Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI secara resmi menerima kunjungan audiensi dari pimpinan dan delegasi Gerakan Pemuda Islam (GPI) pada hari Jumat, 21 Agustus 2026. Pertemuan penting ini dilangsungkan di Kantor BAZNAS RI yang berlokasi di Jakarta. Gerakan Pemuda Islam (GPI) sendiri merupakan organisasi kepemudaan yang memiliki sejarah panjang di Indonesia, di mana organisasi ini telah berdiri sejak tanggal 2 Oktober 1945. Pertemuan antara kedua belah pihak ini diadakan dengan tujuan utama untuk menjajaki peluang sinergi strategis, khususnya dalam upaya memperkuat tata kelola zakat nasional serta mendorong percepatan berbagai program pemberdayaan umat.
Kolaborasi yang dirancang antara Baznas RI dan GPI ini akan berfokus pada penguatan penyaluran berbagai program keumatan yang menyentuh berbagai aspek kehidupan masyarakat. Beberapa program prioritas yang menjadi fokus utama dalam kerja sama ini meliputi pendistribusian wakaf Al-Qur'an saku untuk wilayah pelosok tanah air, aksi pelestarian lingkungan melalui penanaman mangrove, penyediaan program beasiswa pendidikan, serta penguatan peran Mualaf Center. Tidak hanya itu, sinergi ini juga diarahkan untuk melakukan optimalisasi penghimpunan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) secara bersama melalui skema co-fundraising.
Hampir Setengah Penduduk Jakarta Masuk Kelompok Menengah, Pemprov Dorong Ranperda Rusun

Pimpinan Baznas RI Bidang Mobilisasi dan Pengumpulan, Rizaludin Kurniawan, memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai ruang lingkup kerja sama ini. Menurut Rizaludin Kurniawan, kolaborasi antara Baznas dan GPI ini secara garis besar dapat mencakup dua hal utama. Hal pertama berkaitan erat dengan penyaluran program keumatan yang tepat sasaran, sedangkan hal kedua adalah terkait dengan fundraising atau penghimpunan dana secara bersama-sama. Rizaludin juga menyampaikan keyakinannya bahwa jaringan luas yang dimiliki oleh GPI serta militansi yang kuat dari para kadernya akan menjadi modal berharga untuk menyukseskan program-program keumatan tersebut.
Lebih jauh lagi, Baznas RI membuka ruang kolaborasi yang seluas-luasnya dengan GPI untuk menjalankan berbagai program prioritas lainnya. Program-program tersebut di antaranya mencakup implementasi konsep Green Zakat serta program pemberdayaan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan. Dalam kesempatan ini, Baznas juga mendorong lembaga-lembaga kepemudaan untuk mulai aktif masuk ke ranah pencarian dana publik. Sebagai bentuk komitmen nyata, Baznas menyatakan kesiapannya untuk memfasilitasi para anggota GPI yang memiliki keinginan untuk belajar dan mendalami tata kelola fundraising secara profesional di lingkungan BAZNAS.
Benarkah PLTU Suralaya Jadi Penyebab Polusi Udara di DKI?

Kunjungan dan peluang kolaborasi ini mendapatkan respons yang sangat positif dari pihak Gerakan Pemuda Islam. Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Islam (PP GPI), Khoirul Amin, menyambut baik kesempatan silaturahmi yang telah terlaksana tersebut. Khoirul Amin menyatakan bahwa pertemuan ini menjadi momentum yang sangat baik untuk membuka ruang komunikasi awal dalam rangka menyelaraskan berbagai program keumatan yang mereka miliki dengan program-program yang dijalankan oleh Baznas RI. Sinergi ini diharapkan dapat terus berlanjut demi kemaslahatan umat dan kemajuan bangsa.






