkan begitu saja tanpa adanya deteksi dini, kekuatannya dapat berkurang secara signifikan dan membahayakan penerbangan. Area di sekitar pintu darurat dan pintu layanan memang dikenal sebagai titik-titik krusial yang menahan tekanan udara tinggi selama pesawat berada di ketinggian, sehingga integritas strukturnya harus tetap terjaga tanpa cacat sedikit pun.

berputar.id

Copyright 2026 berputar.id - All Rights Reserved.

Kategori

RegionalNewsHukumBeritaEkonomiNasionalMetroInternasionalOtomotifKeuanganEnergiKriminalKesehatanBerita UmumBerita LokalBisnisEdukasiOlahragaLingkunganTeknologiHiburanSepak BolaPolitikTravelHukum & KriminalInfrastruktur

Meskipun instruksi inspeksi ini bersifat wajib, FAA memutuskan untuk tidak melakukan pembekuan izin terbang atau grounding terhadap armada Boeing 737 Max yang terdampak. Kebijakan ini memberikan ruang bagi maskapai untuk menjadwalkan pemeriksaan tanpa harus langsung menghentikan operasional harian secara mendadak. Namun, aturan keselamatan tetap ditegakkan dengan ketat: apabila dalam proses pemeriksaan ditemukan adanya retakan, operator maskapai diwajibkan untuk segera melakukan perbaikan menyeluruh sebelum pesawat tersebut diizinkan kembali mengudara membawa penumpang. Arahan kelaikudaraan baru dari FAA ini dijadwalkan akan mulai berlaku secara efektif pada tanggal 10 September mendatang.

Baca Juga

Sanksi RS Pusri Palembang Terhadap Dokter yang Mengomentari Pasien BPJS di Media Sosial

Sanksi RS Pusri Palembang Terhadap Dokter yang Mengomentari Pasien BPJS di Media Sosial

Menanggapi temuan ini, pihak Boeing menyatakan telah melakukan langkah-langkah mitigasi internal. Produsen pesawat asal Amerika Serikat tersebut mengonfirmasi bahwa mereka telah mengubah proses manufaktur di pabrik mereka guna mencegah munculnya masalah serupa pada unit-unit pesawat baru yang akan diproduksi di masa mendatang. Langkah preventif ini diharapkan dapat mengembalikan kepercayaan publik dan maskapai terhadap kualitas kontrol produksi Boeing yang belakangan ini terus mendapat sorotan tajam dari berbagai regulator keselamatan penerbangan dunia.

Kasus keretakan pada badan pesawat Boeing sebenarnya bukan pertama kalinya terjadi dalam sejarah operasional pabrikan ini. Pada tahun 2019 lalu, perintah inspeksi serupa juga pernah diterbitkan oleh otoritas penerbangan untuk tipe pesawat Boeing generasi sebelumnya, yakni Boeing 737-700, 737-800, dan 737-900. Kala itu, pemeriksaan difokuskan pada bagian komponen penghubung antara badan utama pesawat dengan sayap setelah ditemukan adanya indikasi retakan yang dapat memengaruhi kestabilan terbang pesawat. Rentetan kejadian ini menunjukkan bahwa masalah kelelahan logam atau cacat struktur pada area sambungan krusial merupakan tantangan teknis yang terus berulang.

Baca Juga

Lodewyk Pusung Ajukan Praperadilan ke PN Jakarta Pusat Terkait Keabsahan Penyitaan

Lodewyk Pusung Ajukan Praperadilan ke PN Jakarta Pusat Terkait Keabsahan Penyitaan

Selain masalah retakan pada badan pesawat, FAA baru-baru ini juga mengusulkan arahan keselamatan terpisah yang menargetkan komponen interior. Arahan tersebut mengusulkan pemeriksaan wajib terhadap rakitan kursi pada 453 unit pesawat Boeing 737 Max. Langkah ini diusulkan setelah muncul dugaan adanya potensi kesalahan pemasangan kursi selama proses produksi di pabrik atau saat menjalani perawatan rutin oleh maskapai. Masalah pemasangan komponen yang tidak presisi ini menambah daftar panjang pekerjaan rumah yang harus diselesaikan oleh Boeing dalam menjaga kualitas produk mereka.

