berputar.id
BerandaRegionalNewsHukumBeritaSosialKesejahteraan SosialEkonomiEkonomi & BisnisNasionalDuniaMetroInternasionalOtomotifKeuanganKulinerEnergiKriminalGeneral NewsEkonomi & EnergiKesehatanPariwisataGaya HidupSains & TeknologiBerita UmumBerita UtamaBerita LokalBisnisMarketEdukasiOlahragaLingkunganTeknologiPolitik & HukumBerita NasionalHiburanPerjalanan & WisataCuacaSepak BolaPolitikTravelPopuler
Beranda/Ekonomi

Dinamika Pemutusan Hubungan Kerja di Tengah Klaim Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Marthen TandirerungDiterbitkan 31 Jul 2026 - 05.39 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Dinamika Pemutusan Hubungan Kerja di Tengah Klaim Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
Foto/Ilustrasi: cnnindonesia.com.
A-A+

Pemerintah Indonesia kerap menyatakan bahwa kondisi perekonomian nasional saat ini berada di jalur yang aman. Berdasarkan catatan per Juni 2026, perekonomian Indonesia ditopang oleh pertumbuhan sebesar 5,6 persen. Kendati demikian, angka pertumbuhan yang positif tersebut terjadi di tengah tren pemutusan hubungan kerja atau PHK yang terus meningkat. Situasi ini memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat mengenai apa yang sebenarnya terjadi di balik dinamika pasar kerja nasional.

Dari sudut pandang pemerintah, sejumlah indikator makroekonomi menunjukkan performa yang cukup kuat. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan bahwa ekonomi Indonesia tetap kokoh dan bergerak ke arah positif. Hal ini sejalan dengan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang mencatat bahwa pada kuartal pertama tahun 2026, pertumbuhan ekonomi secara tahunan mencapai 5,61 persen. Airlangga menyebutkan bahwa angka pertumbuhan tersebut melampaui berbagai proyeksi dari lembaga internasional serta berada di atas rata-rata pertumbuhan negara-negara di kawasan ASEAN. Pemerintah juga mencatat inflasi pada bulan Mei di kisaran 3 persen, sementara indeks keyakinan konsumen tetap stabil di atas angka 100, dan bahkan sempat menyentuh level 120.

berputar.id

Copyright 2026 berputar.id - All Rights Reserved.

Kategori

RegionalNewsHukumBeritaSosialKesejahteraan SosialEkonomiEkonomi & BisnisNasionalDuniaMetroInternasionalOtomotifKeuanganKulinerEnergiKriminalGeneral NewsEkonomi & EnergiKesehatanPariwisataGaya HidupSains & TeknologiBerita UmumBerita UtamaBerita Lokal

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa turut menegaskan bahwa secara agregat kondisi ekonomi Indonesia memperlihatkan tren yang baik. Ia menyinggung bahwa pertumbuhan ekonomi yang berada di kisaran 5 persen tersebut merupakan capaian tertinggi untuk bulan pertama sejak tahun 2013. Menurut pandangan Purbaya, fenomena masuk dan keluarnya perusahaan merupakan hal yang lumrah terjadi dalam sistem pasar yang kompetitif. Ia juga mengamati bahwa angka pengangguran yang menurun mengindikasikan penciptaan lapangan kerja baru kemungkinan besar masih lebih banyak dibandingkan jumlah pekerjaan yang hilang akibat PHK.

Baca Juga

IHSG Ditutup Menguat Signifikan 1,56 Persen, Ratusan Saham Berakhir di Zona Hijau

IHSG Ditutup Menguat Signifikan 1,56 Persen, Ratusan Saham Berakhir di Zona Hijau

Namun, data di lapangan menyajikan perspektif yang berbeda mengenai kondisi ketenagakerjaan. Kementerian Ketenagakerjaan melaporkan bahwa sepanjang periode Januari hingga Juni 2026, terdapat 32.389 pekerja yang mengalami pemutusan hubungan kerja. Dari jumlah tersebut, Provinsi Jawa Barat mencatatkan angka PHK tertinggi dengan total mencapai 6.727 orang. Di sisi lain, Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) memaparkan temuan yang lebih besar berdasarkan catatan tenaga kerja nonaktif dari BPJS Ketenagakerjaan. Menurut data Apindo, terdapat sekitar 126.000 buruh yang terkena PHK selama periode Januari hingga Mei 2026.

Adanya perbedaan yang cukup mencolok antara klaim pertumbuhan ekonomi dan realitas PHK ini mendapat sorotan tajam dari pengamat ekonomi. Direktur Ekonomi Center of Economic and Law Studies (CELIOS), Nailul Huda, menilai terdapat ketidaksesuaian yang nyata antara data makroekonomi yang dipaparkan pemerintah dengan kondisi riil yang dirasakan oleh masyarakat. Huda berpendapat bahwa perekonomian Indonesia sebenarnya telah mengalami perlambatan sejak tahun lalu, meskipun pemerintah menyatakan hal yang sebaliknya. Menurutnya, apabila ekonomi benar-benar tumbuh kuat, peluang kerja seharusnya lebih mudah didapatkan dan kasus PHK tidak banyak terjadi.

