berputar.id
BerandaNewsHukumEkonomiNasionalInternasionalBisnisOlahragaTeknologiPolitikBantuan SosialBpjs KesehatanCPNSPopuler
Beranda/Nasional

Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis, Komisi IX DPR Dorong Penggunaan Data Status Gizi

Usat BalangDiterbitkan 31 Jul 2026 - 12.52 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis, Komisi IX DPR Dorong Penggunaan Data Status Gizi
Foto/Ilustrasi: Kumparan
A-A+

Wakil Ketua Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Charles Honoris, memberikan perhatian khusus terhadap pelaksanaan dan proses evaluasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang saat ini tengah disiapkan oleh pemerintah. Pada hari Jumat (31/7), Charles menyampaikan pandangannya kepada para wartawan mengenai perlunya evaluasi kebijakan nasional yang lebih terukur dan berbasis bukti. Ia secara khusus mendorong agar pemerintah melakukan evaluasi terhadap Program Makan Bergizi Gratis berdasarkan data status gizi masyarakat yang valid. Langkah strategis ini dinilai sangat krusial agar tujuan utama dari inisiatif perbaikan kesehatan masyarakat tersebut dapat tercapai secara optimal, tepat sasaran, dan membawa dampak positif yang nyata bagi generasi penerus bangsa.

Apa usulan utama dari Komisi IX DPR RI terkait evaluasi Program Makan Bergizi Gratis?

Sebagai perwakilan dari Komisi IX DPR RI, Charles Honoris secara tegas mendorong pemerintah untuk melakukan evaluasi Program Makan Bergizi Gratis dengan menitikberatkan pada penggunaan data status gizi. Menurut penjelasan yang beliau sampaikan, apabila pemerintah memang memiliki rencana untuk menyusun maupun mengevaluasi berbagai kebijakan perbaikan gizi nasional, maka rujukan utamanya mutlak harus didasarkan pada indikator yang secara langsung mengukur status gizi masyarakat. Charles mengingatkan dengan sungguh-sungguh agar pemerintah tidak menggunakan asumsi belaka atau indikator yang tidak secara langsung mengukur status gizi dalam menilai tingkat keberhasilan program yang memiliki dampak sangat luas ini.

Instrumen apa yang direkomendasikan untuk mengukur status gizi masyarakat di Indonesia?

Baca Juga

Polisi Ungkap Kasus 5,2 Kg Sabu di Jakbar, 2 Pelaku Ditangkap

Polisi Ungkap Kasus 5,2 Kg Sabu di Jakbar, 2 Pelaku Ditangkap

Untuk memastikan pemerintah mendapatkan data yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan, Charles Honoris menyebutkan bahwa negara Indonesia sebenarnya telah memiliki instrumen khusus yang secara spesifik dirancang untuk mengukur status gizi masyarakat secara berkala. Instrumen pendataan yang dimaksud olehnya adalah Survei Kesehatan Indonesia (SKI) dan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI). Kedua instrumen survei nasional ini bukanlah sistem yang baru, karena selama ini baik SKI maupun SSGI sudah digunakan sebagai acuan utama oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dalam merancang berbagai intervensi kesehatan. Oleh karena itu, indikator yang berasal dari survei-survei resmi inilah yang seharusnya menjadi landasan utama bagi pemerintah saat melakukan evaluasi kebijakan perbaikan gizi nasional.

Mengapa proses evaluasi program ini dinilai sangat strategis dan membutuhkan indikator yang tepat?

Program Makan Bergizi Gratis bukanlah sekadar program bantuan biasa, melainkan sebuah inisiatif strategis berskala nasional yang didukung dengan alokasi anggaran yang sangat besar dari negara. Mengingat besarnya dana publik yang dialokasikan untuk program ini, Charles Honoris menekankan bahwa seluruh tahapan program harus dikelola dengan tingkat kehati-hatian yang tinggi. Ia menegaskan bahwa seluruh proses, mulai dari tahap perencanaan awal, pelaksanaan di lapangan, hingga tahap evaluasi akhirnya, harus didasarkan pada data dan indikator yang tepat. Pendekatan berbasis data ini mutlak diperlukan agar manfaat dari program dengan anggaran besar tersebut benar-benar dapat diukur secara objektif, transparan, dan akuntabel oleh seluruh lapisan masyarakat luas.

Indikator valid apa saja yang harus digunakan sebagai tolok ukur keberhasilan program?

