berputar.id
BerandaNewsHukumEkonomiNasionalInternasionalOtomotifKeuanganBisnisOlahragaTeknologiPolitikMegapolitanPopuler
Beranda/Nasional

Keprihatinan Gerakan Nurani Bangsa Menjelang HUT ke-81 RI

Ance RundenganDiterbitkan 12 Agu 2026 - 04.48 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Keprihatinan Gerakan Nurani Bangsa Menjelang HUT ke-81 RI
Foto/Ilustrasi: tirto.id.
A-A+

Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Gerakan Nurani Bangsa (GNB) menyampaikan keprihatinan mendalam mengenai kondisi bangsa saat ini. Gerakan yang terdiri dari sejumlah tokoh nasional tersebut menilai bahwa bangsa Indonesia saat ini belum sepenuhnya merdeka. Pandangan ini mengemuka dalam acara Sarasehan Kemerdekaan yang diselenggarakan di Graha Pemuda, Kompleks Gereja Katedral Jakarta, pada hari Selasa, 11 Agustus 2026. Pertemuan ini menjadi momentum penting bagi para tokoh nasional untuk merefleksikan kembali arah perjalanan bangsa Indonesia.

Salah satu pendiri GNB yang juga merupakan istri dari Presiden ke-4 Republik Indonesia Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Sinta Nuriyah, menilai bahwa kondisi bangsa Indonesia saat ini sedang tidak dalam keadaan baik-baik saja. Sinta mengungkapkan keprihatinannya terhadap situasi sosial yang terjadi di tengah masyarakat. Menurutnya, saat ini rakyat tengah dihadapkan pada rasa marah akibat ketidakadilan yang dirasakan, gelombang demonstrasi yang terus-menerus terjadi, serta adanya tindakan kekerasan berlebihan yang dilakukan oleh kelompok-kelompok keamanan. Sinta juga menyoroti tindakan-tindakan amoral yang kian hari kian marak dan merebak di masyarakat, bahkan sampai membawa korban jiwa. Ia menyatakan kekhawatirannya bahwa sensitivitas-sensitivitas kemanusiaan, yang seharusnya menjadi cerminan dari tingginya peradaban suatu bangsa, kini telah hilang.

Dalam kesempatan yang sama, Uskup Agung Jakarta, Kardinal Ignatius Suharyo, turut memberikan pandangannya dengan menarik konsep spiritual ke dalam kehidupan bernegara. Suharyo menerapkan konsep pertaubatan ke dalam konteks kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Ia menceritakan bahwa dalam sebuah pertemuan yang dihadiri oleh para uskup dari seluruh wilayah Asia, judul atau tema utama yang diangkat adalah konversi dan pertaubatan. Berangkat dari pemikiran tersebut, Suharyo mengimbau dan mendesak agar para pemimpin, pengambil keputusan, serta seluruh warga bangsa Indonesia terus-menerus menjalani pertaubatan ini dalam kehidupan bernegara mereka.

Baca Juga

Cuaca Jakarta Rabu Diprediksi Cerah, Suhu Capai 35 Derajat

Cuaca Jakarta Rabu Diprediksi Cerah, Suhu Capai 35 Derajat

Pentingnya aspek moralitas dalam kepemimpinan nasional juga ditekankan oleh Halida Hatta, putri dari Wakil Presiden ke-1 Republik Indonesia, Mohammad Hatta. Halida menegaskan bahwa bangsa Indonesia pada dasarnya didirikan dan dibangun di atas dua pilar kekuatan sekaligus, yaitu kekuatan fisik dan moral. Oleh karena itu, ia menyerukan pentingnya upaya bersama untuk memperbaiki kualitas kehidupan berbangsa dan bernegara, terutama yang berkaitan dengan para pemimpinnya. Halida mengingatkan kembali bahwa kekuasaan merupakan sebuah amanah yang harus dipertanggungjawabkan demi mewujudkan keadilan dan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia.

Selain menyoroti masalah moral dan sosial, sarasehan ini juga membahas isu ketatanegaraan, khususnya terkait usulan Pokok-Pokok Haluan Negara (PPHN) oleh MPR RI. PPHN sendiri diusulkan sebagai panduan pembangunan nasional jangka panjang yang mengikat presiden. Mantan Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin, memberikan catatan kritis dan mempertanyakan kejelasan dari usulan tersebut. Lukman mempertanyakan wadah hukum yang akan digunakan untuk menampung PPHN, apakah nantinya akan ditempatkan di dalam konstitusi, Ketetapan (TAP) MPR, atau cukup dalam bentuk undang-undang saja.

Baca Juga

Rekonstruksi Kasus Mutilasi Depok Ungkap Cara Saepuloh Menghabisi Korban

Rekonstruksi Kasus Mutilasi Depok Ungkap Cara Saepuloh Menghabisi Korban

Lebih lanjut, Lukman Hakim Saifuddin juga mempertanyakan kekuatan hukum dan efektivitas dari PPHN itu sendiri. Ia mempertanyakan apakah isi dari PPHN memiliki kekuatan yang memaksa atau tidak. Jika tidak memiliki kekuatan memaksa, Lukman mempertanyakan apa makna dari keberadaan haluan negara tersebut. Sebaliknya, jika PPHN memiliki kekuatan memaksa, ia mempertanyakan kepada siapa nantinya presiden harus bertanggung jawab atas pelaksanaan haluan tersebut. Meskipun mengajukan sejumlah pertanyaan kritis, Lukman menegaskan bahwa Gerakan Nurani Bangsa (GNB) bersikap terbuka untuk terlibat secara aktif jika diajak melakukan diskusi resmi oleh pihak MPR RI guna membahas usulan PPHN tersebut.

Ikuti berputar.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

HUT ke-81 RI

Berita Terbaru Lainnya

Penyelidikan Kasus Bayi Korban Pembunuhan di Pekarangan Rumah Pasutri MojokertoOJK Harap MSCI Objektif Menilai Transparansi Pasar Modal dan Cabut Status PembekuanPolisi Tangkap 2 Pelaku Penyekapan Lansia Ngaku Anggota KPKCuaca Jakarta Rabu Diprediksi Cerah, Suhu Capai 35 DerajatGelombang Panas Bisa Gerus Ekonomi Eropa hingga Rp3.700 TStrategi Pemerintah Kejar Target Ekspor Rp5.618 Triliun pada 2026OJK Catat Pembiayaan UMKM Lintas Sektor Capai Rp 1.948,72 Triliun pada Juni 2026Rekonstruksi Kasus Mutilasi Depok Ungkap Cara Saepuloh Menghabisi Korban

Paling Banyak Dibaca

Jadwal UFC 330 Islam Makhachev vs Ian Garry dan Info Live Streaming

Olahraga

Jadwal UFC 330 Islam Makhachev vs Ian Garry dan Info Live Streaming

7 Agu 2026

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

Ekonomi

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

2 Agu 2026

Tim Operasi Gabungan Sita Puluhan Ribu Batang Rokok Ilegal di Kota Malang

Nasional

Tim Operasi Gabungan Sita Puluhan Ribu Batang Rokok Ilegal di Kota Malang

9 Agu 2026

Festival Seni Colour of Indonesia Dorong Kreativitas Anak Menyambut HUT Ke-81 RI

Nasional

Festival Seni Colour of Indonesia Dorong Kreativitas Anak Menyambut HUT Ke-81 RI

4 Agu 2026

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

Olahraga

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

1 Agu 2026

Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar Global

Ekonomi

Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar Global

1 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Jadwal UFC 330 Islam Makhachev vs Ian Garry dan Info Live StreamingOlahraga 路 7 Agu 2026
  2. 2Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per LiterEkonomi 路 2 Agu 2026
  3. 3Tim Operasi Gabungan Sita Puluhan Ribu Batang Rokok Ilegal di Kota MalangNasional 路 9 Agu 2026
  4. 4Festival Seni Colour of Indonesia Dorong Kreativitas Anak Menyambut HUT Ke-81 RINasional 路 4 Agu 2026
  5. 5Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026Olahraga 路 1 Agu 2026

berputar.id

Copyright 2026 berputar.id - All Rights Reserved.

Kategori

NewsHukumEkonomiNasionalInternasionalOtomotifKeuanganBisnisOlahragaTeknologiPolitikMegapolitan

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap