Perkembangan fenomena El Nino yang memicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dapat menimbulkan dampak ekonomi yang jauh lebih luas dibandingkan sekadar nilai lahan atau hutan yang terbakar. Kepala Ekonom Trimegah Sekuritas Indonesia, Fakhrul Fulvian, menegaskan bahwa kerugian akibat bencana karhutla memiliki efek berganda (multiplier effect) yang menjalar ke berbagai sektor kehidupan publik dan ekonomi.
Biaya yang dikeluarkan untuk pencegahan karhutla pada dasarnya jauh lebih kecil jika dibandingkan dengan total kerugian ekonomi yang berpotensi muncul. Pemahaman mengenai efisiensi biaya pencegahan ini menjadi sangat penting dalam menyusun strategi mitigasi dampak El Nino.
Ketentuan Tarif PPN 12 Persen dan Daftar Barang Kebutuhan Pokok Bebas Pajak

Memahami Multiplier Effect Bencana Karhutla
Bencana karhutla mempunyai dampak berantai yang sering kali tidak terlihat secara langsung pada hari pertama kejadian. Kebakaran yang bermula di kawasan hutan dan lahan dapat merembet menjadi persoalan kompleks yang melemahkan sendi-sendi ekonomi masyarakat melalui beberapa tahapan dampak:
- Gangguan Kesehatan dan Biaya Medis: Munculnya kabut asap akibat kebakaran meningkatkan gangguan pernapasan di kalangan masyarakat. Kondisi ini secara langsung memicu kenaikan biaya layanan kesehatan yang harus ditanggung oleh publik.
- Penurunan Produktivitas Kerja dan Sekolah: Memburuknya kualitas udara akibat paparan asap mengganggu aktivitas belajar mengajar di sekolah dan menurunkan produktivitas para pekerja secara signifikan.
- Gangguan Transportasi dan Logistik: Dampak kebakaran menjalar ke sektor transportasi dan penerbangan, yang kemudian mengganggu kelancaran distribusi barang, perdagangan lokal, serta mobilitas aktivitas harian masyarakat.
- Pelemahan Daya Hidup Masyarakat: Akumulasi dari terganggunya kesehatan, pekerjaan, jalur logistik, dan aktivitas sekolah pada akhirnya bermuara pada melemahnya kegiatan ekonomi serta daya hidup masyarakat secara keseluruhan.
Menakar Dampak Kekeringan dan Tekanan Sektor Pangan
Di samping dampak kabut asap secara langsung, perkembangan El Nino yang disertai kondisi kering berkepanjangan memberikan tekanan berat pada wilayah-wilayah yang bertumpu pada sektor pertanian. Pemetaan dampak lanjutan pada sektor pangan mencakup hal-hal berikut:
OJK Sediakan Layanan iDebKu Bebas Biaya untuk Cek Riwayat Kredit SLIK secara Daring

- Penurunan Ketersediaan Air: Kondisi kering yang berlangsung lama memengaruhi pasokan dan ketersediaan air yang sangat dibutuhkan untuk kelangsungan lahan pertanian.
- Penurunan Produksi Pangan: Keterbatasan air dan kekeringan lahan secara langsung menekan volume produksi bahan pangan di daerah terdampak.
- Tekanan Harga dan Pendapatan: Jika kondisi kering dan gangguan produksi pangan berlangsung cukup lama, dampaknya muncul dalam bentuk tekanan kenaikan harga pangan di pasar serta terjadinya penurunan pendapatan masyarakat.
Mengukur Nilai Nyata dari Anggaran Pencegahan Bencana
Upaya pencegahan bencana merupakan bagian integral dari langkah menjaga keberlangsungan kegiatan ekonomi masyarakat. Kendati demikian, alokasi anggaran pencegahan bencana kerap memiliki karakteristik evaluasi yang berbeda dari pos anggaran lainnya:
- Mengidentifikasi Karakteristik Unik Anggaran: Salah satu karakter unik dari anggaran kebencanaan adalah keberhasilannya sering kali justru terlihat ketika peristiwa bencana tidak terjadi di lapangan.
- Menilai Kerugian yang Berhasil Dicegah: Kerugian yang tidak jadi timbul karena berfungsinya sistem pencegahan memang jauh lebih sulit untuk dihitung dan jarang muncul dalam catatan statistik ekonomi. Namun, nilai riil dari kerugian yang berhasil dicegah tersebut sangat besar dan memiliki manfaat nyata bagi kelangsungan hidup masyarakat.
- Mengedepankan Logika Ekonomi: Prinsip bahwa lebih baik mencegah daripada mengobati bukan hanya relevan sebagai prinsip sosial atau kesehatan semata, melainkan memiliki dasar logika ekonomi yang sangat kuat untuk memitigasi kerugian yang jauh lebih masif.






