berputar.id
BerandaRegionalNewsHukumBeritaSosialKesejahteraan SosialEkonomiEkonomi & BisnisNasionalDuniaMetroInternasionalOtomotifKeuanganKulinerEnergiKriminalGeneral NewsEkonomi & EnergiKesehatanPariwisataGaya HidupSains & TeknologiBerita UmumBerita UtamaBerita LokalBisnisMarketEdukasiOlahragaLingkunganTeknologiPolitik & HukumBerita NasionalHiburanPerjalanan & WisataCuacaSepak BolaPolitikTravelPopuler
Beranda/Ekonomi

Cara Mengembangkan Ekosistem Ekonomi Hijau Melalui Pemanfaatan Limbah Tapioka di Lampung

Bambang SetiawanDiterbitkan 2 Agu 2026 - 14.10 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Cara Mengembangkan Ekosistem Ekonomi Hijau Melalui Pemanfaatan Limbah Tapioka di Lampung
Foto/Ilustrasi: ekonomi.republika.co.id.
A-A+

Provinsi Lampung dikenal sebagai salah satu pilar pertanian nasional, khususnya sebagai produsen singkong terbesar di Indonesia dengan hasil produksi mencapai sekitar 7,5 juta ton per tahun. Selain itu, provinsi ini juga menjadi salah satu pusat industri pengolahan tepung tapioka di tingkat nasional. Potensi pertanian yang melimpah ini kini mulai diarahkan untuk membangun ekosistem ekonomi hijau berbasis komoditas pertanian dan agroindustri. Langkah nyata tersebut diawali dengan penandatanganan nota kesepahaman antara PT ESGIN Global Partners, Dewan Pimpinan Daerah Himpunan Kerukunan Tani Indonesia Provinsi Lampung, dan Perhimpunan Pengusaha Tepung Tapioka Indonesia. Kesepakatan ini bertujuan untuk menyiapkan pemanfaatan limbah industri tapioka sebagai sumber energi terbarukan

berputar.id

Copyright 2026 berputar.id - All Rights Reserved.

Kategori

RegionalNewsHukumBeritaSosialKesejahteraan SosialEkonomiEkonomi & BisnisNasionalDuniaMetroInternasionalOtomotifKeuanganKulinerEnergiKriminalGeneral NewsEkonomi & EnergiKesehatanPariwisataGaya HidupSains & TeknologiBerita UmumBerita UtamaBerita Lokal
yang ramah lingkungan.

Bagi para pelaku industri dan pemangku kepentingan yang ingin memahami bagaimana ekosistem ekonomi hijau ini dikembangkan di Provinsi Lampung, terdapat beberapa langkah strategis yang akan diterapkan berdasarkan kesepakatan tersebut. Proses ini secara garis besar menggabungkan pengelolaan limbah industri pengolahan tepung tapioka, penerapan metode pertanian yang lebih modern, hingga pemanfaatan teknologi pemantauan digital yang terintegrasi. Pendekatan komprehensif ini dinilai memberikan peluang besar bagi pengembangan model ekonomi hijau yang menguntungkan baik dari sisi lingkungan maupun ekonomi masyarakat setempat.

Langkah pertama difokuskan pada upaya pengurangan emisi metana di sektor industri pengolahan tepung tapioka. Dalam operasionalnya, industri ini menghasilkan limbah cair dari proses pengolahan singkong. Melalui kerja sama strategis ini, limbah cair tersebut akan dikelola menggunakan teknologi penangkapan metana. Limbah cair yang telah diproses kemudian akan dimanfaatkan menjadi biogas untuk dijadikan sebagai sumber energi terbarukan. Pemanfaatan biogas ini tidak hanya berfungsi menekan emisi gas rumah kaca ke atmosfer, tetapi juga dinilai berpotensi menghasilkan kredit karbon. Kredit karbon ini nantinya dapat menjadi sumber nilai tambah ekonomi yang baru bagi para pelaku industri pengolahan tapioka.

Baca Juga

Transisi Energi Baru dan Terbarukan, Langkah Memanfaatkan PLTS Atap untuk Sektor Swasta dan Residensial

Transisi Energi Baru dan Terbarukan, Langkah Memanfaatkan PLTS Atap untuk Sektor Swasta dan Residensial

Langkah kedua adalah melakukan transformasi di sektor pertanian itu sendiri melalui program pertanian pintar iklim atau Climate Smart Agriculture. Kolaborasi ini menyasar para petani langsung, khususnya di lahan sawah, melalui penggunaan biochar serta penerapan metode pengairan berselang yang dikenal dengan istilah Alternate Wetting and Drying. Pendekatan pertanian ini secara khusus dijalankan untuk meningkatkan produktivitas hasil panen para petani, menjaga tingkat kesehatan tanah dalam jangka panjang, dan memperkuat ketahanan sektor pertanian terhadap dampak perubahan iklim. Di samping itu, metode ini juga dirancang untuk menekan emisi gas rumah kaca dari sektor pertanian sehingga petani diharapkan memiliki peluang besar untuk memperoleh manfaat finansial dari mekanisme Nilai Ekonomi Karbon.

Langkah ketiga adalah mengawal seluruh proses pengembangan proyek tersebut menggunakan sistem pemantauan berbasis teknologi mutakhir. Seluruh pengembangan proyek ekonomi hijau ini akan didukung penuh oleh sistem Digital Measurement, Reporting and Verification. Untuk menjamin transparansi serta keakuratan data pelaporan emisi sesuai standar nasional maupun internasional, sistem pemantauan digital ini memanfaatkan kolaborasi berbagai instrumen canggih. Instrumen teknologi yang digunakan mencakup pencitraan melalui citra satelit, pemanfaatan Internet of Things, penggunaan drone, pemantauan melalui dashboard digital, serta penerapan teknologi blockchain dalam pencatatan data lingkungan.

Baca Juga

Daftar Harga BBM Nonsubsidi Pertamina per 1 Agustus 2026 dan Alasan Penyesuaiannya

Daftar Harga BBM Nonsubsidi Pertamina per 1 Agustus 2026 dan Alasan Penyesuaiannya

Langkah keempat adalah menjalankan rangkaian aksi tindak lanjut yang terstruktur untuk merealisasikan program tersebut. Para pihak yang terlibat akan menyusun studi kelayakan secara mendalam, mengidentifikasi berbagai lokasi prioritas untuk implementasi awal, serta menyusun dokumen proyek karbon. Implementasi sistem Digital Measurement, Reporting and Verification dan persiapan skema pembiayaan hijau juga menjadi bagian penting guna mempercepat realisasi investasi di sektor pertanian dan agroindustri. Terkait investasi ini, Yayang Ruzaldy selaku Vice President dan Indonesia Regional Head PT ESGIN Global Partners menyatakan bahwa perusahaannya berkomitmen penuh untuk berinvestasi pada proyek-proyek strategis tersebut. Komitmen investasi ini mencakup program pertanian pintar iklim, pemanfaatan biochar, hingga proyek pengurangan metana di industri pengolahan tepung tapioka yang diharapkan memberikan manfaat ekonomi sekaligus lingkungan secara berkelanjutan.

Ikuti berputar.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Energi TerbarukanLampungekonomi hijaulimbah tapiokasingkongbiogas

Berita Terbaru Lainnya

Syarat Pemutihan Pajak Kendaraan Jawa Timur Periode Agustus 2026Panduan Persiapan Haji, Umrah, dan Wisata Halal di Pameran Islamic Travel Connect 2026Mengawal Realisasi Peraturan Gubernur Lembaga Adat dan Kebudayaan BetawiStrategi Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan di Kalimantan TengahTransisi Energi Baru dan Terbarukan, Langkah Memanfaatkan PLTS Atap untuk Sektor Swasta dan ResidensialMengenal Kronologi Kerusuhan Komunal di Nepal dan DampaknyaBadan Gizi Nasional Usut Dugaan Pelanggaran di 5.355 Satuan Pelayanan Pemenuhan GiziDaftar Harga BBM Nonsubsidi Pertamina per 1 Agustus 2026 dan Alasan Penyesuaiannya

Paling Banyak Dibaca

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

Ekonomi

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

2 Agu 2026

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

Olahraga

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

1 Agu 2026

Skandal Korupsi Ekspor Durian Vietnam, Wakil Menteri Ditangkap

Internasional

Skandal Korupsi Ekspor Durian Vietnam, Wakil Menteri Ditangkap

30 Jul 2026

Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar Global

Ekonomi

Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar Global

1 Agu 2026

Jadwal, Akses, dan Pengamanan Acara Zikir dan Doa Kebangsaan di Monas

Nasional

Jadwal, Akses, dan Pengamanan Acara Zikir dan Doa Kebangsaan di Monas

2 Agu 2026

Harga Minyak Dunia Kembali Melemah di Tengah Rencana Koalisi Maritim Arab Saudi

Ekonomi

Harga Minyak Dunia Kembali Melemah di Tengah Rencana Koalisi Maritim Arab Saudi

1 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per LiterEkonomi 路 2 Agu 2026
  2. 2Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026Olahraga 路 1 Agu 2026
  3. 3Skandal Korupsi Ekspor Durian Vietnam, Wakil Menteri DitangkapInternasional 路 30 Jul 2026
  4. 4Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar GlobalEkonomi 路 1 Agu 2026
  5. 5Jadwal, Akses, dan Pengamanan Acara Zikir dan Doa Kebangsaan di MonasNasional 路 2 Agu 2026
Bisnis
Market
Edukasi
Olahraga
Lingkungan
Teknologi
Politik & Hukum
Berita Nasional
Hiburan
Perjalanan & Wisata
Cuaca
Sepak Bola
Politik
Travel

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap