PT Pertamina Patra Niaga menyampaikan adanya potensi kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi, seperti Pertamax hingga Pertamina Dex, yang dapat menyentuh angka Rp20.000 per liter. Proyeksi kenaikan ini dipicu oleh tren penguatan harga minyak mentah dunia yang hingga kini belum menunjukkan tanda-tanda mereda.
Direktur Pemasaran Ritel PT Pertamina Patra Niaga, Eko Ricky Susanto, menjelaskan bahwa pergerakan harga BBM nonsubsidi di pasar domestik sangat dipengaruhi oleh dinamika minyak mentah global. Berdasarkan perhitungan saat ini, harga kelompok BBM tersebut berpeluang berada di rentang Rp18.000 hingga Rp20.000 per liter.
"Harga Pertamax, Dex, dan lain-lain itu akan berkisaran antara di angka Rp18 ribu sampai Rp20 ribuan karena tidak ada, belum ada, indikasi terjadi penurunan harga minyak dunia," ujar Eko.
Rupiah Melemah ke Rp17.611 per Dolar AS Imbas Geopolitik Timur Tengah

Tekanan Geopolitik dan Jalur Selat Hormuz
Eko memandang eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah memberikan guncangan yang jauh lebih keras terhadap pasar energi dunia jika dibandingkan dengan fase awal konflik antara Rusia dan Ukraina. Situasi memburuk setelah ketegangan tersebut berujung pada penutupan jalur pelayaran strategis di Selat Hormuz, yang langsung memicu gangguan rantai pasok global.
Menurutnya, penutupan jalur pasokan energi vital tersebut tidak hanya menekan ketersediaan minyak di tingkat internasional, tetapi juga memicu volatilitas harga yang belum kunjung stabil. Menghadapi situasi pasar yang menantang ini, Eko berharap harga minyak mentah internasional dapat berangsur turun ke kisaran US$60 hingga US$70 per barel, serupa dengan kondisi sebelum krisis Timur Tengah pecah.
Reli Harga Minyak Mentah Global Tembus US$100
Kekhawatiran terkait penyesuaian harga BBM di tingkat domestik sejalan dengan reli di bursa komoditas internasional. Mengutip data Reuters pada perdagangan Jumat, harga minyak mentah dunia kembali menembus level psikologis US$100 per barel dan diproyeksikan menutup pekan di atas level tersebut untuk pertama kalinya dalam hampir empat bulan terakhir.
Cerita Dusun Terluar Cilacap Mandiri Energi Berkat Pertamina

Minyak mentah Brent terpantau naik US$1,05 atau setara 1 persen ke posisi US$108,68 per barel. Pada saat yang sama, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) asal Amerika Serikat turut menguat 95 sen atau 1 persen menjadi US$103,45 per barel.
Penguatan pada akhir pekan tersebut melanjutkan lonjakan signifikan dari sesi perdagangan Kamis (10/9), ketika kedua acuan minyak dunia melesat lebih dari 6 persen. Secara kumulatif mingguan, harga Brent maupun WTI masing-masing telah melonjak hampir 13 persen, mencatatkan kenaikan mingguan tertinggi sejak pekan yang berakhir pada 17 Juli.






