Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) bersiap mempercepat penyelesaian proyek apartemen LRT City garapan PT Adhi Commuter Properti Tbk (ADCP). Proyek hunian berbasis Transit Oriented Development (TOD) yang sebelumnya sempat mandek akibat tekanan likuiditas dan proses restrukturisasi internal tersebut ditargetkan mendapat jalan keluar mulai September 2026.
Chief Operating Officer BPI Danantara sekaligus Kepala BP BUMN, Dony Oskaria, menyampaikan bahwa pihaknya akan menyuntikkan dana sebesar Rp456 miliar melalui Danantara Aset Manajemen (DAM) untuk menutup kekurangan biaya pembangunan. Dana segar ini disalurkan melalui induk usaha ADCP, yakni PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI).
"Apakah bentuknya nanti apakah equity, otomatis pemegang saham lain terdilusi, atau kita bentuknya shareholder loan," ujar Dony saat ditemui di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (31/8/2026).
JEC 2026 Siap Hadirkan Pemimpin dan Praktisi Bisnis Terkemuka

Dony menjelaskan bahwa manajemen ADHI akan segera dipanggil untuk mematangkan rencana kerja penyelesaian proyek. Mengingat ADHI merupakan perusahaan terbuka, setiap mekanisme injeksi modal harus melalui mekanisme persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).
Sebelum adanya komitmen pendanaan ini, proyek pembangunan Apartemen LRT City di sejumlah titik, termasuk Tebet, Ciracas, dan Cibubur, sempat terhenti hingga menunda jadwal serah terima unit kepada pembeli. Direktur Operasi ADCP, Farid Budiyanto, pada Juli lalu mengakui kondisi keterlambatan tersebut dipicu oleh kendala likuiditas dan agenda restrukturisasi yang tengah berjalan di tubuh perseroan sembari menyampaikan permohonan maaf kepada konsumen.
Lifting Minyak Tahun Depan Dikejar 612.500 Barel/ Hari

Menanggapi rencana masuknya modal dari Danantara, pihak manajemen ADCP menyatakan saat ini masih berkoordinasi secara intensif dengan ADHI dan Danantara mengenai alokasi penggunaan dana serta penentuan prioritas proyek yang akan didanai. Perseroan menegaskan seluruh tahapan pengajuan, penetapan, dan pencairan dana akan dijalankan dengan mematuhi prinsip tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance/GCG).






