berputar.id
BerandaNewsHukumEkonomiNasionalInternasionalKeuanganBerita UmumBerita LokalBisnisOlahragaTeknologiPolitikPopuler
Beranda/Ekonomi

Cara Mengoptimalkan Aset Melalui Ekosistem Bulion dan Bank Emas

Fitri KaraengDiterbitkan 22 Agu 2026 - 05.56 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Cara Mengoptimalkan Aset Melalui Ekosistem Bulion dan Bank Emas
Foto/Ilustrasi: ekonomi.republika.co.id.
A-A+

Perkembangan industri keuangan berbasis komoditas di Indonesia mencatat pencapaian besar seiring dengan melesatnya volume kelolaan emas nasional. Sejak diluncurkan pada tahun 2025, bank emas atau gold bank yang telah beroperasi selama sekitar satu tahun kini berhasil mengelola sekitar 153 ton emas. Nilai aset kelolaan fantastis ini mencapai Rp360 triliun atau setara dengan 20 miliar dolar AS. Lonjakan ini membuktikan bahwa minat masyarakat untuk mengoptimalkan kepemilikan emas mereka di lembaga resmi terus meningkat pesat.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan pentingnya perkembangan ini di sela-sela acara SUAR Forum 2026 di BSD City, Tangerang, Banten, pada Jumat, 21 Agustus 2026. Menurutnya, pengelolaan emas melalui bank emas dapat mengubah aset yang sebelumnya pasif menjadi lebih produktif. Data dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian per Maret 2026 juga menunjukkan bahwa jumlah nasabah Lembaga Jasa Keuangan Bullion PT Pegadaian tumbuh signifikan dari 3,2 juta nasabah pada Februari 2025 menjadi 5,6 juta nasabah pada Februari 2026. Bagi masyarakat yang ingin ikut serta, tren ini membuka peluang besar untuk mengoptimalkan investasi emas mereka.

Langkah pertama untuk memanfaatkan ekosistem ini adalah dengan menyetorkan emas fisik pasif ke bank emas atau lembaga keuangan bullion yang sah. Berbeda dengan metode penyimpanan tradisional di brankas pribadi yang tidak menghasilkan apa-apa, menaruh emas di bank emas memungkinkan aset tersebut dikelola secara produktif. Pemilik emas bisa mendapatkan nilai tambah atau imbal hasil tertentu sesuai dengan skema yang ditawarkan oleh lembaga pengelola, sekaligus menjaga keamanan fisik logam mulia mereka.

Baca Juga

Hampir Setengah Penduduk Jakarta Masuk Kelompok Menengah, Pemprov Dorong Ranperda Rusun

Hampir Setengah Penduduk Jakarta Masuk Kelompok Menengah, Pemprov Dorong Ranperda Rusun

Langkah kedua adalah mengakses layanan melalui lembaga keuangan resmi seperti Lembaga Jasa Keuangan Bullion PT Pegadaian. Calon investor dapat membuka rekening tabungan atau layanan bullion untuk mulai mengintegrasikan simpanan emas mereka ke dalam sistem keuangan formal. Peningkatan jumlah nasabah yang mencapai jutaan orang menunjukkan bahwa aksesibilitas layanan ini semakin mudah dan dipercaya oleh masyarakat luas untuk mengamankan nilai kekayaan mereka dari inflasi.

Langkah ketiga adalah memanfaatkan instrumen investasi berbasis emas yang lebih likuid, seperti Exchange-Traded Fund atau ETF berbasis emas. Pemerintah kini tengah aktif mendorong pengembangan instrumen investasi ini untuk memberikan alternatif bagi investor yang tidak ingin menyimpan emas fisik secara langsung. Melalui ETF emas, investor dapat membeli dan menjual unit penyertaan emas di pasar modal dengan lebih praktis, efisien, dan transparan.

Baca Juga

Benarkah PLTU Suralaya Jadi Penyebab Polusi Udara di DKI?

Benarkah PLTU Suralaya Jadi Penyebab Polusi Udara di DKI?

Meskipun potensi pertumbuhan ekosistem bulion ini sangat menjanjikan, investor tetap perlu memperhatikan aspek legalitas dan memantau perkembangan regulasi yang terus berjalan. Memahami risiko fluktuasi harga emas global serta mekanisme operasional dari masing-masing produk investasi sangat penting sebelum menaruh dana. Dengan memanfaatkan ekosistem bullion yang terus berkembang ini, masyarakat dapat memaksimalkan fungsi emas dari sekadar alat lindung nilai pasif menjadi instrumen investasi yang aktif menghasilkan nilai tambah.

Ikuti berputar.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Investasi Emas

Berita Terbaru Lainnya

Peran Strategis Perempuan dalam Menopang Pertumbuhan Ekonomi Melalui Sektor UMKMHampir Setengah Penduduk Jakarta Masuk Kelompok Menengah, Pemprov Dorong Ranperda RusunBenarkah PLTU Suralaya Jadi Penyebab Polusi Udara di DKI?Bank INA dan Indodax Hadirkan Integrasi Layanan Perbankan Digital dan Kartu Co-BrandPemerintah Tegaskan Molinas Bukan Merek Tunggal, Terbuka untuk Banyak PabrikanPertamina Buka Layanan Kesehatan Gratis bagi Pengungsi Gempa di Reo Kabupaten ManggaraiFakta-fakta Kasus Perusakan Rumah Tokoh NU KH Uye Waryo di Cimenyan BandungArah Konsolidasi PSI dan Evaluasi Perjalanan Politik Partai

Paling Banyak Dibaca

Jadwal UFC 330 Islam Makhachev vs Ian Garry dan Info Live Streaming

Olahraga

Jadwal UFC 330 Islam Makhachev vs Ian Garry dan Info Live Streaming

7 Agu 2026

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

Ekonomi

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

2 Agu 2026

Festival Seni Colour of Indonesia Dorong Kreativitas Anak Menyambut HUT Ke-81 RI

Nasional

Festival Seni Colour of Indonesia Dorong Kreativitas Anak Menyambut HUT Ke-81 RI

4 Agu 2026

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

Olahraga

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

1 Agu 2026

Tim Operasi Gabungan Sita Puluhan Ribu Batang Rokok Ilegal di Kota Malang

Nasional

Tim Operasi Gabungan Sita Puluhan Ribu Batang Rokok Ilegal di Kota Malang

9 Agu 2026

Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar Global

Ekonomi

Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar Global

1 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Jadwal UFC 330 Islam Makhachev vs Ian Garry dan Info Live StreamingOlahraga 路 7 Agu 2026
  2. 2Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per LiterEkonomi 路 2 Agu 2026
  3. 3Festival Seni Colour of Indonesia Dorong Kreativitas Anak Menyambut HUT Ke-81 RINasional 路 4 Agu 2026
  4. 4Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026Olahraga 路 1 Agu 2026
  5. 5Tim Operasi Gabungan Sita Puluhan Ribu Batang Rokok Ilegal di Kota MalangNasional 路 9 Agu 2026

berputar.id

Copyright 2026 berputar.id - All Rights Reserved.

Kategori

NewsHukumEkonomiNasionalInternasionalKeuanganBerita UmumBerita LokalBisnisOlahragaTeknologiPolitik

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap