berputar.id
BerandaRegionalNewsHukumBeritaEkonomiNasionalMetroInternasionalOtomotifKeuanganEnergiKriminalKesehatanBerita UmumBerita LokalBisnisEdukasiOlahragaLingkunganTeknologiHiburanSepak BolaPolitikTravelHukum & KriminalInfrastrukturPendidikanMegapolitanTransportasiPopuler
Beranda/Ekonomi

Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,29 Persen pada Triwulan II 2026, Lampaui Target APBN

Slamet PrabowoDiterbitkan 7 Agu 2026 - 05.21 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,29 Persen pada Triwulan II 2026, Lampaui Target APBN
Foto/Ilustrasi: tirto.id.
A-A+

Bagaimana sebenarnya kondisi perekonomian Indonesia di tengah berbagai kritik yang diarahkan pada kebijakan ekonomi era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto? Bagi masyarakat umum, angka-angka makro sering kali terasa berjarak dari realitas sehari-hari. Namun, data terbaru menunjukkan bahwa kinerja ekonomi nasional justru mencatatkan performa yang tangguh dan melampaui target yang telah ditetapkan.

Berdasarkan data resmi, ekonomi Indonesia pada Triwulan II-2026 berhasil tumbuh sebesar 5,29 persen secara tahunan (yoy). Capaian ini tidak hanya menunjukkan ketahanan ekonomi nasional, tetapi juga menjadi pertumbuhan tertinggi sejak Triwulan II-2022. Secara akumulatif, pertumbuhan ekonomi pada Semester I 2026 mencapai 5,45 persen (c-to-c). Angka tersebut berhasil melampaui target pertumbuhan ekonomi yang dipatok dalam

berputar.id

Copyright 2026 berputar.id - All Rights Reserved.

Kategori

RegionalNewsHukumBeritaEkonomiNasionalMetroInternasionalOtomotifKeuanganEnergiKriminalKesehatanBerita UmumBerita LokalBisnisEdukasiOlahragaLingkunganTeknologiHiburanSepak BolaPolitikTravelHukum & KriminalInfrastruktur
APBN 2026
sebesar 5,4 persen.

Jika ditelisik dari sisi pengeluaran, mesin pertumbuhan utama ditopang oleh konsumsi rumah tangga dan Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) atau investasi. Kedua komponen ini memberikan kontribusi dominan hingga 82,68 persen terhadap perekonomian nasional. Konsumsi rumah tangga tumbuh sebesar 5,06 persen dengan kontribusi 53,32 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Sementara itu, PMTB tumbuh kuat sebesar 6,87 persen dan menyumbang 29,36 persen dalam pembentukan PDB. Realisasi investasi pada Triwulan II 2026 mencatatkan nilai Rp511,8 triliun, tumbuh 7,1 persen secara yoy. Di sisi lain, komponen yang mencatatkan pertumbuhan tertinggi adalah konsumsi pemerintah yang melonjak hingga 15,97 persen.

Baca Juga

Satgas PASTI OJK Tutup 1.220 Entitas Keuangan Ilegal Sepanjang Januari Hingga Juli 2026

Satgas PASTI OJK Tutup 1.220 Entitas Keuangan Ilegal Sepanjang Januari Hingga Juli 2026

Kinerja APBN hingga Semester I 2026 menunjukkan pengelolaan fiskal yang disiplin. Penerimaan negara tercatat mencapai Rp1.459,4 triliun atau 46,3 persen dari pagu anggaran. Di sisi belanja, realisasi belanja negara mencapai Rp1.656,0 triliun, setara dengan 43,1 persen dari pagu APBN. Dengan komposisi tersebut, defisit anggaran terkendali pada tingkat Rp196,5 triliun atau 0,76 persen terhadap PDB. Selain itu, pemerintah juga telah merealisasikan Transfer ke Daerah (TKD) hingga akhir Juni 2026 sebesar Rp357,4 triliun, mencapai 51,6 persen dari pagu APBN.

Penyebaran pertumbuhan ekonomi antardaerah juga menunjukkan dinamika positif. Wilayah Bali dan Nusa Tenggara memimpin pertumbuhan dengan tingkat mencapai 6,10 persen. Posisi berikutnya disusul oleh wilayah Jawa yang tumbuh 5,65 persen, Sulawesi 5,53 persen, Sumatera 5,06 persen, dan Kalimantan 4,10 persen. Di tengah pertumbuhan ini, pemerintah terus mendorong realisasi program prioritas fisik. Beberapa di antaranya yang sudah terealisasi adalah pembangunan 84 unit Sekolah Rakyat serta 22 unit RSUD dari target 66 unit.

