berputar.id
BerandaNewsHukumBeritaEkonomiNasionalInternasionalOtomotifKeuanganOlahragaTeknologiPolitikMegapolitanPopuler
Beranda/Politik

Iran Tegaskan Tidak Akan Buka Selat Hormuz Hingga Amerika Serikat Penuhi Syarat

Usat BalangDiterbitkan 9 Agu 2026 - 16.46 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Iran Tegaskan Tidak Akan Buka Selat Hormuz Hingga Amerika Serikat Penuhi Syarat
Foto/Ilustrasi: ekonomi.republika.co.id.
A-A+

Tensi geopolitik di kawasan Timur Tengah kembali memanas menyusul adanya pernyataan sikap yang sangat tegas dari pihak Teheran mengenai status operasional salah satu jalur pelayaran paling penting di dunia. Pemerintah Iran secara resmi telah menegaskan bahwa mereka tidak akan membuka kembali Selat Hormuz bagi lalu lintas kapal internasional sebelum pihak Amerika Serikat memenuhi sejumlah persyaratan ketat yang telah mereka ajukan sebelumnya. Keputusan sepihak ini menandai babak baru dalam konfrontasi panjang yang melibatkan kedua negara tersebut, yang mana perkembangannya berpotensi memberikan dampak yang sangat luas terhadap sektor keamanan maritim internasional serta stabilitas pasokan komoditas global.

berputar.id

Copyright 2026 berputar.id - All Rights Reserved.

Kategori

NewsHukumBeritaEkonomiNasionalInternasionalOtomotifKeuanganOlahragaTeknologiPolitikMegapolitan

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap

Langkah diplomatik yang dinilai cukup keras ini disampaikan secara langsung oleh Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi atau yang dikenal sebagai Supreme National Security Council (SNSC) Iran, Mohammad Bagher Zolghadr. Dalam sebuah pernyataan resmi yang dirilis pada hari Ahad, 9 Agustus 2026, Zolghadr menegaskan bahwa pintu gerbang perairan strategis tersebut akan tetap ditutup selama pihak Amerika Serikat tidak menunjukkan iktikad baik untuk mengubah arah kebijakan luar negerinya. Menurut laporan dari media penyiaran Press TV, Zolghadr menekankan bahwa Selat Hormuz tidak akan pernah dibuka kembali sampai Amerika Serikat bersedia memperbaiki sikapnya dan menghentikan segala bentuk tindakan yang mengancam kedaulatan Republik Islam tersebut.

Penyebab utama dari keputusan penutupan jalur laut ini berakar pada tindakan-tindakan sepihak Amerika Serikat yang dinilai telah merugikan stabilitas nasional Iran serta sekutu-sekutunya. Sebagai syarat mutlak untuk pembukaan kembali Selat Hormuz, pihak Teheran menuntut agar Amerika Serikat segera menghentikan seluruh bentuk operasi militer yang menargetkan wilayah Iran maupun kekuatan sekutu mereka di kawasan Timur Tengah. Selain tuntutan di bidang militer, Iran juga mendesak Washington untuk segera mencabut sanksi ekonomi serta blokade laut yang selama ini sangat membatasi aktivitas perdagangan luar negeri mereka. Tuntutan lain yang tidak kalah penting adalah penarikan seluruh unit pasukan militer Amerika Serikat dari wilayah-wilayah yang berada di sekitar teritorial Iran, disertai dengan kewajiban membayar kompensasi finansial atas kerugian yang telah dialami oleh negara tersebut.

Baca Juga

Peluang Ekonomi Penyandang Disabilitas Melalui Ruang Berkarya Dama Kara Foundation

Peluang Ekonomi Penyandang Disabilitas Melalui Ruang Berkarya Dama Kara Foundation

Dampak dari sikap keras yang ditunjukkan oleh Iran ini dipastikan akan memengaruhi berbagai upaya diplomasi yang sebelumnya sempat dirintis oleh kedua belah pihak untuk meredakan ketegangan. Sebelum situasi ini memuncak kembali, Presiden Amerika Serikat Donald Trump sempat mengumumkan secara terbuka bahwa dirinya telah membatalkan rencana serangan militer terhadap sejumlah target di wilayah Iran. Pembatalan operasi militer tersebut dilakukan oleh Trump dengan pertimbangan adanya proses perintisan kesepakatan damai yang sedang diupayakan oleh kedua belah pihak. Rencana kesepakatan damai yang tengah dijajaki tersebut sedianya memuat sejumlah poin krusial, di antaranya adalah pembukaan kembali jalur pelayaran Selat Hormuz serta pembentukan kesepakatan baru yang mengatur keberlanjutan program nuklir milik Iran.

