Produsen kendaraan listrik asal Vietnam, VinFast, resmi menunjuk Pham Nhat Quan Anh sebagai Chief Executive Officer (CEO) global pada Sabtu (12/9). Quan Anh, yang merupakan putra sulung dari pendiri Vingroup Pham Nhat Vuong, mengambil alih posisi kepemimpinan eksekutif untuk mengawal arah bisnis perusahaan.
Quan Anh yang kini berusia 33 tahun sebelumnya telah menduduki posisi sebagai chairman global VinFast sejak Mei lalu. Melalui penunjukan terbaru ini, lulusan Singapore Management University tersebut merangkap jabatan sebagai chairman sekaligus CEO VinFast Vietnam. Di luar sektor otomotif, ia juga tetap menjalankan tugasnya sebagai CEO VinMetal, perusahaan manufaktur baja di bawah naungan Vingroup.
Dalam struktur kepengurusan baru, Quan Anh menggantikan sang ayah, Pham Nhat Vuong, yang sebelumnya menjabat sebagai CEO. Vuong, yang tetap memimpin Vingroup selaku konglomerasi terbesar di Vietnam sekaligus induk usaha VinFast, kini melanjutkan perannya sebagai anggota dewan komisaris atau direksi perusahaan.
Karyawan Telkom Bakal Pindah Usai Gedung Merah Putih Disewa BGN

Quan Anh tercatat menjadi figur kelima yang memimpin operasional VinFast sebagai CEO. Posisi puncak tersebut sebelumnya pernah dipegang oleh sejumlah tokoh industri otomotif internasional, antara lain mantan eksekutif General Motors James DeLuca, mantan petinggi Opel Michael Lohscheller, hingga Le Thi Thu Thuy yang memimpin VinFast saat melantai di bursa saham Nasdaq Amerika Serikat.
Restrukturisasi Aset dan Penetrasi Pasar
Pergantian kepemimpinan ini berjalan beriringan dengan agenda transformasi bisnis VinFast. Pada Mei lalu, perseroan mengumumkan rencana restrukturisasi untuk bertransisi menuju model bisnis yang lebih ringan aset (asset-light). Langkah tersebut mencakup pengalihan aset manufaktur senilai sekitar US$530 juta (sekitar Rp9,3 triliun) kepada kelompok investor pembeli yang juga menyerap liabilitas utang senilai sekitar US$6,9 miliar (sekitar Rp121 triliun).
Pertamina Tegaskan Harga Pertamax Dkk Tetap Ikuti Formula Pemerintah

Secara operasional dan finansial, VinFast mencatatkan pertumbuhan pendapatan hampir 42 persen pada kuartal pertama tahun ini, kendati beban kerugian bersih masih mengalami pelebaran. Di tengah kondisi tersebut, perseroan tetap memacu ekspansi ke sejumlah pasar luar negeri potensial, khususnya kawasan Asia Tenggara dan India.
Penguatan kepemimpinan generasi penerus juga terjadi pada entitas bisnis yang terafiliasi dengan VinFast. Putra kedua Vuong, Pham Nhat Minh Hoang, telah ditunjuk sebagai CEO global GSM, perusahaan operator layanan taksi listrik. GSM menargetkan pencatatan saham di bursa Hong Kong pada 2028 serta merencanakan pembelian armada hingga 1 juta unit mobil listrik dan 4 juta unit sepeda motor listrik dari VinFast dalam rentang tahun 2026 hingga 2030.






