Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan bahwa pemerintah akan membuka kesempatan bagi produsen listrik swasta atau independent power producer (IPP) untuk menggarap sejumlah proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Setidaknya ada tujuh proyek PLTS yang telah disiapkan untuk masuk ke proses tender.
Keterlibatan pihak swasta dalam proyek-proyek tersebut bergantung pada penawaran harga yang diajukan. Bahlil menegaskan, proyek pembangkit surya hanya akan diserahkan kepada pihak swasta apabila mereka mampu memberikan penawaran tarif listrik yang kompetitif.
Jika proses tender tersebut tidak menghasilkan harga yang kompetitif atau sepi peminat dari kalangan swasta, pemerintah telah menyiapkan skema cadangan. Proyek tersebut akan langsung diambil alih pengerjaannya oleh pemerintah melalui Badan Pengelola Investasi Danantara.
Onderdil Mobil Lawas Makin Langka, Barang Copotan Jadi Penyelamat

Pengambilalihan oleh Danantara akan dijalankan dengan skema pembiayaan yang efisien, efektif, dan terjangkau, sesuai dengan arahan Presiden.
Daftar 7 Proyek PLTS yang Siap Ditenderkan
Tujuh proyek PLTS yang disiapkan untuk ditawarkan kepada pengembang swasta mencakup pembangkit berbasis darat dan terapung dengan rincian kapasitas sebagai berikut:
IHSG Berpotensi Sideways di 6.450-6.570, Investor Cermati Pergerakan Rupiah

- PLTS Purwakarta di atas lahan Bank Tanah dengan kapasitas 69 megawatt peak (MWp)
- PLTS Terapung Jatiluhur dengan kapasitas 1.688 MWp
- PLTS Terapung Cirata dengan kapasitas 1.250 MWp
- PLTS Terapung Jatigede dengan kapasitas 636 MWp
- PLRS Madura dengan kapasitas 605 MWp
- PLTS Gilimanuk dengan kapasitas 300 MWp
- PLTS Buleleng dengan kapasitas 118 MWp
Bagian dari Target 100 GWp
Penawaran proyek-proyek ini merupakan bagian dari agenda pengembangan PLTS berkapasitas total 100 GWp yang ditargetkan rampung secara bertahap dalam kurun waktu tiga tahun ke depan.
Pada tahap awal, pemerintah telah meluncurkan dan melakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) untuk 14 proyek PLTS dengan kapasitas kumulatif 5,3 GWp. Proyek-proyek tahap awal tersebut tersebar di Jawa Barat, Jawa Timur, Kepulauan Bangka Belitung, dan Kepulauan Riau, serta proyek di Bali dengan kapasitas 1.000 megawatt yang dilengkapi dengan sistem penyimpanan baterai.