Namun, dengan munculnya daftar persyaratan baru yang diajukan oleh Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, kelanjutan dari proses perintisan kesepakatan damai tersebut kini berada dalam kondisi ketidakpastian yang sangat tinggi. Hal ini menimbulkan kekhawatiran baru di kalangan pelaku industri perkapalan internasional yang sangat bergantung pada jaminan keamanan di sepanjang jalur Selat Hormuz. Meskipun demikian, di tingkat regional, Iran tetap berupaya untuk menunjukkan otoritas dan kontrol administratifnya atas wilayah perairan tersebut melalui jalur diplomasi bilateral. Hal ini terbukti dari pengumuman yang dikeluarkan oleh Kementerian Luar Negeri Iran pada hari Rabu, 5 Agustus 2026, yang menyatakan bahwa pihak Iran dan Oman telah berhasil menyepakati rincian geografis mengenai rute pelayaran kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz.

Baca Juga

Penyebab Kericuhan Rapat DPR Kosovo dan Pelemparan Telur ke Arah PM Albin Kurti

Penyebab Kericuhan Rapat DPR Kosovo dan Pelemparan Telur ke Arah PM Albin Kurti

Langkah taktis yang dilakukan bersama dengan Oman tersebut memperlihatkan bahwa Iran masih bersedia membuka ruang koordinasi yang terbatas dengan negara-negara tetangga di kawasan Teluk, meskipun mereka tetap menutup pintu bagi kepentingan Amerika Serikat. Bagi para pelaku industri maritim dunia dan komunitas internasional, langkah selanjutnya yang perlu dipantau dengan cermat adalah bagaimana respon resmi yang akan diberikan oleh pemerintahan Donald Trump di Washington terhadap tuntutan ganti rugi serta penarikan pasukan militer yang diajukan oleh Teheran. Selama belum ada titik temu atau konsesi yang disepakati mengenai pemenuhan syarat-syarat tersebut, situasi keamanan di sekitar perairan Selat Hormuz diproyeksikan akan tetap berada dalam status siaga tinggi dan berpotensi memicu fluktuasi pada pasar energi global.

Ikuti berputar.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

IranAmerika SerikatDonald TrumpSelat Hormuz

Berita Terbaru Lainnya

Langkah Mendag Budi Santoso Mendorong UMKM Naik Kelas Lewat Rantai Nilai GlobalDampak Pemangkasan Dana Transfer Daerah dan Dinamika Kebijakan NasionalJadwal Siaran Langsung MotoGP Inggris 2026 di Trans7, Vidio, dan Vision+Menakar Tren Perawatan Kulit di TikTok yang Perlu DicermatiAlasan di Balik Rencana PHK Massal Bank Global Standard CharteredUrgensi Optimalisasi Kelompok Usaha Bersama untuk Penguatan Bank Pembangunan DaerahPeluang Ekonomi Penyandang Disabilitas Melalui Ruang Berkarya Dama Kara FoundationCara Mencegah Peredaran Vape Mengandung Etomidate di Lingkungan Sekitar

Paling Banyak Dibaca

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

Ekonomi

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

2 Agu 2026

Jadwal UFC 330 Islam Makhachev vs Ian Garry dan Info Live Streaming

Olahraga

Jadwal UFC 330 Islam Makhachev vs Ian Garry dan Info Live Streaming

7 Agu 2026

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

Olahraga

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

1 Agu 2026

Festival Seni Colour of Indonesia Dorong Kreativitas Anak Menyambut HUT Ke-81 RI

Nasional

Festival Seni Colour of Indonesia Dorong Kreativitas Anak Menyambut HUT Ke-81 RI

4 Agu 2026

Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar Global

Ekonomi

Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar Global

1 Agu 2026

Lonjakan Temuan Kasus Hipertensi dan Diabetes pada Program Cek Kesehatan Gratis 2026

Nasional

Lonjakan Temuan Kasus Hipertensi dan Diabetes pada Program Cek Kesehatan Gratis 2026

4 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per LiterEkonomi 路 2 Agu 2026
  2. 2Jadwal UFC 330 Islam Makhachev vs Ian Garry dan Info Live StreamingOlahraga 路 7 Agu 2026
  3. 3Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026Olahraga 路 1 Agu 2026
  4. 4Festival Seni Colour of Indonesia Dorong Kreativitas Anak Menyambut HUT Ke-81 RINasional 路 4 Agu 2026
  5. 5Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar GlobalEkonomi 路 1 Agu 2026