Bank sentral Belanda, De Nederlandsche Bank (DNB), mengambil langkah strategis dengan memindahkan cadangan emas seberat 86 metrik ton atau sekitar 94,8 ton dari Amerika Utara ke Inggris. Kebijakan relokasi ini diputuskan sebagai bagian dari langkah memperkuat kesiapsiagaan otoritas moneter Belanda dalam menghadapi potensi krisis di tengah eskalasi gejolak politik global.
Penataan Ulang Lokasi Penyimpanan Emas
Sebelum kebijakan pemindahan ini diberlakukan, sebagian besar cadangan emas milik Belanda ditempatkan di luar negeri, khususnya di New York, Amerika Serikat, dan Ottawa, Kanada. Melalui skema reorganisasi aset cadangan devisa tersebut, DNB melakukan pembagian penempatan fisik dan pengelolaan portofolio logam mulianya.
Sebanyak 27 metrik ton atau sekitar 30 ton emas ditarik secara fisik untuk disimpan langsung di dalam negeri, menempati fasilitas brankas di sebuah pangkalan militer dekat Zeist, Belanda. Sementara itu, sisa cadangan emas lainnya dialihkan pengelolaannya melalui mekanisme transaksi di London, Inggris.
Rupiah Melemah ke Rp17.611 per Dolar AS Imbas Geopolitik Timur Tengah

Peningkatan Likuiditas dan Aksesibilitas Aset
Gubernur DNB Olaf Sleijpen menegaskan bahwa reposisi cadangan emas ini bertujuan untuk mengoptimalkan fleksibilitas aset negara saat menghadapi situasi darurat. Penempatan di pasar utama Eropa dinilai mempermudah respons bank sentral sewaktu-waktu dibutuhkan likuiditas tinggi.
"Dengan relokasi ini, kami telah meningkatkan likuiditas cadangan emas kami," tutur Olaf Sleijpen.
Cerita Dusun Terluar Cilacap Mandiri Energi Berkat Pertamina

Pihak DNB menjelaskan bahwa emas yang disimpan di Bank of England telah memenuhi standar perdagangan internasional modern serta diakui sebagai salah satu instrumen yang paling mudah diperdagangkan di dunia. Dengan penempatan tersebut, DNB dapat mengakses dan mencairkan aset dengan jauh lebih cepat apabila krisis terjadi, dibandingkan saat cadangan emas masih tertahan di kawasan Amerika Utara.
Berdasarkan data pada akhir 2025, DNB tercatat menguasai total cadangan emas sebanyak 612,4 metrik ton atau setara sekitar 675 ton. Nilai keseluruhan portofolio emas batangan tersebut mencapai 72,2 miliar euro, atau setara dengan Rp1.473,4 triliun dengan perhitungan asumsi kurs Rp20.410 per euro.






