berputar.id
BerandaRegionalNewsHukumBeritaSosialKesejahteraan SosialEkonomiEkonomi & BisnisNasionalDuniaMetroInternasionalOtomotifKeuanganKulinerEnergiKriminalGeneral NewsEkonomi & EnergiKesehatanPariwisataGaya HidupSains & TeknologiBerita UmumBerita UtamaBerita LokalBisnisMarketEdukasiOlahragaLingkunganTeknologiPolitik & HukumBerita NasionalHiburanPerjalanan & WisataCuacaSepak BolaPolitikTravelPopuler
Beranda/Keluarga

Cara Mengenali Tanda Kematangan Emosi Anak Sesuai Tahap Usianya

Ance RundenganDiterbitkan 2 Agu 2026 - 13.40 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Cara Mengenali Tanda Kematangan Emosi Anak Sesuai Tahap Usianya
Foto/Ilustrasi: kumparan.com.
A-A+

Pertumbuhan fisik dan pencapaian kemampuan akademis sering kali menjadi tolok ukur utama bagi banyak orang tua dalam menilai perkembangan seorang anak. Padahal, terdapat aspek lain yang sesungguhnya tidak kalah penting untuk diperhatikan, yaitu kematangan emosi. Kematangan emosi anak merupakan salah satu fondasi paling krusial untuk memastikan tumbuh kembang mereka berjalan dengan sehat dan optimal. Seiring dengan bertambahnya usia, cara seorang anak dalam mengenali perasaannya, mengekspresikan emosi, berinteraksi dengan lingkungan di sekitarnya, hingga membangun hubungan sosial tentu akan terus mengalami perubahan. Memahami fase-fase perkembangan emosional ini menjadi sangat penting karena dapat memandu orang tua dalam memberikan dukungan yang paling tepat. Mengutip informasi yang disajikan oleh Mother.ly, ada berbagai tanda kematangan emosi pada anak yang bisa diamati sesuai dengan tahapan usianya.

Ketika memasuki usia balita, tepatnya pada rentang 1 hingga 3 tahun, anak-anak perlahan mulai memahami bahwa diri mereka merupakan individu yang memiliki eksistensi terpisah dari ayah dan ibunya. Dalam fase ini, anak dengan perkembangan emosi yang baik biasanya akan memperlihatkan dorongan yang besar untuk menjelajahi lingkungan sekitarnya tanpa banyak dibantu. Hal ini terlihat dari sikap otonomi mereka yang berkeras ingin melakukan berbagai aktivitas secara mandiri serta berani menunjukkan apa yang menjadi kemauannya. Selain itu, balita juga memiliki inisiatif yang tinggi untuk mempraktikkan hal-hal baru yang mereka temui dengan antusiasme yang luar biasa. Walaupun terlihat sangat ingin mandiri, balita sejatinya masih membutuhkan tempat untuk memulihkan energi. Mereka akan selalu kembali ke dalam pelukan orang tua demi mencari rasa aman dan ketenangan, terutama saat mereka merasa ketakutan atau kelelahan.

berputar.id

Copyright 2026 berputar.id - All Rights Reserved.

Kategori

RegionalNewsHukumBeritaSosialKesejahteraan SosialEkonomiEkonomi & BisnisNasionalDuniaMetroInternasionalOtomotifKeuanganKulinerEnergiKriminalGeneral NewsEkonomi & EnergiKesehatanPariwisataGaya HidupSains & TeknologiBerita UmumBerita UtamaBerita Lokal

Beranjak ke usia sekolah, yakni sekitar 5 hingga 11 tahun, arah perkembangan emosi anak mulai beralih pada lingkungan sosial yang lebih luas. Pada rentang waktu ini, mendapatkan penerimaan dari teman-teman sebayanya berubah menjadi sesuatu yang sangat berharga bagi kehidupan mereka. Orang tua dapat memantau tanda kematangan ini saat anak mulai menaruh perhatian besar pada dinamika kelompok bermainnya. Mereka mulai belajar bagaimana beradaptasi dengan lingkungan baru dan cukup memedulikan pandangan orang lain terhadap diri mereka.

Baca Juga

Penyelenggaraan Jakarta Watersport Festival 2026 di Danau Sunter

Penyelenggaraan Jakarta Watersport Festival 2026 di Danau Sunter

Di samping itu, anak usia sekolah umumnya sudah mampu memperlihatkan rasa empati dan kepedulian sosial. Mereka memiliki ketertarikan yang sungguh-sungguh untuk membangun persahabatan dan mampu bekerja sama dengan baik saat berada di dalam suatu kelompok pertemanan. Walaupun anak sangat menikmati momen kebersamaan dengan teman-teman di luar rumah, ikatan keluarga tidak lantas memudar begitu saja. Rumah dan orang tua tetap menjadi pelabuhan utama bagi anak-anak untuk berlindung serta mencari solusi setiap kali mereka berhadapan dengan masalah emosional di sekolah maupun lingkungan bermainnya.

