Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan potensi sebaran abu vulkanik dari Gunung Anak Krakatau mencapai wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) maupun Jawa Tengah diperkirakan sangat minim.
Berdasarkan pantauan citra satelit yang dilakukan oleh BMKG, sebaran debu vulkanik dari aktivitas gunung api tersebut saat ini cenderung bergeser ke arah barat.
Pantauan Citra Satelit dan Arah Sebaran Abu
Prakirawan Stasiun Meteorologi Yogyakarta, Bhakti Wira Kusumah, menyampaikan bahwa data citra satelit per pukul 13.00 WIB menunjukkan debu vulkanik Gunung Anak Krakatau masih terdeteksi di sebagian kawasan Banten dan wilayah barat daya Jawa Barat.
Di samping itu, sebaran abu vulkanik juga masih berpotensi terjadi di kawasan barat Lampung. Sementara itu, wilayah Jakarta dipastikan sudah tidak lagi masuk dalam area sebaran debu vulkanik tersebut.
PDIP Laporkan Hoaks Kader Ellen Taroreh Terkait Ojol Melva saat Demo

Bhakti menegaskan bahwa tidak ada dampak sebaran debu vulkanik yang terpantau mencapai Jawa Tengah maupun DIY.
"Untuk wilayah Jateng bahkan hingga DIY memang sampai saat ini belum ada terdeteksi dipengaruhi adanya debu vulkanik atau potensinya cukup sangat kecil," ujar Bhakti.
Dampak Partikel Abu dan Imbauan bagi Warga
Kendati wilayah Jakarta dan sejumlah area lain sudah tidak terdeteksi berada di dalam sebaran utama debu vulkanik, keberadaan sisa partikel abu vulkanik dinilai masih perlu diwaspadai.
Bhakti menjelaskan partikel abu vulkanik secara teoretis dapat memengaruhi kondisi lingkungan, salah satunya memicu penurunan suhu permukaan. Hal ini terjadi lantaran partikel abu vulkanik dapat menghalangi radiasi sinar matahari masuk ke permukaan bumi.
Kejagung Minta Hakim Tolak Praperadilan Lodewyk, Penyitaan Aset Sah

"Sehingga permukaan biasanya terasa lebih dingin karena memang matahari tidak bisa masuk," jelasnya.
Selain itu, partikel abu vulkanik juga berpotensi berfungsi sebagai inti kondensasi yang membantu mempercepat proses pembentukan awan di atmosfer. Meski demikian, efektivitas proses pembentukan awan tersebut tetap bergantung pada ketersediaan uap air yang ada di udara.
BMKG mengimbau masyarakat, khususnya yang berada di wilayah Jawa Tengah dan DIY, untuk tetap tenang serta terus mengikuti perkembangan informasi resmi yang disampaikan oleh BMKG dan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).






