berputar.id
BerandaNewsHukumEkonomiNasionalInternasionalBisnisOlahragaTeknologiPolitikBantuan SosialBpjs KesehatanCPNSPopuler
Beranda/Ekonomi

BPDP Tegaskan Keberlanjutan dan Hilirisasi Sebagai Kunci Masa Depan Industri Sawit Indonesia

Marthen TandirerungDiterbitkan 31 Jul 2026 - 06.21 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
BPDP Tegaskan Keberlanjutan dan Hilirisasi Sebagai Kunci Masa Depan Industri Sawit Indonesia
Foto/Ilustrasi: Republika
A-A+

Masa depan industri kelapa sawit di Indonesia akan sangat bergantung pada keberhasilan penerapan prinsip-prinsip keberlanjutan. Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) menegaskan bahwa langkah ini merupakan kunci utama untuk mempertahankan posisi komoditas strategis tersebut di pasar internasional. Upaya peningkatan produktivitas, penguatan sektor hilir, serta kepatuhan terhadap standar lingkungan dan tata kelola yang baik dinilai sebagai faktor krusial yang tidak bisa lagi diabaikan agar kelapa sawit nasional tetap memiliki daya saing tinggi secara global.

Pentingnya pendekatan keberlanjutan ini diutarakan secara langsung oleh Direktur Keuangan, Manajemen Risiko, Umum, dan Kepatuhan BPDP, Zaid Burhan Ibrahim. Saat membuka sebuah diskusi mengenai industri sawit berkelanjutan yang diselenggarakan di Hotel Mercure, Pangkalan Bun, Provinsi Kalimantan Tengah, pada hari Rabu, 29 Juli 2026, ia menyoroti pergeseran fokus dalam sektor ini. Menurutnya, pembahasan mengenai industri kelapa sawit pada masa kini tidak lagi sekadar berpusat pada angka produksi maupun volume ekspor semata. Sektor perkebunan ini dinilai telah menyentuh berbagai dimensi kehidupan yang lebih luas, mulai dari aspek ekonomi, sosial, energi, pelestarian lingkungan, hingga dinamika geopolitik internasional. Oleh karena itu, pengelolaan yang berlandaskan prinsip keberlanjutan menjadi sebuah keharusan mutlak agar industri ini tetap mampu bersaing dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas.

Dalam forum diskusi yang sama, Zaid juga memaparkan bahwa penguatan program hilirisasi merupakan komponen yang tidak terpisahkan dari upaya mewujudkan industri kelapa sawit yang berkelanjutan di tanah air. Perkembangan sektor hilir saat ini menunjukkan tren yang sangat positif. Berdasarkan data terkini, lebih dari 80 persen total ekspor kelapa sawit Indonesia sudah dikirimkan dalam bentuk produk hilir. Pencapaian persentase yang signifikan ini membuktikan bahwa Indonesia tidak lagi hanya bertumpu pada ekspor bahan mentah, melainkan telah mampu menciptakan nilai tambah yang jauh lebih besar dan memberikan dampak positif bagi pertumbuhan perekonomian nasional secara keseluruhan.

Baca Juga

Bahlil Sebut Perusahaan Asal Rusia Rusal Bakal Bangun Pabrik Pemurnian Bauksit di Kalimantan

Bahlil Sebut Perusahaan Asal Rusia Rusal Bakal Bangun Pabrik Pemurnian Bauksit di Kalimantan

Untuk menjaga momentum pertumbuhan dan mendukung kelancaran proses hilirisasi industri kelapa sawit, Pemerintah Indonesia terus mengambil langkah strategis melalui berbagai kebijakan insentif. Salah satu bentuk dukungan nyata tersebut diwujudkan melalui pemberian fasilitas Kawasan Berikat. Direktur Fasilitas Kepabeanan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Yetty Yulianty, yang memberikan penjelasan terkait hal tersebut pada hari Kamis, 30 Juli 2026, menyatakan bahwa kebijakan penyediaan kawasan khusus ini dirancang untuk meningkatkan daya saing industri pengolahan di dalam negeri. Langkah strategis ini sekaligus ditujukan oleh pemerintah untuk mendorong peningkatan volume ekspor berbagai produk kelapa sawit yang memiliki nilai tambah tinggi di pasar global.

Lebih jauh, Yetty menegaskan bahwa fasilitas kepabeanan ini disalurkan dengan target yang sangat spesifik agar sejalan dengan visi besar hilirisasi dari pemerintah pusat. Fasilitas Kawasan Berikat tersebut secara khusus diberikan kepada perusahaan-perusahaan yang beroperasi di sektor industri antara atau intermediate serta industri hilir. Pihak Direktorat Jenderal Bea dan Cukai secara tegas menyatakan tidak memberikan fasilitas serupa kepada perusahaan atau pabrik yang hanya bergerak di sektor hulu. Keputusan ini diambil karena tujuan utama dari pemberian insentif tersebut adalah murni untuk memacu dan mempercepat proses hilirisasi industri pengolahan kelapa sawit di Indonesia, bukan untuk memfasilitasi produksi bahan mentah di lini hulu.

Baca Juga

Cegah Defisit Belanja, Negara Ini Pilih Jual Saham BUMN

Cegah Defisit Belanja, Negara Ini Pilih Jual Saham BUMN

Bagi para pelaku usaha di sektor antara dan hilir yang memanfaatkan fasilitas Kawasan Berikat ini, pemerintah menawarkan serangkaian keuntungan fiskal yang sangat meringankan beban operasional produksi. Barang-barang yang dimasukkan ke dalam kawasan tersebut akan langsung mendapatkan fasilitas penangguhan bea masuk. Selain itu, perusahaan juga tidak akan dipungut Pajak Dalam Rangka Impor (PDRI) dan berhak atas pembebasan cukai. Keuntungan lainnya mencakup pembebasan dari pungutan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) ataupun Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPN dan PPnBM), dengan catatan yang ketat bahwa seluruh barang tersebut benar-benar digunakan secara eksklusif untuk mendukung kegiatan produksi di dalam kawasan.

Ikuti berputar.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

BPDPKelapa SawitBea CukaiHilirisasiKawasan Berikat

Berita Terbaru Lainnya

Kecelakaan Maut di Tol Jombang-Mojokerto, 4 Tewas 7 LukaPolisi Tetapkan 3 Tersangka Kasus Pengeroyokan Pedagang Kaca di PejomponganJalan Alternatif Langkat-Karo Longsor, Kendaraan Bergantian MelintasGempa M6,5 di Dekat Kepulauan Seribu, Dipastikan Tak Berpotensi TsunamiTanggap Darurat Gempa Sikka Selesai, 3.370 Warga Masih MengungsiDua Pria Ditangkap Bawa 5,2 Kg Sabu Senilai Rp 5,24 MBahlil Sebut Perusahaan Asal Rusia Rusal Bakal Bangun Pabrik Pemurnian Bauksit di KalimantanBentrok Dua Desa di Maluku, 27 Rumah Dibakar, 4 Warga Luka

Paling Banyak Dibaca

Jadwal UFC 330 Islam Makhachev vs Ian Garry dan Info Live Streaming

Olahraga

Jadwal UFC 330 Islam Makhachev vs Ian Garry dan Info Live Streaming

7 Agu 2026

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

Ekonomi

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

2 Agu 2026

Festival Seni Colour of Indonesia Dorong Kreativitas Anak Menyambut HUT Ke-81 RI

Nasional

Festival Seni Colour of Indonesia Dorong Kreativitas Anak Menyambut HUT Ke-81 RI

4 Agu 2026

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

Olahraga

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

1 Agu 2026

Tim Operasi Gabungan Sita Puluhan Ribu Batang Rokok Ilegal di Kota Malang

Nasional

Tim Operasi Gabungan Sita Puluhan Ribu Batang Rokok Ilegal di Kota Malang

9 Agu 2026

Jadwal Wayang Kulit Ki Eko Suwaryo Agustus 2026 dan Link Live Streaming

Budaya

Jadwal Wayang Kulit Ki Eko Suwaryo Agustus 2026 dan Link Live Streaming

1 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Jadwal UFC 330 Islam Makhachev vs Ian Garry dan Info Live StreamingOlahraga 路 7 Agu 2026
  2. 2Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per LiterEkonomi 路 2 Agu 2026
  3. 3Festival Seni Colour of Indonesia Dorong Kreativitas Anak Menyambut HUT Ke-81 RINasional 路 4 Agu 2026
  4. 4Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026Olahraga 路 1 Agu 2026
  5. 5Tim Operasi Gabungan Sita Puluhan Ribu Batang Rokok Ilegal di Kota MalangNasional 路 9 Agu 2026

berputar.id

Copyright 2026 berputar.id - All Rights Reserved.

Kategori

NewsHukumEkonomiNasionalInternasionalBisnisOlahragaTeknologiPolitikBantuan SosialBpjs KesehatanCPNS

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap