Bursa saham di kawasan Asia-Pasifik diperdagangkan secara variatif pada Jumat (28/8/2026). Pergerakan pasar regional ini terjadi di tengah sikap para investor yang menantikan pidato Ketua Federal Reserve (The Fed), Kevin Warsh, dalam simposium tahunan bank sentral di Jackson Hole, Wyoming.
Pergerakan Saham Utama Kawasan Asia-Pasifik
Pada awal perdagangan Jumat, sejumlah bursa utama di kawasan Asia-Pasifik menunjukkan arah pergerakan yang berbeda. Indeks Nikkei 225 di Jepang mencatatkan penguatan sebesar 0,19 persen. Kenaikan serupa juga terjadi pada indeks S&P/ASX 200 di Australia yang menguat tipis 0,25 persen.
Sebaliknya, tekanan jual melanda pasar saham Korea Selatan. Indeks Kospi terpantau melemah cukup dalam hingga 1,16 persen di awal transaksi harian, mencerminkan tingginya kewaspadaan investor di kawasan terhadap prospek kebijakan suku bunga global.
Bos Kripto Sebar Duit Rp858 Miliar ke Partai Politik Jelang Pemilu

Pasar Menanti Sinyal Moneter Kevin Warsh
Perhatian para pelaku pasar global kini terpusat pada pertemuan tahunan bank sentral yang diadakan di Jackson Hole, Wyoming. Pidato Kevin Warsh menjadi sorotan utama karena pasar berupaya membaca langkah suku bunga acuan bank sentral Amerika Serikat tersebut ke depan.
Berdasarkan data CME FedWatch Tool, pelaku pasar saat ini memperhitungkan probabilitas sekitar 64 persen bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga acuannya pada pertemuan bulan depan.
Video, Bunga The Fed Diramal Naik 25 Bps Bulan Ini, BI Rate Ikut Naik?

Managing Director CIFC Asset Management, Natalia Lojevsky, menilai bahwa pasar saat ini masih meraba-raba langkah kebijakan bank sentral AS. Lojevsky menyebutkan bahwa investor memiliki wawasan yang sangat sedikit mengenai bagaimana Kevin Warsh akan merumuskan kebijakan moneternya.
Lebih lanjut, Lojevsky menjelaskan bahwa ketua bank sentral yang baru biasanya memanfaatkan ajang Jackson Hole untuk membangun kerangka kebijakan moneter selama masa jabatannya. Bahasa dan pernyataan yang disampaikan Warsh dalam pidato hari Jumat tersebut diproyeksikan bakal menjadi acuan penting bagi pasar dalam merespons rilis data ekonomi sepanjang satu tahun ke depan.






