Bagaimana cara Bank Pembangunan Daerah (BPD) di berbagai wilayah Indonesia menjaga daya saing dan memperkuat likuiditas mereka di tengah tantangan ekonomi yang dinamis?
Pertanyaan ini menjadi perhatian penting bagi pelaku industri keuangan daerah. Upaya menjawab tantangan tersebut mengemuka dalam Regional Bank Summit 2026 yang diselenggarakan oleh CNBC Indonesia. Forum diskusi strategis ini mempertemukan regulator, pimpinan BPD, serta berbagai pemangku kepentingan untuk membahas transformasi kelembagaan BPD demi mendukung pembangunan dan perekonomian nasional. Salah satu solusi utama yang dibahas secara mendalam adalah optimalisasi Kelompok Usaha Bersama (KUB).
Apa sebenarnya urgensi pembentukan Kelompok Usaha Bersama bagi BPD di Indonesia?
Direktur Utama Bank Jakarta yang juga menjabat sebagai Ketua Umum ASBANDA, Agus Haryoto Widodo, menjelaskan bahwa sinergi BPD melalui KUB merupakan langkah strategis untuk memperkuat struktur permodalan dan daya saing. Melalui skema ini, peran BPD dalam mendorong perekonomian daerah maupun nasional dapat ditingkatkan secara signifikan. KUB BPD berfungsi sebagai wadah untuk memperkuat fundamental utama setiap anggotanya, yang mencakup aspek keuangan, manajemen risiko, operasional, teknologi, hingga sumber daya manusia (SDM). Dengan kolaborasi erat, bank-bank daerah yang bergabung tidak lagi berjalan sendiri-sendiri, melainkan saling menopang demi mencapai skala ekonomi yang lebih besar.
Bagaimana skema KUB ini diterapkan oleh Bank DKI dan apa saja fokus penguatannya?
Bursa Mineral ICOMEX Bakal Dibentuk Hari Ini, Beroperasi 4 Januari 2027

Grup KUB Bank DKI menjadi salah satu contoh penerapan nyata dari konsolidasi ini. Grup ini beranggotakan Bank Maluku Maluku Utara (MalukuMalut). Dalam perkembangannya, Grup KUB Bank DKI terus mendorong berbagai tahapan penguatan secara berkelanjutan. Fokus utama mereka meliputi pengelolaan likuiditas yang lebih terintegrasi, pengembangan produk bersama, perluasan jaringan layanan, serta memperkuat manajemen talenta. Melalui langkah-langkah ini, anggota KUB diharapkan mampu meningkatkan efisiensi operasional sekaligus memberikan layanan yang lebih luas kepada masyarakat di wilayah operasional masing-masing.
Bagaimana dengan perkembangan KUB yang dipimpin oleh Bank Jatim dan siapa saja anggotanya?
Grup KUB Bank Jatim memiliki cakupan anggota yang cukup luas. Anggota grup ini terdiri dari Bank NTB Syariah, Bank Banten, Bank Lampung, Bank Sulawesi Tenggara (Sultra), dan Bank Nusa Tenggara Timur (NTT). Direktur Utama PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (BJTM), Winardi Legowo, mengarahkan grup ini untuk mencapai pertumbuhan yang selaras bagi setiap anggota. Penyelarasan tersebut tercermin dari target pertumbuhan kredit yang ditopang oleh pendanaan berbiaya murah (low-cost funding) serta pemanfaatan teknologi informasi yang memadai. Dengan begitu, setiap daerah anggota dapat menikmati pertumbuhan bisnis yang sehat secara bersama-sama.
Apa saja landasan strategis masa lalu yang menjadi dasar penguatan KUB saat ini?
The Fed Naikkan Suku Bunga, Bursa Asia Kompak Menguat

Jika ditarik ke belakang, pondasi transformasi ini tidak lepas dari fokus strategi yang telah dicanangkan sebelumnya. Pada tahun 2023, terdapat tiga fokus strategi utama yang menjadi acuan, yaitu pencapaian pendanaan berbiaya murah (low-cost funding), peningkatan penyaluran kredit yang berkualitas, serta peningkatan transaksi perbankan digital (digital banking). Ketiga fokus strategis tersebut kemudian diikuti dengan penguatan sistem, tata kelola perusahaan yang baik, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Evaluasi dan pencapaian dari fokus tahun 2023 inilah yang kini diintegrasikan ke dalam langkah-langkah penguatan KUB BPD demi menghadapi tantangan di tahun 2026 dan masa depan.
Di mana informasi dan diskusi mendalam mengenai optimasi KUB BPD ini dapat disaksikan?
Pembahasan mengenai pentingnya optimalisasi KUB demi memperkuat likuiditas dan layanan BPD ini dikupas tuntas dalam sebuah dialog interaktif. Dialog yang dipandu oleh Shania Alatas menghadirkan Agus Haryoto Widodo selaku Direktur Utama Bank Jakarta sekaligus Ketua Umum ASBANDA, serta Winardi Legowo selaku Direktur Utama BJTM. Diskusi strategis yang merupakan bagian dari rangkaian Regional Bank Summit 2026 dengan tema Transformasi Strategis BPD dalam Mendorong Pembangunan Nasional ini disiarkan di CNBC pada hari Rabu, 5 Agustus 2026. Melalui dialog tersebut, para pemimpin industri membagikan pandangan mereka mengenai peta jalan kolaborasi perbankan daerah di Indonesia.