Baca Juga

BPDP Tegaskan Keberlanjutan dan Hilirisasi Sebagai Kunci Masa Depan Industri Sawit Indonesia

BPDP Tegaskan Keberlanjutan dan Hilirisasi Sebagai Kunci Masa Depan Industri Sawit Indonesia

Lebih lanjut, Huda memandang bahwa tanda-tanda pelemahan ekonomi telah terlihat secara jelas dalam dua tahun terakhir melalui beberapa komponen utama. Indikator tersebut mencakup melambatnya tingkat konsumsi masyarakat, meningkatnya kasus pemutusan hubungan kerja di berbagai sektor, hingga semakin sulitnya akses bagi pencari kerja untuk masuk ke dalam pasar tenaga kerja. Perbedaan data dan sudut pandang ini pada akhirnya menunjukkan adanya tantangan bagi pemerintah untuk memastikan bahwa pertumbuhan ekonomi makro dapat sejalan dengan fundamental ekonomi dan dirasakan dampaknya secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat di Indonesia.

Ikuti berputar.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

KetenagakerjaanEkonomi IndonesiaAirlangga HartartoPHKPurbaya Yudhi SadewaKemenaker

Berita Terbaru Lainnya

Tahapan Pemilihan Gubernur Bank Indonesia Pengganti Perry WarjiyoRencana Pembangunan Jaringan Kereta Trans Sumatera dan Trans KalimantanPenanganan Kasus Guru SD Tersangka Pencabulan di BulelengLangkah Hukum Menyelesaikan Sengketa Arisan Online agar Terhindar dari PidanaKPK Evaluasi Keamanan Dokumen Internal Setelah Kasus Pemerasan Bupati PemalangInvestor Ajaib Tinjau Potensi Bisnis di Pabrik Anak Usaha MMIX TangerangIHSG Ditutup Menguat Signifikan 1,56 Persen, Ratusan Saham Berakhir di Zona HijauPolemik Dugaan Ucapan Wartawan Sirkus oleh Deddy Sitorus di Kompleks Parlemen

Paling Banyak Dibaca

Skandal Korupsi Ekspor Durian Vietnam, Wakil Menteri Ditangkap

Internasional

Skandal Korupsi Ekspor Durian Vietnam, Wakil Menteri Ditangkap

30 Jul 2026

Digitalisasi Administrasi Back Office untuk Mendukung Ekspansi Bisnis Ritel dan F&B

Ekonomi

Digitalisasi Administrasi Back Office untuk Mendukung Ekspansi Bisnis Ritel dan F&B

30 Jul 2026

Pertumbuhan Investasi Kota Batam pada Semester I 2026

Ekonomi

Pertumbuhan Investasi Kota Batam pada Semester I 2026

30 Jul 2026

Transportasi Publik Kini Jadi Kanal Strategis Promosi Pariwisata Antarnegara

Pariwisata

Transportasi Publik Kini Jadi Kanal Strategis Promosi Pariwisata Antarnegara

30 Jul 2026

Memahami Kinerja Keuangan dan Langkah Investasi CDIA pada Semester I 2026

Ekonomi

Memahami Kinerja Keuangan dan Langkah Investasi CDIA pada Semester I 2026

30 Jul 2026

Rencana Pembangunan Jaringan Kereta Trans Sumatera dan Trans Kalimantan

Infrastruktur

Rencana Pembangunan Jaringan Kereta Trans Sumatera dan Trans Kalimantan

31 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Skandal Korupsi Ekspor Durian Vietnam, Wakil Menteri DitangkapInternasional 路 30 Jul 2026
  2. 2Digitalisasi Administrasi Back Office untuk Mendukung Ekspansi Bisnis Ritel dan F&BEkonomi 路 30 Jul 2026
  3. 3Pertumbuhan Investasi Kota Batam pada Semester I 2026Ekonomi 路 30 Jul 2026
  4. 4Transportasi Publik Kini Jadi Kanal Strategis Promosi Pariwisata AntarnegaraPariwisata 路 30 Jul 2026
  5. 5Memahami Kinerja Keuangan dan Langkah Investasi CDIA pada Semester I 2026Ekonomi 路 30 Jul 2026
Bisnis
Market
Edukasi
Olahraga
Lingkungan
Teknologi
Politik & Hukum
Berita Nasional
Hiburan
Perjalanan & Wisata
Cuaca
Sepak Bola
Politik
Travel

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap