Penyaluran bantuan logistik untuk korban bencana gempa bumi magnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT) terus dipercepat. Data Pos Pendukung Logistik Nasional (Posduklongnas) per 27 Agustus 2026 mencatat sebanyak 1.763 ton bantuan telah disalurkan kepada warga terdampak dari total 2.252 ton bantuan yang diterima dari 107 donatur sejak 15 Agustus 2026.
Alur distribusi logistik dipusatkan melalui dua pos pendukung utama sebelum diteruskan ke tingkat kabupaten, kecamatan, hingga desa. Dari total bantuan yang bergerak, sebanyak 1.178 ton disalurkan melalui simpul Labuan Bajo dan 585 ton dialirkan lewat Maumere. Saat ini, sisa bantuan sekitar 489 ton masih tersimpan di gudang Posduklongnas untuk disalurkan pada tahap berikutnya.
Operasi pengiriman bantuan tersebut mengerahkan 108 sorti penerbangan pesawat, dua unit kapal laut, dan dua armada truk logistik. Dalam proses distribusinya, petugas sempat menghadapi kendala hambatan akses transportasi darat menuju sejumlah titik terdampak di Kabupaten Manggarai Timur yang memperlambat pergerakan bantuan ke pelosok.
WN China Ditangkap Karena Buru dan Santap Penyu di Raja Ampat

Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang melanda kawasan Flores pada 15 Agustus 2026 tercatat merusak 77.912 rumah penduduk di tujuh kabupaten, yaitu Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Ende, Nagekeo, dan Sikka. Untuk memantau kerusakan wilayah secara menyeluruh, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah melakukan pemetaan udara di zona terdampak.
Sejumlah pihak turut menyalurkan dukungan logistik tanggap darurat secara bertahap. Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat mendistribusikan 36 ton beras, sementara Islamic Relief Indonesia menjangkau 500 keluarga kelompok rentan di area terisolasi wilayah Manggarai. Bantuan logistik juga diperkuat oleh PERURI melalui BNPB serta APERSI yang memperluas jangkauan ke sembilan titik dan menyiapkan 1.500 paket bantuan tahap kedua untuk wilayah Ende, Sikka, dan Nagekeo.
Hari ke-9 Kebakaran TPA Galuga Bogor, Api dan Asap Tak Terlihat

Sebagai langkah penanganan lanjutan pascabencana, Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN dijadwalkan melaksanakan pendataan tematik keluarga pengungsi di tujuh kabupaten terdampak NTT pada akhir Agustus 2026.






