Posisi jabatan Gubernur Bank Indonesia (BI) definitif saat ini tengah mengalami kekosongan. Hal ini terjadi setelah Perry Warjiyo memutuskan untuk mengundurkan diri dari jabatannya pada akhir Juli 2026 lalu. Untuk mengisi kekosongan tersebut, muncul pencalonan Destry Damayanti sebagai Gubernur Bank Indonesia definitif. Pencalonan ini pun segera mendapatkan sambutan yang sangat positif dari berbagai pihak, khususnya dari para pemimpin lembaga keuangan di Indonesia.
Dukungan terhadap pencalonan Destry Damayanti mengalir kuat dari para kepala lembaga yang merupakan anggota dari Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK). Lembaga-lembaga yang menyatakan dukungannya secara kompak antara lain adalah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Bentuk dukungan dari kedua lembaga penting ini menunjukkan adanya kepercayaan yang besar terhadap kapasitas Destry Damayanti dalam memimpin bank sentral ke depan.
Salah satu dukungan resmi disampaikan oleh Otoritas Jasa Keuangan melalui Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi. Perempuan yang akrab disapa dengan panggilan Kiki ini menyatakan dukungan penuh lembaganya agar Destry Damayanti dapat menduduki posisi sebagai BI 1. Pernyataan dukungan ini disampaikan oleh Kiki dalam sebuah konferensi pers untuk acara UMKM Finance Summit. Acara tersebut diselenggarakan secara bersama oleh OJK dan Kementerian UMKM di wilayah Jakarta Selatan pada hari Selasa, 11 Agustus 2026. Dalam kesempatan yang sama, Menteri UMKM Maman Abdurrahman juga memberikan pandangannya mengenai sosok Destry. Maman Abdurrahman menyatakan bahwa Destry Damayanti merupakan salah satu sosok figur di lingkup Bank Indonesia yang memiliki perhatian atau sangat konsen terhadap sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Cara Membaca Data Inflasi BPS Terbaru untuk Perencanaan Keuangan

Selain dari pihak OJK dan Kementerian UMKM, dukungan kuat juga datang dari Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Ketua Dewan Komisioner LPS, Anggito Abimanyu, memberikan penilaian yang sangat positif terhadap pencalonan Destry Damayanti. Anggito Abimanyu mendeskripsikan Destry Damayanti sebagai sosok yang memiliki 'paket lengkap'. Lebih lanjut, Anggito juga menilai bahwa Destry merupakan calon tunggal yang sangat tepat untuk mengisi posisi sebagai Gubernur Bank Indonesia definitif selanjutnya.
Keyakinan dan dukungan dari berbagai lembaga ini tidak lepas dari rekam jejak karier Destry Damayanti yang panjang di sektor keuangan dan moneter Indonesia. Jauh sebelum dicalonkan sebagai Gubernur BI definitif, Destry tercatat pernah bekerja di Badan Analisa Keuangan dan Moneter (BAKM) Kementerian Keuangan pada periode tahun 1992 hingga 1997. Setelah itu, ia juga memiliki pengalaman kepemimpinan di LPS, di mana ia menjabat sebagai Anggota Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) untuk periode masa jabatan 2015-2019. Kariernya di bank sentral kemudian berlanjut saat ia menjabat sebagai Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, hingga akhirnya ia ditunjuk untuk mengemban amanah sebagai Penjabat Sementara (Pjs) Gubernur Bank Indonesia.
OJK Ungkap Sederet Tantangan Industri Multifinance

Meskipun telah mengantongi berbagai dukungan positif dari para pimpinan lembaga anggota KSSK dan kementerian terkait, proses penunjukan Destry Damayanti untuk menjadi Gubernur Bank Indonesia definitif masih harus melewati beberapa tahapan resmi berikutnya. Destry Damayanti masih diwajibkan untuk mengikuti dan melalui proses uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test. Tahapan pengujian kelayakan ini nantinya akan dilaksanakan secara resmi di Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI).






