berputar.id
BerandaNewsHukumEkonomiNasionalInternasionalBisnisOlahragaTeknologiPolitikBantuan SosialBpjs KesehatanCPNSPopuler
Beranda/Nasional

BMKG Jelaskan Potensi Sebaran Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau ke DIY dan Jateng

Sri NugrohoDiterbitkan 8 Sep 2026 - 01.16 路 1 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
BMKG Jelaskan Potensi Sebaran Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau ke DIY dan Jateng
Foto/Ilustrasi: CNN Indonesia
A-A+

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan potensi sebaran abu vulkanik dari Gunung Anak Krakatau mencapai wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) maupun Jawa Tengah diperkirakan sangat minim.

Berdasarkan pantauan citra satelit yang dilakukan oleh BMKG, sebaran debu vulkanik dari aktivitas gunung api tersebut saat ini cenderung bergeser ke arah barat.

Pantauan Citra Satelit dan Arah Sebaran Abu

Prakirawan Stasiun Meteorologi Yogyakarta, Bhakti Wira Kusumah, menyampaikan bahwa data citra satelit per pukul 13.00 WIB menunjukkan debu vulkanik Gunung Anak Krakatau masih terdeteksi di sebagian kawasan Banten dan wilayah barat daya Jawa Barat.

Di samping itu, sebaran abu vulkanik juga masih berpotensi terjadi di kawasan barat Lampung. Sementara itu, wilayah Jakarta dipastikan sudah tidak lagi masuk dalam area sebaran debu vulkanik tersebut.

Baca Juga

Daryono Gempa Pangalengan Bukan Pertanda Pasti Adanya Gempa Besar

Daryono Gempa Pangalengan Bukan Pertanda Pasti Adanya Gempa Besar

Bhakti menegaskan bahwa tidak ada dampak sebaran debu vulkanik yang terpantau mencapai Jawa Tengah maupun DIY.

"Untuk wilayah Jateng bahkan hingga DIY memang sampai saat ini belum ada terdeteksi dipengaruhi adanya debu vulkanik atau potensinya cukup sangat kecil," ujar Bhakti.

Dampak Partikel Abu dan Imbauan bagi Warga

Kendati wilayah Jakarta dan sejumlah area lain sudah tidak terdeteksi berada di dalam sebaran utama debu vulkanik, keberadaan sisa partikel abu vulkanik dinilai masih perlu diwaspadai.

Bhakti menjelaskan partikel abu vulkanik secara teoretis dapat memengaruhi kondisi lingkungan, salah satunya memicu penurunan suhu permukaan. Hal ini terjadi lantaran partikel abu vulkanik dapat menghalangi radiasi sinar matahari masuk ke permukaan bumi.

Baca Juga

Sebulan Gempa NTT, Warga Palue Masih Tinggal di Pengungsian

Sebulan Gempa NTT, Warga Palue Masih Tinggal di Pengungsian

"Sehingga permukaan biasanya terasa lebih dingin karena memang matahari tidak bisa masuk," jelasnya.

Selain itu, partikel abu vulkanik juga berpotensi berfungsi sebagai inti kondensasi yang membantu mempercepat proses pembentukan awan di atmosfer. Meski demikian, efektivitas proses pembentukan awan tersebut tetap bergantung pada ketersediaan uap air yang ada di udara.

BMKG mengimbau masyarakat, khususnya yang berada di wilayah Jawa Tengah dan DIY, untuk tetap tenang serta terus mengikuti perkembangan informasi resmi yang disampaikan oleh BMKG dan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

Sumber: CNN Indonesia

Ikuti berputar.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

BMKG

Berita Terbaru Lainnya

Bursa Mineral ICOMEX Bakal Dibentuk Hari Ini, Beroperasi 4 Januari 2027The Fed Naikkan Suku Bunga, Bursa Asia Kompak MenguatRekomendasi Saham Hari Ini, INCO, MITI, hingga DPUMDaryono Gempa Pangalengan Bukan Pertanda Pasti Adanya Gempa BesarSebulan Gempa NTT, Warga Palue Masih Tinggal di PengungsianRSCM, Siswi Keracunan MBG di Karo Tak Alami Gangguan Fungsi OtakMenguak Misteri Keberadaan Nusron Usai KPK OTT Kasus HGB SummareconPurbaya Jadi Menkeu Setahun, Berapa Uang Pensiunnya?

Paling Banyak Dibaca

Jadwal UFC 330 Islam Makhachev vs Ian Garry dan Info Live Streaming

Olahraga

Jadwal UFC 330 Islam Makhachev vs Ian Garry dan Info Live Streaming

7 Agu 2026

Jadwal China Masters 2026 Hari Ini 2 September, Live di Mana?

Olahraga

Jadwal China Masters 2026 Hari Ini 2 September, Live di Mana?

2 Sep 2026

Menerapkan Pedoman dan Regulasi Pemanfaatan Kecerdasan Artifisial Kementerian Komdigi

Teknologi

Menerapkan Pedoman dan Regulasi Pemanfaatan Kecerdasan Artifisial Kementerian Komdigi

25 Agu 2026

Kementan Ungkap 25 Merek Beras Fortifikasi Abal-abal, Diduga Rugikan Konsumen hingga Rp 89 Triliun

Nasional

Kementan Ungkap 25 Merek Beras Fortifikasi Abal-abal, Diduga Rugikan Konsumen hingga Rp 89 Triliun

16 Sep 2026

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

Ekonomi

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

2 Agu 2026

Aktivasi NIK Menjadi NPWP via Portal Coretax DJP, Tahapan dan Ketentuannya

Nasional

Aktivasi NIK Menjadi NPWP via Portal Coretax DJP, Tahapan dan Ketentuannya

25 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Jadwal UFC 330 Islam Makhachev vs Ian Garry dan Info Live StreamingOlahraga 路 7 Agu 2026
  2. 2Jadwal China Masters 2026 Hari Ini 2 September, Live di Mana?Olahraga 路 2 Sep 2026
  3. 3Menerapkan Pedoman dan Regulasi Pemanfaatan Kecerdasan Artifisial Kementerian KomdigiTeknologi 路 25 Agu 2026
  4. 4Kementan Ungkap 25 Merek Beras Fortifikasi Abal-abal, Diduga Rugikan Konsumen hingga Rp 89 TriliunNasional 路 16 Sep 2026
  5. 5Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per LiterEkonomi 路 2 Agu 2026

berputar.id

Copyright 2026 berputar.id - All Rights Reserved.

Kategori

NewsHukumEkonomiNasionalInternasionalBisnisOlahragaTeknologiPolitikBantuan SosialBpjs KesehatanCPNS

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap