Rencana perubahan besar tengah membayangi bank sentral Amerika Serikat, yakni Federal Reserve atau yang lebih dikenal dengan sebutan The Fed. Ketua The Fed yang baru, Kevin Warsh, dilaporkan tengah mempertimbangkan untuk mengurangi frekuensi rapat kebijakan moneter terjadwal. Kevin Warsh sendiri baru saja diresmikan sebagai Ketua Federal Reserve setelah upacara pelantikannya yang berlangsung di East Room, Gedung Putih, Washington, DC, pada hari Jumat, 22 Mei 2026. Usulan mengenai pengurangan frekuensi pertemuan ini dilaporkan telah disampaikan langsung oleh Warsh dalam sebuah pertemuan Federal Open Market Committee atau FOMC. Bagi pihak-pihak yang memantau pergerakan ekonomi, penting untuk mengetahui langkah-langkah dalam memahami dan mengantisipasi rencana perubahan dari bank sentral Amerika Serikat ini. Berikut adalah panduan yang dapat diperhatikan.
Langkah pertama adalah memahami aturan dasar dan frekuensi rapat minimum yang berlaku di FOMC saat ini. Pada praktiknya saat ini, para pejabat Federal Reserve menggelar delapan kali rapat terjadwal selama setahun. Masing-masing rapat tersebut berlangsung selama dua hari dan selalu diakhiri dengan pengumuman keputusan suku bunga. Namun, berdasarkan aturan resmi FOMC, komite sebenarnya hanya diwajibkan untuk menggelar sedikitnya empat kali rapat setiap tahun di Washington. Dalam sidang konfirmasi di Senat pada bulan April lalu, Warsh sempat menyatakan bahwa aturan memang hanya mewajibkan minimal empat kali rapat dalam setahun. Ia juga menyatakan bahwa empat pertemuan dalam setahun sebenarnya tidak mencukupi, meskipun saat ini ia justru mengusulkan adanya pengurangan frekuensi dari delapan rapat yang biasa dilakukan.
Langkah kedua adalah tetap memantau jadwal rapat yang sudah ditetapkan secara resmi untuk sisa tahun 2026. Perubahan jadwal rapat ini dipastikan tidak akan terjadi secara mendadak pada tahun ini. Federal Reserve telah menetapkan jadwal rapat untuk sisa tahun 2026, yang akan diselenggarakan pada bulan September, Oktober, dan Desember. Sebagai catatan penting mengenai keputusan terbaru, pada hari Rabu, 30 Juli lalu, suku bunga acuan Amerika Serikat diputuskan untuk tetap dipertahankan. Keputusan ini diambil setelah melalui proses pemungutan suara di dalam FOMC dengan hasil akhir 9 berbanding 3. Jadwal sisa tahun ini akan menjadi masa transisi sebelum kemungkinan adanya perubahan jadwal pada tahun 2027 dan seterusnya, yang mana Warsh menyatakan bahwa dirinya belum mulai menyusun jadwal rapat untuk tahun tersebut.
The Fed Naikkan Suku Bunga, Bursa Asia Kompak Menguat

Langkah ketiga adalah mencermati sinyal perubahan kebijakan lain yang sedang digodok oleh kepemimpinan Kevin Warsh. Sejak mulai menjabat sebagai Ketua The Fed pada bulan Mei lalu, Warsh telah memberikan sejumlah sinyal mengenai potensi perubahan dalam tubuh bank sentral. Salah satu perubahan yang dipertimbangkan adalah kemungkinan untuk mengurangi jumlah konferensi pers yang biasanya digelar setelah pengumuman kebijakan moneter. Selain itu, Warsh juga telah membentuk lima gugus tugas khusus. Lima gugus tugas ini dibentuk untuk mengkaji berbagai perubahan dalam pelaksanaan kebijakan moneter, mulai dari strategi komunikasi, penggunaan data, hingga pengelolaan neraca keuangan The Fed.
Langkah keempat adalah mengantisipasi kemungkinan adanya rapat darurat di luar jadwal resmi yang telah ditetapkan. Meskipun frekuensi rapat terjadwal nantinya jadi dikurangi, sistem operasional The Fed tetap memungkinkan adanya pertemuan mendadak jika terjadi kondisi tertentu. Federal Reserve diketahui pernah mengadakan rapat darurat pada saat awal terjadinya pandemi COVID-19 pada tahun 2020 lalu. Berdasarkan aturan yang berlaku, rapat FOMC dapat diselenggarakan atas panggilan langsung dari Ketua Dewan Gubernur atau atas permintaan dari sedikitnya tiga anggota komite.
Bursa Saham AS Rontok Usai The Fed Naikkan Suku Bunga

Langkah kelima adalah memahami struktur keanggotaan komite yang akan mengambil keputusan-keputusan penting tersebut. Komite penentu suku bunga The Fed ini beranggotakan 12 orang. Keanggotaan tersebut terdiri dari tujuh anggota Dewan Gubernur di Washington, yang tentunya termasuk Kevin Warsh sendiri. Selain itu, struktur ini juga melibatkan Presiden Federal Reserve Bank of New York, yang memiliki peran penting dengan menjabat sebagai wakil ketua FOMC. Memahami siapa saja pihak yang terlibat akan membantu dalam memetakan arah kebijakan moneter ke depan.
Langkah terakhir adalah menyikapi dinamika dan ketidakpastian ini dengan terus menunggu pernyataan resmi berikutnya. Hingga saat ini, rencana pengurangan rapat tersebut masih berupa usulan dan belum ada konfirmasi lebih lanjut. Seorang juru bicara untuk Federal Reserve bahkan menolak untuk memberikan komentar terkait usulan yang diajukan oleh Warsh tersebut. Oleh karena itu, memantau pengumuman resmi secara berkala adalah satu-satunya cara paling akurat untuk mengantisipasi setiap perubahan kebijakan yang akan diterapkan oleh bank sentral Amerika Serikat di masa mendatang.






