Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) menetapkan sejumlah sektor strategis yang menjadi fokus utama investasinya ke depan. Sektor-sektor prioritas yang dibidik oleh Danantara mencakup bentang industri dari sektor energi hingga ranah ekonomi digital.
Managing Director, Global Relations & Communications BPI Danantara, Pahala Nugraha Mansury, menjelaskan bahwa fokus utama Danantara pada saat ini berada di sektor energi, khususnya energi terbarukan (renewable energy). Penekanan pada sektor energi ini tidak terlepas dari situasi dan dinamika perkembangan geopolitik global yang membuat isu ketahanan energi menjadi kian strategis bagi Indonesia.
Komitmen investasi di sektor energi bersih tersebut juga berjalan selaras dengan agenda energi nasional. Pemerintah sendiri telah merencanakan pengembangan kapasitas di sektor ketenagalistrikan hingga mencapai 100 Gigawatt (GW) yang bersumber dari energi terbarukan.
Bahlil Sebut Perusahaan Asal Rusia Rusal Bakal Bangun Pabrik Pemurnian Bauksit di Kalimantan

Peluang Pusat Data dan Kecerdasan Buatan
Selain memprioritaskan ketahanan energi, BPI Danantara juga memperluas jangkauan investasinya dengan menyasar sektor-sektor berbasis ekonomi digital. Dua bidang spesifik yang menjadi target Danantara dalam klaster ini adalah industri pusat data (data center) dan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).
Pahala menilai bahwa Indonesia memiliki peluang yang sangat besar untuk mendorong akselerasi industri data center. Potensi dan keunggulan tersebut didorong secara langsung oleh ketersediaan sumber daya di dalam negeri, khususnya pasokan energi dan ketersediaan air yang tergolong melimpah untuk menopang kebutuhan operasional fasilitas komputasi tersebut.
Cegah Defisit Belanja, Negara Ini Pilih Jual Saham BUMN

Kendati memiliki prospek yang menjanjikan, pengembangan industri data center dan ekosistem AI di Indonesia masih memerlukan berbagai penguatan. Pahala menggarisbawahi bahwa sektor teknologi tinggi ini membutuhkan tambahan kapabilitas, kesiapan sumber daya, sekaligus kemitraan erat dengan pihak lain karena kapasitas pendukung tersebut dinilai belum banyak tersedia di Indonesia. Kolaborasi dan penguatan sumber daya tersebut diharapkan mampu mengakselerasi kesiapan Indonesia dalam menyongsong pertumbuhan ekonomi digital.






