berputar.id
BerandaRegionalNewsHukumBeritaEkonomiNasionalMetroInternasionalOtomotifKeuanganEnergiKriminalKesehatanBerita UmumBerita LokalBisnisEdukasiOlahragaLingkunganTeknologiHiburanSepak BolaPolitikTravelHukum & KriminalInfrastrukturPendidikanMegapolitanTransportasiPopuler
Beranda/Nasional

Yayasan Astra Kembangkan UMKM dan SDM untuk Perkuat Ekosistem Otomotif

Bambang SetiawanDiterbitkan 6 Agu 2026 - 17.55 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Yayasan Astra Kembangkan UMKM dan SDM untuk Perkuat Ekosistem Otomotif
Foto/Ilustrasi: tempo.co.
A-A+

Pameran otomotif Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 yang berlangsung di ICE BSD, Tangerang, dari tanggal 30 Juli hingga 9 Agustus 2026, menjadi panggung bagi berbagai inovasi sektor otomotif tanah air. Dalam ajang ini, Yayasan Astra turut berpartisipasi dengan mengusung tema "Yayasan Astra Dukung Ekosistem Industri Otomotif". Kehadiran yayasan ditandai dengan pelaksanaan konferensi pers pada hari Selasa, 4 Agustus 2026, yang bertempat di Booth Yayasan Astra, Selasar Convention Hall, Hall Nusantara, ICE BSD. Partisipasi ini merupakan hasil kolaborasi erat antara Yayasan Astra - Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA) dan ASTRAtech yang berada di bawah naungan Yayasan Astra - Yayasan Astra Bina Ilmu (YABI). Selama pameran berlangsung, booth tersebut juga mendapat kunjungan dari Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa serta Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita.

berputar.id

Copyright 2026 berputar.id - All Rights Reserved.

Kategori

RegionalNewsHukumBeritaEkonomiNasionalMetroInternasionalOtomotifKeuanganEnergiKriminalKesehatanBerita UmumBerita LokalBisnisEdukasiOlahragaLingkunganTeknologiHiburanSepak BolaPolitikTravelHukum & KriminalInfrastruktur

Melalui kolaborasi tersebut, Yayasan Astra menunjukkan perannya dalam memperkuat ekosistem industri otomotif dari dua sisi utama, yaitu pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). Ketua Pengurus Yayasan Astra - YDBA, Rahmat Samulo, menjelaskan kontribusi nyata yang telah dicapai oleh jaringan binaan mereka. Hingga saat ini, sebanyak 400 perusahaan binaan YDBA telah berhasil masuk ke dalam rantai pasok industri komponen otomotif. Kinerja para pelaku usaha lokal ini terus menunjukkan grafik positif. Pada tahun 2025, perusahaan-perusahaan binaan tersebut mampu memproduksi sekitar 1.700 komponen otomotif dengan akumulasi nilai transaksi mencapai Rp 5 triliun.

Salah satu contoh nyata dari keberhasilan pembinaan ini dialami oleh PT Arkha Industries Indonesia, sebuah perusahaan yang didirikan pada tahun 2014 oleh Mad Ali Haris. Sebelum bergabung dalam program pembinaan, perusahaan ini beroperasi dalam skala yang relatif terbatas dengan mempekerjakan sekitar 60 karyawan serta mencatatkan omzet bulanan berkisar antara Rp 500 juta hingga Rp 1 miliaran. Perubahan signifikan mulai terjadi setelah PT Arkha Industries Indonesia menerima program pembinaan dari Yayasan Astra - YDBA pada tahun 2022. Melalui pendampingan yang terstruktur, perusahaan ini berhasil menembus rantai pasok Grup Astra melalui kemitraan dengan PT Astra Komponen Indonesia (ASKI).

Baca Juga

Kerugian Rakyat Indonesia Akibat Praktik Mafia Beras Mencapai Rp 100 Triliun

Kerugian Rakyat Indonesia Akibat Praktik Mafia Beras Mencapai Rp 100 Triliun

Kemitraan tersebut mendorong perkembangan bisnis PT Arkha Industries Indonesia secara eksponensial. Omzet bulanan perusahaan kini melonjak hingga mencapai kisaran Rp 8,5 miliar. Ekspansi usaha ini juga berdampak pada penyerapan tenaga kerja yang meningkat menjadi 310 karyawan, didukung oleh fasilitas produksi yang kini meluas hingga mencapai 17.000 meter persegi. Keberhasilan model pembinaan seperti ini mendorong Yayasan Astra - YDBA untuk memperluas jangkauan programnya. Ke depan, program pembinaan direncanakan merambah ke sektor bengkel umum roda empat, kerajinan, kuliner, serta pertanian. Guna mempercepat penyebaran dampak positif ini, YDBA juga tengah mengembangkan program Training for Trainers untuk melahirkan lebih banyak pembina UMKM yang kompeten di berbagai daerah.

Selain penguatan sektor usaha, penguatan ekosistem otomotif membutuhkan pasokan tenaga kerja terampil yang siap pakai. Peran ini dijalankan oleh ASTRAtech melalui konsep pendidikan vokasi yang terintegrasi. Direktur ASTRAtech, Henri Paul, menjelaskan bahwa institusinya menerapkan metode ASTRAtech Dual System. Konsep pendidikan ini memadukan pembelajaran teori di ruang kelas dengan kegiatan praktik kerja secara langsung di dalam jaringan industri Grup Astra. Melalui pendekatan ini, mahasiswa tidak hanya menguasai aspek akademis tetapi juga terbiasa dengan standar kerja industri yang sesungguhnya.

Baca Juga

Langkah Tepat Menghadapi Dampak Puncak Musim Kemarau dan Krisis Air Bersih

Langkah Tepat Menghadapi Dampak Puncak Musim Kemarau dan Krisis Air Bersih

Sebagai langkah untuk meningkatkan daya saing tenaga kerja di tingkat global, ASTRAtech juga menyelenggarakan program Meister. Program sertifikasi ini merujuk pada standar kompetensi vokasi Jerman di bidang otomotif. Dalam pelaksanaannya, program Meister mencakup total 400 jam pembelajaran yang disusun melalui kerja sama dengan lembaga internasional seperti HWK Koblenz, ZDK, dan AHK-EKONID. Hingga saat ini, tercatat sebanyak 69 peserta telah dinyatakan lulus dari program sertifikasi tersebut.

Dampak nyata dari program sertifikasi Meister ini terlihat pada perkembangan karier para alumninya, salah satunya adalah Wisnu Prasetyo. Sebelum mengikuti sertifikasi, Wisnu bekerja sebagai Technical Advisor dengan tanggung jawab utama menyelesaikan berbagai permasalahan teknis kendaraan. Setelah menyelesaikan program Meister, ia memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai aspek bisnis otomotif secara keseluruhan. Peningkatan kompetensi ini mendukung akselerasi karier Wisnu hingga kini dipercaya menjabat sebagai Workshop Supervisor di BMW Astra Serpong. Melalui integrasi antara pembinaan rantai pasok UMKM oleh YDBA dan sertifikasi vokasi berstandar internasional oleh ASTRAtech, ekosistem otomotif nasional diharapkan memiliki fondasi yang semakin kokoh untuk menghadapi tantangan industri masa depan.

Ikuti berputar.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

GIIAS 2026UMKMOtomotifYayasan AstraYDBAASTRAtech

Berita Terbaru Lainnya

Kerugian Rakyat Indonesia Akibat Praktik Mafia Beras Mencapai Rp 100 TriliunMenilik Pilihan Smart TV Terjangkau di Bawah Rp3 Juta untuk Hiburan KeluargaLangkah Tepat Menghadapi Dampak Puncak Musim Kemarau dan Krisis Air BersihTemuan Senjata Api, Narkoba, dan CD Porno di Yayasan Sekolah Pondok PinangUsulan Program Makan Bergizi Gratis untuk Nobel Perdamaian 2026 Diduga Bukan dari PemerintahDaniel Mananta Apresiasi Program Bangun Rumah Tukangku Semen Tiga RodaKlarifikasi RS Pusri Palembang Terkait Komentar Dokter Tamara Dewi Jasmine di Media SosialInstruksi Gubernur Pramono Anung Usai Viral Oknum Nakes Mencibir Pasien BPJS Kesehatan

Paling Banyak Dibaca

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

Ekonomi

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

2 Agu 2026

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

Olahraga

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

1 Agu 2026

Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar Global

Ekonomi

Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar Global

1 Agu 2026

Singapura Cekal Permanen Pendiri Massive Attack Usai Pengibaran Bendera Palestina di Konser

Nasional

Singapura Cekal Permanen Pendiri Massive Attack Usai Pengibaran Bendera Palestina di Konser

4 Agu 2026

Lonjakan Temuan Kasus Hipertensi dan Diabetes pada Program Cek Kesehatan Gratis 2026

Nasional

Lonjakan Temuan Kasus Hipertensi dan Diabetes pada Program Cek Kesehatan Gratis 2026

4 Agu 2026

Gugatan 25 Negara Bagian AS Terhadap Tarif Impor Trump yang Menyeret Indonesia

Nasional

Gugatan 25 Negara Bagian AS Terhadap Tarif Impor Trump yang Menyeret Indonesia

4 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per LiterEkonomi 路 2 Agu 2026
  2. 2Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026Olahraga 路 1 Agu 2026
  3. 3Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar GlobalEkonomi 路 1 Agu 2026
  4. 4Singapura Cekal Permanen Pendiri Massive Attack Usai Pengibaran Bendera Palestina di KonserNasional 路 4 Agu 2026
  5. 5Lonjakan Temuan Kasus Hipertensi dan Diabetes pada Program Cek Kesehatan Gratis 2026Nasional 路 4 Agu 2026
Pendidikan
Megapolitan
Transportasi

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap