BANDAR LAMPUNG — Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menargetkan sekitar dua juta orang yang belum memiliki rekening perbankan dapat membuka rekening setiap tahunnya. Target ini dicanangkan guna mengurangi jumlah masyarakat yang belum memiliki rekening tabungan, yang saat ini diperkirakan masih mencapai sekitar 15 juta orang.
Wakil Ketua Dewan Komisioner LPS Farid Azhar Nasution menyampaikan hal tersebut di sela-sela acara Lampung Financial Festival di Bandar Lampung, Ahad (6/9/2026). Menurutnya, target pembukaan rekening baru ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk mendorong peningkatan inklusi keuangan di tengah masyarakat.
Dengan target penambahan dua juta nasabah baru setiap tahun, LPS berharap jumlah warga yang belum memiliki rekening tabungan dapat menyusut menjadi sekitar 13 juta orang pada tahun berikutnya.
Bulan Dana Pensiun 2026, Taspen Ingin Dongkrak Tingkat Kepesertaan Dana Pensiun Masyarakat

Pengendalian Rekening Tidak Aktif
Selain mendorong pembukaan rekening bagi masyarakat yang belum terjangkau layanan perbankan, LPS juga memberikan perhatian khusus pada nasabah yang telah memiliki rekening namun tidak lagi menggunakannya. Rekening yang pasif tersebut perlu dikendalikan agar tidak dimanfaatkan oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab untuk kegiatan yang melanggar hukum.
LPS mengedepankan langkah edukasi dan literasi guna mengimbau para pemilik akun pasif agar segera menutup rekening mereka secara mandiri. Langkah sukarela ini penting mengingat pihak bank tidak memiliki kewenangan untuk menutup rekening nasabah secara sewenang-wenang tanpa persetujuan pemiliknya.
Pasar Wiwitan SCBD Kembali Hadir di SCBD Park, Hadirkan Produk Lokal dan Ruang Berkumpul

Perluasan Edukasi dan Literasi Keuangan
Farid menambahkan bahwa saat ini tingkat inklusi keuangan di Indonesia sebenarnya telah menyentuh angka 93 persen. Kendati demikian, tingginya angka kepemilikan rekening tabungan tersebut belum sepenuhnya disertai dengan tingkat pemahaman yang memadai mengenai berbagai produk dan layanan keuangan.
Guna menjembatani kesenjangan tersebut, LPS terus memperluas program edukasi keuangan, baik melalui kegiatan langsung maupun pemanfaatan saluran digital. Strategi pendekatan digital ini dinilai sangat penting agar materi literasi keuangan dapat lebih mudah dipahami dan diterima oleh generasi muda.






