Polda Metro Jaya mengerahkan sebanyak 17.800 personel gabungan untuk mengamankan pertandingan antara Persija Jakarta melawan Persib Bandung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) yang dijadwalkan berlangsung pada Sabtu (12/9) sore.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menyampaikan pada Jumat (11/9) bahwa ribuan personel tersebut terdiri atas berbagai unsur terpadu, mulai dari TNI, Polri, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, hingga steward pertandingan.
Pola Pengamanan Menyeluruh
Budi menjelaskan bahwa pengamanan tidak hanya dipusatkan di dalam dan di sekeliling area Stadion Utama Gelora Bung Karno. Petugas juga disiagakan untuk mengawal dan mengamankan jalur-jalur dari kewilayahan yang mengarah menuju stadion guna memastikan pergerakan massa suporter berjalan tertib.
"Adapun pola-pola pengamanan, selain di Stadion GBK, sekitar Stadion GBK, kita juga akan mengamankan jalur-jalur dari kewilayahan menuju Stadion GBK," kata Budi.
Tanggap Darurat Insiden KM Virgo Transport 8, Kemenhub Dirikan Posko di Banjarmasin

Imbauan Ketertiban dan Larangan Barang Berbahaya
Pihak kepolisian turut mengimbau seluruh penonton dan suporter untuk tidak membawa barang-barang yang dapat membahayakan keselamatan umum selama berada di lokasi pertandingan. Barang yang dilarang meliputi senjata api, senjata tajam, minuman beralkohol, botol, serta bahan yang berpotensi memicu terjadinya ledakan.
Selain melarang barang berbahaya, aparat mengingatkan seluruh pendukung kedua tim agar tetap mengutamakan sportivitas dan menjaga keamanan serta ketertiban masyarakat di DKI Jakarta.
"Kita mengajak bersama-sama bahwa sportivitas nomor satu. Persija dapat menjaga Jakarta, Jakarta aman, Persija damai," tutur Budi.
103 Orang Dievakuasi dari KM Virgo Transport 8, 1 Orang Meninggal Dunia

Permohonan Maaf Rekayasa Lalu Lintas
Polda Metro Jaya juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat pengguna jalan di DKI Jakarta apabila perhelatan sepak bola tersebut menimbulkan hambatan atau memerlukan penerapan rekayasa arus kendaraan.
Menurut Budi, pengaturan lalu lintas dan penyiagaan personel dilakukan untuk memberikan ruang aman agar aktivitas harian masyarakat umum serta perhelatan pertandingan sepak bola dapat berjalan aman, tertib, dan tetap menjunjung tinggi sportivitas.