Fase berikutnya adalah masa remaja yang berkisar antara usia 12 hingga 18 tahun. Periode ini dikenal sebagai masa transisi yang sarat akan berbagai tantangan emosional yang cukup kompleks. Pertanyaan terbesar yang sedang berusaha dipecahkan oleh anak pada masa ini berkaitan dengan identitas diri, yakni tentang siapa diri mereka sebenarnya dan akan menjadi sosok seperti apa mereka di masa depan. Kematangan emosi pada masa remaja ditandai dengan munculnya kebutuhan akan privasi. Anak mulai menuntut adanya ruang personal dan menjaga jarak tertentu dari orang tuanya. Mereka juga kerap melakukan eksperimen identitas demi menemukan jati diri yang sesungguhnya. Jangan heran jika remaja mulai mengeksplorasi beragam hobi, gaya penampilan, atau minat baru yang mungkin sebelumnya terasa asing bagi keluarga. Lebih jauh lagi, remaja yang matang secara emosional akan memiliki inisiatif dan dorongan kuat untuk meraih suatu pencapaian, baik itu dilakukan seorang diri maupun bersama kelompok pertemanannya.

Baca Juga

Rencana Pemprov DKI Jakarta Tertibkan Pagar Tinggi di Kawasan Mal dan Perkantoran

Rencana Pemprov DKI Jakarta Tertibkan Pagar Tinggi di Kawasan Mal dan Perkantoran

Berbagai perubahan sikap yang muncul di setiap tahapan usia anak memang tidak jarang menimbulkan rasa khawatir bagi orang tua. Meski demikian, memahami bahwa keinginan untuk mandiri sejak usia balita hingga tingginya kebutuhan privasi di masa remaja adalah bagian yang sangat wajar dari proses tumbuh kembang, tentu akan membuat orang tua menjadi jauh lebih tenang. Peran utama orang tua dalam hal ini bukanlah untuk mengekang atau menahan laju perubahan emosional tersebut. Sebaliknya, orang tua harus senantiasa hadir menjadi sistem pendukung yang konsisten bagi anak. Dengan memberikan kebebasan yang bertanggung jawab serta memastikan lingkungan yang tetap aman, orang tua turut berkontribusi besar dalam membentuk anak menjadi individu yang matang secara emosi dan siap menyongsong masa depannya.

Ikuti berputar.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

parentingpsikologi anaktumbuh kembang anakkematangan emosi

Berita Terbaru Lainnya

Transisi Energi Baru dan Terbarukan, Langkah Memanfaatkan PLTS Atap untuk Sektor Swasta dan ResidensialMengenal Kronologi Kerusuhan Komunal di Nepal dan DampaknyaBadan Gizi Nasional Usut Dugaan Pelanggaran di 5.355 Satuan Pelayanan Pemenuhan GiziDaftar Harga BBM Nonsubsidi Pertamina per 1 Agustus 2026 dan Alasan PenyesuaiannyaCara Mengembangkan Ekosistem Ekonomi Hijau Melalui Pemanfaatan Limbah Tapioka di LampungPanduan Penyesuaian Harga BBM Shell dan Pertamina per 1 Agustus 2026Penyelenggaraan Jakarta Watersport Festival 2026 di Danau SunterProfil Nasirun, Pelukis Eksentrik yang Kini Beristirahat di Makam Seniman Girisapto

Paling Banyak Dibaca

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

Olahraga

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

1 Agu 2026

Skandal Korupsi Ekspor Durian Vietnam, Wakil Menteri Ditangkap

Internasional

Skandal Korupsi Ekspor Durian Vietnam, Wakil Menteri Ditangkap

30 Jul 2026

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

Ekonomi

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

2 Agu 2026

Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar Global

Ekonomi

Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar Global

1 Agu 2026

Jadwal, Akses, dan Pengamanan Acara Zikir dan Doa Kebangsaan di Monas

Nasional

Jadwal, Akses, dan Pengamanan Acara Zikir dan Doa Kebangsaan di Monas

2 Agu 2026

Harga Minyak Dunia Kembali Melemah di Tengah Rencana Koalisi Maritim Arab Saudi

Ekonomi

Harga Minyak Dunia Kembali Melemah di Tengah Rencana Koalisi Maritim Arab Saudi

1 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026Olahraga 路 1 Agu 2026
  2. 2Skandal Korupsi Ekspor Durian Vietnam, Wakil Menteri DitangkapInternasional 路 30 Jul 2026
  3. 3Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per LiterEkonomi 路 2 Agu 2026
  4. 4Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar GlobalEkonomi 路 1 Agu 2026
  5. 5Jadwal, Akses, dan Pengamanan Acara Zikir dan Doa Kebangsaan di MonasNasional 路 2 Agu 2026
Bisnis
Market
Edukasi
Olahraga
Lingkungan
Teknologi
Politik & Hukum
Berita Nasional
Hiburan
Perjalanan & Wisata
Cuaca
Sepak Bola
Politik
Travel

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap