Gunung Anak Krakatau kembali mengalami erupsi pada Selasa (8/9/2026) pagi. Berdasarkan data MAGMA Indonesia (Multiplatform Application for Geohazard Mitigation and Assessment in Indonesia), sedikitnya tercatat tiga kali erupsi yang terjadi sejak pukul 05.08 WIB hingga 07.49 WIB.
Erupsi pertama terjadi pada pukul 05.08 WIB dengan amplitudo maksimum 47 mm dan durasi 15 detik. Selanjutnya, erupsi kedua tercatat pada pukul 05.34 WIB dengan amplitudo 44 mm serta durasi 10 detik. Rangkaian aktivitas vulkanik tersebut berlanjut pada pukul 07.49 WIB dengan letusan ketiga yang mencatatkan amplitudo maksimum 48 mm dan durasi 19 detik.
Secara visual, aktivitas ketiga letusan tersebut tidak dapat diamati secara langsung dari pos pengamatan. Pengamat Gunung Api PVMBG Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau, Anggi Nuryo Saputro, menyampaikan bahwa visual letusan tidak dapat diamati karena kondisi cuaca dan kabut yang menyelimuti kawasan gunung api tersebut.
Sido Muncul Kembali Salurkan Bantuan Rp510 Juta untuk Masyarakat Terdampak Gempa NTT

Sebaran Abu Vulkanik
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) turut mengamati dampak sebaran abu vulkanik dari Gunung Anak Krakatau. Berdasarkan hasil analisis citra satelit RGB Himawari-9 yang dikombinasikan dengan data PVMBG dan VAAC Darwin per 8 September 2026 pukul 04.00 WIB, partikel debu vulkanik teridentifikasi membentang dari permukaan hingga ketinggian 6.000 ft atau 1,8 km.
Pergerakan abu vulkanik tersebut teramati mengarah ke selatan-barat daya menuju kawasan Samudera Hindia di sebelah barat laut Banten. Berdasarkan data pemantauan tersebut, BMKG memprakirakan sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau bergerak menjauhi wilayah daratan Indonesia.
Puan Minta Dugaan Lahan Bekas Kebakaran Hutan Jadi Kebun Sawit Diselidiki

Kendati arah sebarannya bergerak menjauhi wilayah Indonesia, BMKG menyampaikan bahwa keberadaan abu vulkanik tersebut tetap menurunkan kualitas udara serta jarak pandang. Selain itu, sebaran partikel abu tersebut berpotensi mengganggu aktivitas penerbangan pada ketinggian tertentu.