Dari aspek kesejahteraan sosial, indikator ketenagakerjaan dan kemiskinan menunjukkan tren perbaikan. Tingkat pengangguran terbuka (TPT) mengalami penurunan menjadi 4,65 persen, berjumlah sekitar 7,22 juta orang. Sejalan dengan itu, angka kemiskinan juga berhasil ditekan ke level 8,07 persen, mencakup 22,93 juta jiwa. Tingkat kesenjangan sosial pun dapat dipertahankan pada angka yang relatif rendah, yaitu 0,368. Perbaikan indikator sosial ini didukung oleh kebijakan stabilisasi harga barang-barang kebutuhan pokok. Pemerintah tetap mempertahankan harga bahan bakar minyak jenis Pertalite sebesar Rp10.000 per liter dan LPG 3 kg sebesar Rp19.000 di pangkalan resmi. Ditambah lagi, tarif listrik PLN tidak mengalami kenaikan, harga beras tetap stabil serta terjangkau, dan harga daging ayam justru mengalami penurunan.

Baca Juga

Program Reward Studi Banding PNM Dorong Kapasitas Usaha Perempuan Ultra Mikro

Program Reward Studi Banding PNM Dorong Kapasitas Usaha Perempuan Ultra Mikro

Di sisi lain, publik sempat menyoroti isu mengenai warga negara Indonesia (WNI) yang melepas status kewarganegaraannya. Fakta menunjukkan bahwa dalam kurun waktu 5 tahun terakhir, terdapat 8.000 WNI yang melepaskan kewarganegaraan mereka, atau rata-rata 1.600 orang per tahun. Menurut Direktorat Jenderal Imigrasi, pelepasan status ini mayoritas disebabkan oleh pernikahan dengan warga negara asing (WNA). Secara statistik, jumlah ini hanya 6 orang per 1 juta penduduk. Angka tersebut jauh lebih rendah jika dibandingkan dengan tingkat pelepasan kewarganegaraan di negara lain, seperti Singapura yang mencapai 265 orang per 1 juta penduduk, atau India yang mencapai 142 orang per 1 juta penduduk.

Meskipun berbagai indikator ekonomi makro dan sosial menunjukkan capaian yang positif, upaya menjaga konsistensi pertumbuhan tetap diperlukan. Berbagai pencapaian ini sekaligus menjawab keraguan terhadap arah kebijakan ekonomi pemerintah, membuktikan bahwa stabilitas harga kebutuhan pokok dan pemerataan pembangunan dapat terus dipertahankan di tengah dinamika global.

Ikuti berputar.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

APBN 2026Kebijakan FiskalPertumbuhan EkonomiKesejahteraan Sosial

Berita Terbaru Lainnya

Detail Kepraktisan dan Ruang Kabin Wuling Aira evSatgas PASTI OJK Tutup 1.220 Entitas Keuangan Ilegal Sepanjang Januari Hingga Juli 2026Program Reward Studi Banding PNM Dorong Kapasitas Usaha Perempuan Ultra MikroPembangunan Off Ramp Ciawi Selatan Dimulai untuk Mengatasi Kemacetan Bogor SelatanBank Jago Siapkan Layanan Emas Digital untuk Lengkapi Pilihan Investasi NasabahPerluasan Akses Pasar untuk Perkuat Investasi Industri Protein NasionalPutusan Mahkamah Konstitusi Tegaskan Pilkada Tetap Dipilih Langsung oleh RakyatSummer Food Market Gandaria City Dorong UMKM Kuliner Perluas Jangkauan Pasar

Paling Banyak Dibaca

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

Ekonomi

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

2 Agu 2026

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

Olahraga

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

1 Agu 2026

Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar Global

Ekonomi

Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar Global

1 Agu 2026

Singapura Cekal Permanen Pendiri Massive Attack Usai Pengibaran Bendera Palestina di Konser

Nasional

Singapura Cekal Permanen Pendiri Massive Attack Usai Pengibaran Bendera Palestina di Konser

4 Agu 2026

Lonjakan Temuan Kasus Hipertensi dan Diabetes pada Program Cek Kesehatan Gratis 2026

Nasional

Lonjakan Temuan Kasus Hipertensi dan Diabetes pada Program Cek Kesehatan Gratis 2026

4 Agu 2026

Gugatan 25 Negara Bagian AS Terhadap Tarif Impor Trump yang Menyeret Indonesia

Nasional

Gugatan 25 Negara Bagian AS Terhadap Tarif Impor Trump yang Menyeret Indonesia

4 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per LiterEkonomi 路 2 Agu 2026
  2. 2Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026Olahraga 路 1 Agu 2026
  3. 3Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar GlobalEkonomi 路 1 Agu 2026
  4. 4Singapura Cekal Permanen Pendiri Massive Attack Usai Pengibaran Bendera Palestina di KonserNasional 路 4 Agu 2026
  5. 5Lonjakan Temuan Kasus Hipertensi dan Diabetes pada Program Cek Kesehatan Gratis 2026Nasional 路 4 Agu 2026
Pendidikan
Megapolitan
Transportasi

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap