Operasi pencarian rombongan jurnalis yang hilang kontak di perairan Selat Sunda memasuki hari ketiga pada Kamis (10/9). Di tengah pengerahan ratusan personel dan armada laut, kesaksian muncul dari seorang nelayan lokal yang sempat berpapasan langsung dengan kapal cepat tersebut sebelum komunikasi terputus.
Nelayan dari Pantai Carita, Banten, bernama Supri, menuturkan bahwa ia sempat melihat dan berpapasan dengan speedboat yang mengangkut para jurnalis menuju area Gunung Anak Krakatau. Menurut keterangannya, kondisi perairan pada saat itu masih terlihat normal tanpa kendala cuaca yang ekstrem. Saat mereka melintas, pergerakan angin berembus ke arah selatan menuju wilayah Lampung bagian timur.
Kronologi Keberangkatan dan Penumpang Kapal
Rombongan tersebut bertolak dari Dermaga Pagedongan, Carita, Pandeglang, Banten, untuk meliput aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau yang terjadi sejak akhir pekan lalu. Kapal berpenumpang delapan orang itu kemudian dilaporkan hilang kontak sejak Senin (7/9) sekitar pukul 14.00 WIB.
Sekolah di Jakarta Barat Kebakaran, Petugas Kerahkan Empat Unit Damkar

Adapun orang-orang yang berada di dalam kapal tersebut mencakup lima jurnalis: M Bagus Khoirunnas (ANTARA), Ari Basuki (Merdeka), Yudhis (iNews), Daus (Anadolu), dan Donal (pewarta lepas). Perjalanan mereka didampingi dua awak kapal, yakni Warta (55) dan Surakman (60), serta seorang pemandu wisata bernama Heriyanto (49).
Pengerahan Personel dan Titik Operasi Laut
Menindaklanjuti laporan hilang kontak, tim gabungan telah menggelar penyisiran perairan sejak Selasa (8/9). Hingga hari ketiga, operasi melibatkan 250 personel yang disebar ke lima titik wilayah operasi pencarian dengan fokus utama di wilayah laut.
KPK Geledah Dinas PUPR dan Setda Muara Enim, Sita Sejumlah Dokumen

Sebanyak sembilan armada dikerahkan ke perairan Selat Sunda, meliputi KN SAR Tetuka, KAL Anyer, RBB Peucang, RIB 02 Banten, RIB 02 Lampung, RIB 03 Lampung, dan KP Sanjaya. Pencarian maritim tersebut juga diperkuat oleh tiga kapal perang milik TNI AL, yakni KRI Leuser-924, KRI Kerambit-627, dan KRI Lepu-861.
Kapolda Banten Irjen Hengki mengimbau nelayan maupun masyarakat yang beraktivitas di sekitar perairan untuk segera memberikan laporan apabila melihat tanda-tanda keberadaan rombongan tersebut. Hengki meminta warga segera menginformasikan kepada petugas atau langsung mendatangi posko di Carita jika menemukan benda-benda mencurigakan atau benda terapung di laut.






