Kondisi cuaca buruk di perairan Gresik-Bawean kerap memicu kendala logistik yang serius bagi masyarakat kepulauan. Salah satu dampak paling krusial baru-baru ini dirasakan oleh keluarga H Ridwan, seorang pengusaha asal Desa Sungaiteluk, Kecamatan Sangkapura, Pulau Bawean. Demi menyelamatkan nyawa ibunya yang membutuhkan perawatan lanjutan di Surabaya, Jawa Timur, ia terpaksa merogoh kocek hingga ratusan juta rupiah untuk menyewa pesawat khusus. Kejadian ini membuka mata publik mengenai tantangan aksesibilitas dan pemenuhan kebutuhan medis darurat di wilayah terpencil saat musim ombak tinggi tiba.
Mengapa pasien di RSUD Umar Mas'ud Bawean harus dirujuk menggunakan pesawat sewaan?
Tindakan evakuasi melalui jalur udara tersebut dipilih karena ketersediaan oksigen medis di RSUD Umar Mas'ud Bawean semakin berkurang. Hal ini dipicu oleh tingginya gelombang laut di rute Gresik-Bawean, yang mengakibatkan kapal pengangkut logistik terpaksa menghentikan pelayarannya selama beberapa hari. Kapal-kapal penyeberangan dilaporkan tidak beroperasi sejak 28 Juli hingga 4 Agustus akibat cuaca ekstrem tersebut. Kondisi stok oksigen di rumah sakit setempat pun mulai kritis pada periode 1 hingga 3 Agustus. Tanpa adanya kepastian kapan kapal logistik bisa bersandar, merujuk pasien ke fasilitas kesehatan yang lebih memadai menjadi satu-satunya pilihan rasional demi keselamatan pasien.








