Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melaju kencang pada awal perdagangan sesi II, Selasa (1/9/2026). Hingga pukul 13.52 WIB, indeks terpantau melonjak 65,07 poin atau menguat 1% ke level 6.590,55, kian mendekati ambang psikologis 6.600.
Data Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan IHSG bergerak di rentang 6.535,80 hingga level tertinggi harian di 6.592,74. Kinerja positif ini melanjutkan momentum penguatan dari hari sebelumnya, saat indeks ditutup naik tipis 0,11% di level 6.525,48.
Aktivitas pasar terbilang cukup semarak di awal perdagangan September. Nilai transaksi perdagangan saham per pukul 13.52 WIB telah menyentuh Rp11,68 triliun, dengan volume perdagangan mencapai 30,42 miliar lembar saham dan frekuensi transaksi tercatat sebanyak 1,72 juta kali. Secara keseluruhan, 398 saham bergerak menguat, 244 saham melemah, dan 321 saham tidak mengalami perubahan harga.
Bulog dan Bapanas Percepat Penyaluran 181 Ribu Ton Beras Bantuan Pangan di Jawa Barat

Saham Perbankan Jadi Pendorong Utama
Laju indeks komposit terutama ditopang oleh penguatan signifikan pada jajaran saham perbankan berkapitalisasi besar. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) memimpin penguatan sekaligus menjadi kontributor terbesar bagi laju IHSG dengan lonjakan harga saham melampaui 2,5%.
Kenaikan ini disusul oleh emiten perbankan besar lainnya. Saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) terpantau naik 2,1%, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menguat 1,5%, dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) terkerek naik 0,52%.
Mendag Ungkap Biang Kerok Mahalnya Daging Sapi di Sejumlah Daerah

Penguatan sektor perbankan tersebut sejalan dengan derasnya aliran modal investor asing. Pada sesi I perdagangan Selasa (1/9/2026), BBRI memimpin aksi beli bersih (net buy) asing dengan nilai mencapai Rp405,96 miliar. Tren akumulasi ini melanjutkan pola dari hari sebelumnya, Senin (31/8/2026), ketika pemodal asing mencatatkan net buy sebesar Rp371,3 miliar di BBRI, Rp103,9 miliar di BBNI, Rp78,9 miliar di BBCA, serta Rp39,2 miliar di BMRI.






