KAI Commuter resmi mengalihkan seluruh pelayanan naik dan turun penumpang Kereta Rel Listrik (KRL) dari Stasiun Karet ke Stasiun Sudirman Baru atau BNI City mulai Selasa (1/9/2026). Penutupan pelayanan di Stasiun Karet ini merupakan bagian dari proses integrasi fasilitas dengan Stasiun BNI City.
Pengalihan tersebut memicu beragam respons dari para pengguna harian KRL yang kini harus beradaptasi dengan alur perjalanan baru. Sejumlah penumpang mengeluhkan jarak jalan kaki yang bertambah panjang menuju jalan raya maupun area perkantoran.
Ahmad Suradi, salah satu penumpang yang biasa menggunakan Stasiun Karet, mengungkapkan kekhawatirannya jika kondisi cuaca sedang tidak mendukung. Ia merasa ada kesulitan tambahan karena harus berjalan lebih jauh saat berpindah moda transportasi, terlebih ketika turun hujan.
Kebakaran Asrama TNI di Makassar, Water Cannon Brimob Ikut Dikerahkan

Keluhan senada disampaikan oleh Teguh, penumpang dengan tujuan kawasan Kuningan dan Mal Ambassador. Menurutnya, akses dari BNI City menuju jalan raya membutuhkan waktu tempuh lebih lama dibandingkan saat turun di Stasiun Karet. Ia memperkirakan harus berjalan lebih dari 200 meter baru bisa mencapai akses jalan utama.
Selain para penumpang, penutupan pelayanan stasiun ini berdampak langsung pada pelaku usaha mikro di sekitar gerbang Stasiun Karet. Tiroh, salah seorang pedagang di kawasan tersebut, menuturkan bahwa mobilitas warga yang melintas di depan lapaknya berkurang drastis hingga sekitar separuh dari hari-hari sebelumnya.
114 Rumah Terdampak Imbas Kebakaran Permukiman Padat di Batu Ceper, Jakpus

Untuk menghubungkan kedua titik tersebut, pengguna KRL dari kawasan Stasiun Karet dapat memanfaatkan selasar pedestrian di sisi sungai yang berjarak sekitar 150 meter dari pintu masuk stasiun lama menuju Stasiun BNI City. Sebelum pengalihan penuh ini diberlakukan, tercatat ada 264 perjalanan Commuter Line per hari yang melayani lintasan Kampung Bandan鈥揅ikarang melewati kedua stasiun tersebut.






