Pemerintah daerah di distrik Mentougou, Beijing bagian barat, resmi menetapkan status peringatan darurat banjir ke tingkat tertinggi pada hari Selasa, 11 Agustus 2026. Langkah antisipasi darurat ini diambil seiring dengan persiapan penuh yang dilakukan oleh seluruh otoritas terkait di ibu kota China tersebut untuk menghadapi ancaman cuaca ekstrem. Hujan dengan intensitas sangat tinggi diperkirakan akan mengguyur wilayah Beijing mulai Selasa malam hingga hari Kamis mendatang. Situasi ini menuntut kewaspadaan penuh baik dari pihak berwenang maupun seluruh warga yang tinggal di kawasan metropolitan tersebut guna mengantisipasi potensi bencana banjir.
Layanan meteorologi Beijing memproyeksikan akumulasi curah hujan yang sangat besar dalam waktu singkat di sebagian besar wilayah kota. Berdasarkan perkiraan cuaca yang dirilis oleh layanan meteorologi Beijing, sebagian besar area di kota tersebut akan menghadapi hujan deras dengan akumulasi curah hujan yang diperkirakan melebihi 100 milimeter (mm) hanya dalam kurun waktu enam jam. Tidak hanya itu, akumulasi curah hujan selama jangka waktu 24 jam diprediksi akan melampaui angka 150 mm, yang menunjukkan tingkat intensitas hujan yang sangat tinggi bagi wilayah tersebut.
Jika ditinjau berdasarkan data klimatologi setempat, volume air yang diproyeksikan akan turun kali ini tergolong sangat luar biasa bagi Beijing. Kota Beijing biasanya memiliki rata-rata curah hujan tahunan yang tergolong rendah, yaitu hanya sekitar 528 mm per tahun. Sebagian besar dari curah hujan tahunan tersebut pun biasanya turun secara berkala dalam rentang waktu beberapa bulan saja, tepatnya dari periode Juni hingga September. Dengan adanya prakiraan cuaca ekstrem kali ini, curah hujan yang turun dalam waktu 24 jam diproyeksikan akan melebihi sepertiga dari total rata-rata curah hujan tahunan kota tersebut.
Pemerintah Tinjau Pengajuan Perpanjangan Izin Tambang (IUPK) PT Freeport Indonesia

Pada beberapa wilayah tertentu di Beijing, curah hujan bahkan diperkirakan akan jauh lebih tinggi dan berpotensi memicu bencana yang lebih besar. Hujan dengan intensitas lebih dari 200 mm dalam sehari di sejumlah wilayah tersebut setara dengan sekitar 38 persen dari rata-rata curah hujan tahunan yang diterima Beijing. Wilayah-wilayah yang berpotensi menerima curah hujan sangat tinggi hingga melebihi 200 mm dalam kurun waktu 24 jam ini meliputi beberapa distrik, yaitu distrik Tongzhou, Daxing, Fangshan, Mentougou, Huairou, dan Fengtai.
Pemicu di balik kondisi cuaca yang sangat ekstrem di ibu kota China ini telah diidentifikasi berasal dari pergerakan atmosfer. Keadaan cuaca ini disebabkan oleh fenomena konvergensi atau pertemuan dua massa udara yang kuat. Massa udara lembap yang bergerak dari arah selatan, yang bersumber dari Topan Dolphin, bertemu secara langsung dengan massa udara dingin yang datang dari wilayah utara China. Pertemuan kedua massa udara inilah yang kemudian memicu terbentuknya awan-awan hujan dengan intensitas ekstrem di wilayah Beijing.
Memahami Ancaman Gempa Intraslab dari Peristiwa Robeknya Lempeng Samudra Nazca di Kolombia

Untuk mengantisipasi dampak buruk dari cuaca ekstrem ini, pihak berwenang telah mengeluarkan sejumlah imbauan keselamatan yang ketat bagi masyarakat. Di distrik Mentougou, di mana peringatan darurat banjir tingkat tertinggi telah diberlakukan oleh pemerintah setempat sejak hari Selasa, warga diminta dengan sangat untuk tetap berada di dalam rumah, kecuali jika ada keperluan yang benar-benar mendesak. Selain itu, otoritas terkait juga mengimbau seluruh masyarakat untuk menghindari melakukan perjalanan menuju kawasan pegunungan maupun daerah-daerah di sekitar aliran sungai selama cuaca ekstrem ini berlangsung demi menjaga keselamatan diri masing-masing.






