Bagaimana penyandang disabilitas di Indonesia dapat mengakses pelatihan keterampilan gratis sekaligus membuka peluang ekonomi secara mandiri? Pertanyaan ini menjadi sangat relevan di tengah tantangan penyerapan tenaga kerja disabilitas yang masih rendah. Salah satu inisiatif nyata yang hadir untuk menjawab kebutuhan ini adalah program pembinaan seni dan fesyen yang diinisiasi oleh Dama Kara Foundation. Program ini dirancang untuk memfasilitasi penyandang disabilitas agar dapat berkarya tanpa terkendala biaya, sekaligus menghubungkan karya mereka dengan industri kreatif yang bernilai ekonomi tinggi.
Mengapa program pemberdayaan ekonomi seperti ini sangat mendesak bagi penyandang disabilitas di Indonesia? Data dari Kementerian Ketenagakerjaan menunjukkan adanya tantangan besar dalam penyerapan tenaga kerja disabilitas. Dari sekitar 17 juta orang penyandang disabilitas yang berada pada usia produktif di Indonesia, tingkat partisipasi angkatan kerja mereka diproyeksikan hanya mencapai angka 20,14 persen pada tahun 2025. Data ini mencerminkan masih minimnya akses dan kesempatan kerja formal bagi kelompok disabilitas, sehingga dibutuhkan alternatif pemberdayaan ekonomi kreatif yang inklusif untuk menjembatani kesenjangan tersebut.








