Sejumlah saham diperkirakan berpeluang membukukan kenaikan harga di tengah bayang-bayang pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Meski laju bursa domestik dibayangi aksi ambil untung dan sentimen geopolitik global, beberapa emiten berbasis komoditas, energi, ritel, hingga perkebunan masuk dalam radar cermatan analis untuk perdagangan pekan ini.
VP Equity Retail Kiwoom Sekuritas Indonesia Oktavianus Audi menyoroti saham PT Petrosea Tbk (PTRO) dan PT Timah (Persero) Tbk (TINS). Pekan lalu, PTRO ditutup menguat 2,87 persen ke posisi 5.375 dan diproyeksikan dapat menyentuh level 5.950 pada pekan ini. Sementara itu, TINS yang sebelumnya melesat 8,07 persen ke posisi 4.420 diperkirakan berpotensi melanjutkan pergerakan menuju level 4.720.
Di sisi lain, Analis Teknikal MNC Sekuritas Herditya Wicaksana memilih tiga saham alternatif, yakni PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT), PT Elnusa Tbk (ELSA), dan PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS). AMRT yang berakhir di level 1.310 diproyeksikan berpotensi menguji level 1.365. Saham ELSA yang bertengger di level 730 ditaksir berpeluang melaju hingga level 830. Adapun SSMS yang menguat tipis 0,42 persen ke posisi 1.185 pada penutupan pekan lalu diproyeksikan mengarah ke level 1.365.
Kemenhub Perpanjang Penutupan 8 Bandara Imbas Erupsi Gunung Anak Krakatau

Proyeksi Pergerakan IHSG dan Sentimen Pasar
Peluang penguatan saham-saham pilihan tersebut hadir bersamaan dengan proyeksi bursa yang masih rentan tertekan. Herditya memperkirakan IHSG berada pada fase rawan koreksi dalam sepekan ke depan dengan batas level support di 6.337 dan resistance di 6.786.
Untuk perdagangan Senin (7/9), Oktavianus memproyeksikan IHSG bergerak variatif (mixed) dengan kecenderungan melemah terbatas pada rentang support 6.575 dan resistance 6.718. Tekanan eksternal dipengaruhi oleh situasi kawasan Timur Tengah setelah Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance menyatakan belum ada pembicaraan damai sampai Iran menghentikan serangan terhadap kapal yang melintasi Selat Hormuz.
Saldo Minimal Nasabah Prioritas Mandiri, BRI, BNI per September 2026

Sebelumnya, pada perdagangan Jumat (4/9), IHSG ditutup melemah 31,41 poin atau minus 0,47 persen ke level 6.636. Transaksi harian tercatat sebesar Rp15,04 triliun dengan volume perdagangan 35,80 miliar lembar saham, disertai aksi jual bersih (net sell) oleh investor asing sebesar Rp29,76 miliar.
Kendati terkoreksi di akhir pekan, kinerja bursa secara keseluruhan pada periode 31 Agustus hingga 4 September 2026 masih mencatat akumulasi penguatan 1,82 persen, ditopang kenaikan selama tiga hari bursa berbanding dua hari pelemahan. Kapitalisasi pasar bursa juga meningkat 1,47 persen dari Rp11.431 triliun menjadi Rp11.599 triliun. Rata-rata volume transaksi harian melesat 35,9 persen menjadi 48,99 miliar lembar, rata-rata nilai transaksi harian naik 25,75 persen ke Rp19.22 triliun, dan frekuensi transaksi bertambah 10,93 persen menjadi 2,39 juta kali transaksi, meski total aksi jual bersih investor asing sepanjang tahun 2026 telah menembus Rp68,05 triliun.