Pengawasan ketat terhadap lini produk Boeing 737 Max ini tidak lepas dari insiden serius yang terjadi pada bulan Januari 2024 lalu. Pada saat itu, sebuah panel penutup pintu (door plug) milik pesawat Alaska Airlines terlepas di tengah penerbangan, yang memicu kepanikan luar biasa dan memaksa pesawat melakukan pendaratan darurat. Investigasi mendalam yang dilakukan oleh Komite Keselamatan Transportasi Nasional Amerika Serikat (NTSB) menemukan fakta mengejutkan bahwa empat baut pengaman yang seharusnya menahan panel pintu tersebut ternyata tidak terpasang sejak pesawat dikirimkan dari pabrik Boeing ke Alaska Airlines pada Oktober 2023. Rentetan temuan ini semakin memperkuat urgensi dilakukannya inspeksi menyeluruh terhadap seluruh aspek kelaikan terbang armada Boeing 737 Max demi menjamin keselamatan penumpang di seluruh dunia.

Ikuti berputar.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Boeing 737 MaxFAAInspeksi PesawatAlaska AirlinesNTSB

Berita Terbaru Lainnya

Sanksi RS Pusri Palembang Terhadap Dokter yang Mengomentari Pasien BPJS di Media SosialLodewyk Pusung Ajukan Praperadilan ke PN Jakarta Pusat Terkait Keabsahan PenyitaanKolaborasi Jadi Kunci Mewujudkan Layanan Publik Terintegrasi di IndonesiaPolisi Gagalkan Penyelundupan 3,4 Kilogram Ganja Asal Sumatera Utara di TangerangTingkat Pengangguran Lulusan SMK Capai 7,68 Persen pada Mei 2026Pertumbuhan Ekonomi RI Kuartal II 2026 Tembus 5,29 Persen, Apa Saja Rincian Data BPS?Penyaluran Manfaat TASPEN Bagi Pejabat Negara dan Ahli Waris pada Juli 2026Sinergi Pemkot Bekasi dan Kejaksaan dalam Penyelenggaraan PEPARPEDA 2026

Paling Banyak Dibaca

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

Ekonomi

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

2 Agu 2026

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

Olahraga

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

1 Agu 2026

Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar Global

Ekonomi

Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar Global

1 Agu 2026

Singapura Cekal Permanen Pendiri Massive Attack Usai Pengibaran Bendera Palestina di Konser

Nasional

Singapura Cekal Permanen Pendiri Massive Attack Usai Pengibaran Bendera Palestina di Konser

4 Agu 2026

Lonjakan Temuan Kasus Hipertensi dan Diabetes pada Program Cek Kesehatan Gratis 2026

Nasional

Lonjakan Temuan Kasus Hipertensi dan Diabetes pada Program Cek Kesehatan Gratis 2026

4 Agu 2026

Gugatan 25 Negara Bagian AS Terhadap Tarif Impor Trump yang Menyeret Indonesia

Nasional

Gugatan 25 Negara Bagian AS Terhadap Tarif Impor Trump yang Menyeret Indonesia

4 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per LiterEkonomi 路 2 Agu 2026
  2. 2Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026Olahraga 路 1 Agu 2026
  3. 3Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar GlobalEkonomi 路 1 Agu 2026
  4. 4Singapura Cekal Permanen Pendiri Massive Attack Usai Pengibaran Bendera Palestina di KonserNasional 路 4 Agu 2026
  5. 5Lonjakan Temuan Kasus Hipertensi dan Diabetes pada Program Cek Kesehatan Gratis 2026Nasional 路 4 Agu 2026
Pendidikan
Megapolitan
Transportasi

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap