Penyelenggaraan Lampung Financial Festival pada Sabtu (5/9/2026) menjadi panggung sorotan Dewan Perwakilan Rakyat terhadap maraknya jeratan finansial digital pada generasi muda. Anggota Komisi XI DPR dari Fraksi Demokrat, Marwan Cik Asan, secara terbuka mengingatkan bahwa ancaman pinjaman online (pinjol) ilegal dan investasi bodong kini kian nyata membayangi masa depan masyarakat muda.
Marwan menekankan, kemajuan pesat di sektor jasa keuangan memang menghadirkan lompatan peluang. Pemilik telepon genggam saat ini dapat dengan cepat mengakses ragam layanan keuangan, memulai aktivitas perdagangan digital, hingga berkarier sebagai kreator konten. Kendati demikian, kemudahan akses tersebut menyimpan celah bahaya apabila tidak dibarengi kehati-hatian.
Menurut Marwan, penipuan berkedok akses keuangan digital serta tawaran pinjol ilegal kerap kali menjerumuskan pengguna yang belum matang secara pemahaman finansial. Situasi ini dinilai berpotensi mengganggu peluang masa depan generasi muda akibat beban utang yang menumpuk.
Sudah 12 Jam Kebakaran Lapak di Jakbar Belum Padam, Begini Kondisinya

Kondisi tersebut turut tercermin pada realitas di kalangan pelajar dan mahasiswa. Marwan menyoroti banyaknya masyarakat, termasuk kelompok mahasiswa, yang terperangkap utang pinjol ilegal meski dari luar tampak cerdas dan mapan secara finansial.
Secara nasional, tingkat inklusi keuangan masyarakat Indonesia sebenarnya telah menembus angka 93,61%, yang membuktikan tingginya ketersediaan akses terhadap produk dan layanan keuangan. Di sisi lain, tingkat literasi keuangan baru tercatat mencapai 69,57% pada tahun 2026. Kesenjangan antara tingginya keterbukaan akses dan tingkat pemahaman ini menjadi faktor pendorong mudahnya masyarakat terperangkap penipuan finansial.
Antisipasi Kenaikan Harga, Bulog Gelar Operasi Pasar di 113 Titik

Melihat risiko yang ada, Marwan mendorong otoritas terkait untuk terus menggencarkan edukasi dan literasi keuangan ke seluruh lapisan masyarakat. Langkah ini dinilai mendesak agar lompatan teknologi digital serta kemudahan akses layanan keuangan benar-benar dimanfaatkan untuk kegiatan produktif dan positif demi menjamin masa depan generasi muda.