Baca Juga

Kondisi Sungai Cisadane Dampak Kemarau, Ini Imbauan untuk Warga

Kondisi Sungai Cisadane Dampak Kemarau, Ini Imbauan untuk Warga

Apabila tujuan utama dari pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di Indonesia adalah untuk memperbaiki status gizi masyarakat secara menyeluruh, maka ukuran keberhasilannya tidak boleh bersifat ambigu dan harus menggunakan indikator status gizi yang benar-benar valid. Dalam keterangannya, Charles Honoris menjabarkan beberapa indikator kesehatan utama yang harus diperhatikan secara saksama oleh pemerintah. Indikator-indikator krusial tersebut meliputi angka penurunan stunting, tingkat kejadian wasting, kondisi underweight atau berat badan kurang, serta prevalensi anemia yang terjadi di tengah masyarakat. Berbagai indikator konkret ini merupakan parameter kesehatan yang selama ini dapat diukur secara konsisten dan jelas melalui pelaksanaan Survei Kesehatan Indonesia maupun Survei Status Gizi Indonesia.

Apa pesan tambahan mengenai kejelasan tujuan pelaksanaan program pemberian makan tersebut?

Selain memberikan penekanan kuat pada kewajiban penggunaan indikator gizi yang valid dalam proses evaluasi, Charles Honoris juga menyinggung mengenai pentingnya kejelasan tujuan dari pelaksanaan program itu sendiri. Ia menyampaikan bahwa apabila pemerintah pada akhirnya memang ingin menjalankan program pemberian makan bagi seluruh anak sekolah secara universal, maka hal tersebut harus disampaikan secara jujur dan terbuka kepada publik. Dengan komunikasi yang transparan, publik dapat memahami bahwa tujuan utamanya adalah sekadar memberikan makanan kepada seluruh anak secara merata, bukan semata-mata berfokus pada upaya memperbaiki status gizi nasional. Kejelasan mengenai tujuan utama ini akan sangat menentukan bagaimana program tersebut nantinya akan dinilai dan dievaluasi efektivitasnya oleh berbagai pihak terkait.

Ikuti berputar.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

DPR RIKemenkesMakan Bergizi GratisStatus GiziCharles Honoris

Berita Terbaru Lainnya

Peter Thiel, Bertaruh dari PayPal ke Medan Perang Berharta Rp616 TPolisi Ungkap Kasus 5,2 Kg Sabu di Jakbar, 2 Pelaku DitangkapKondisi Sungai Cisadane Dampak Kemarau, Ini Imbauan untuk WargaKTT BRICS 2026 Hasilkan Deklarasi New Delhi, Ubah Komitmen Jadi Aksi NyataTarget 100 Persen Sampah Terkelola pada 2029, Ini Strategi KLH5 Tanda Anda Masuk Golongan Kelas Bawah, Bukan Cuma Gaji KecilSederet Upaya Pertamina Atasi Antrean Panjang di SPBU Kota MakassarSosok Tuan Tanah Matraman, Kuasai Lahan 400 Hektare Selama 41 Tahun

Paling Banyak Dibaca

Jadwal UFC 330 Islam Makhachev vs Ian Garry dan Info Live Streaming

Olahraga

Jadwal UFC 330 Islam Makhachev vs Ian Garry dan Info Live Streaming

7 Agu 2026

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

Ekonomi

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

2 Agu 2026

Festival Seni Colour of Indonesia Dorong Kreativitas Anak Menyambut HUT Ke-81 RI

Nasional

Festival Seni Colour of Indonesia Dorong Kreativitas Anak Menyambut HUT Ke-81 RI

4 Agu 2026

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

Olahraga

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

1 Agu 2026

Tim Operasi Gabungan Sita Puluhan Ribu Batang Rokok Ilegal di Kota Malang

Nasional

Tim Operasi Gabungan Sita Puluhan Ribu Batang Rokok Ilegal di Kota Malang

9 Agu 2026

Jadwal Wayang Kulit Ki Eko Suwaryo Agustus 2026 dan Link Live Streaming

Budaya

Jadwal Wayang Kulit Ki Eko Suwaryo Agustus 2026 dan Link Live Streaming

1 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Jadwal UFC 330 Islam Makhachev vs Ian Garry dan Info Live StreamingOlahraga 路 7 Agu 2026
  2. 2Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per LiterEkonomi 路 2 Agu 2026
  3. 3Festival Seni Colour of Indonesia Dorong Kreativitas Anak Menyambut HUT Ke-81 RINasional 路 4 Agu 2026
  4. 4Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026Olahraga 路 1 Agu 2026
  5. 5Tim Operasi Gabungan Sita Puluhan Ribu Batang Rokok Ilegal di Kota MalangNasional 路 9 Agu 2026

berputar.id

Copyright 2026 berputar.id - All Rights Reserved.

Kategori

NewsHukumEkonomiNasionalInternasionalBisnisOlahragaTeknologiPolitikBantuan SosialBpjs KesehatanCPNS

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap