Ribuan warga terdampak bencana gempa bumi di Pulau Palue, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), mulai menerima pasokan kebutuhan pokok darurat. Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI menyalurkan Paket Logistik Keluarga (PLK) secara langsung ke wilayah pulau yang dihuni sekitar 10.000 jiwa tersebut.
Berdasarkan data Kecamatan Palue per 23 Agustus, dampak guncangan gempa yang melanda kawasan Flores pada pertengahan Agustus tersebut merusak sebanyak 1.058 unit rumah warga. Selain kerugian materiil, bencana ini mengakibatkan satu orang meninggal dunia, 19 orang menderita luka berat, dan 15 orang lainnya mengalami luka ringan.
Penyaluran Menembus Jalur Laut
Untuk menjangkau para penyintas di Pulau Palue yang berjarak sekitar 65 kilometer dari Maumere鈥攊bu kota Kabupaten Sikka鈥擳im Baznas Tanggap Bencana (BTB) harus menempuh jalur pelayaran laut selama 3 hingga 4 jam. Bantuan yang dibawa meliputi kebutuhan pangan pokok mendesak, seperti beras, minyak goreng, gula, biskuit, hingga mi instan.
Kecelakaan Maut di Tol Jombang-Mojokerto, 4 Tewas 7 Luka

Distribusi bantuan pangan ini ditargetkan menyentuh 1.000 paket sembako yang disalurkan secara bertahap sesuai dinamika lapangan. Langkah cepat ini menopang kebutuhan warga kepulauan yang akses transportasinya cukup terisolasi pascabencana.
Dukungan Pos Layanan dan Pemulihan
Penyaluran ke Palue merupakan bagian dari rangkaian percepatan logistik tanggap darurat, di mana sebanyak 22 ton bantuan logistik sebelumnya diterbangkan dengan pesawat Airbus menuju Maumere.
Jalan Alternatif Langkat-Karo Longsor, Kendaraan Bergantian Melintas

Sejak masa awal gempa, Baznas RI telah mengoperasikan 16 pos layanan kemanusiaan di berbagai area terdampak, termasuk di Posko Golo Conggo, Kecamatan Reok. Selain pasokan pangan, layanan yang disiapkan mencakup operasional dapur umum, tenda masjid darurat, pemeriksaan kesehatan keliling melalui armada Rumah Sehat Baznas (RSB), serta program beasiswa pemulihan jangka panjang bagi 1.000 mahasiswa terdampak.






