Aktivis lingkungan Chanee Kalaweit mengungkapkan situasi terkini penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kembali berkobar di Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah. Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, Chanee memperlihatkan kondisi titik api yang membakar kawasan hutan tidak jauh dari suaka Kalaweit.
Chanee menjelaskan bahwa kobaran api sebelumnya sempat berhasil dijinakkan oleh tim di lapangan. Namun, api kembali menyala, membesar, dan meluas hingga membentang sepanjang hampir 1 kilometer. Menghadapi situasi tersebut, ia menyatakan status penanganan memasuki kondisi gawat darurat dan menyerukan permintaan bantuan terbuka demi mencegah kebakaran merembet lebih jauh ke habitat satwa liar.
Unggahan dokumentasi udara dan darat tersebut menarik perhatian publik secara luas hingga ditonton lebih dari 2,4 juta kali dan mendapat 253 ribu tanda suka di media sosial.
Cerita Dusun Terluar Cilacap Mandiri Energi Berkat Pertamina

Dalam laporannya, Chanee memaparkan bahwa upaya pemadaman darat langsung dikerahkan secara terpadu. Tim Pemadam Kebakaran (DAMKAR) Barito Utara terjun bersama tim regu ANUA/Kalaweit, didukung oleh kesiapan armada tangki air milik PT TOP di lokasi kebakaran.
Operasi pengendalian kebakaran hutan tersebut juga diperkuat oleh personel Manggala Agni Kementerian Kehutanan yang datang memeriksa titik rambatan serta mengeksekusi pemadaman langsung. Tim dari BPBD bersama BNPB dijadwalkan menyusul ke lokasi untuk membuat jalur sekat bakar pembatas api menggunakan alat berat buldoser guna mengunci pergerakan api.
Momen Gibran Gandeng Tangan Orangutan Saat Kunjungi Pusat Rehabilitasi Nyaru Menteng di Palangka Raya

Chanee turut menyampaikan apresiasi kepada Menteri Kehutanan Raja Antoni atas dukungan koordinasi lintas lembaga yang cepat dalam memperkuat penanggulangan karhutla di wilayah Barito Utara tersebut.






