berputar.id
BerandaNewsHukumBeritaEkonomiNasionalInternasionalOtomotifKeuanganOlahragaTeknologiPolitikMegapolitanPopuler
Beranda/Nasional

Menakar Tren Perawatan Kulit di TikTok yang Perlu Dicermati

Marthen TandirerungDiterbitkan 9 Agu 2026 - 17.37 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Menakar Tren Perawatan Kulit di TikTok yang Perlu Dicermati
Foto/Ilustrasi: tirto.id.
A-A+

Belakangan ini, linimasa media sosial, khususnya TikTok, diramaikan oleh berbagai video kreasi mandiri yang membagikan tips kecantikan secara instan. Pengguna disuguhi beragam konten estetika visual yang menampilkan hasil cepat dari metode perawatan kulit tertentu. Mulai dari teknik penataan bayangan wajah secara semi-permanen hingga pemanfaatan bahan-bahan yang biasa ditemukan di area memasak rumah tangga. Popularitas konten semacam ini meningkat pesat karena sistem rekomendasi platform yang menyebarkan video secara cepat ke jutaan pengguna dalam waktu singkat tanpa adanya penyaringan ketat terhadap kebenaran informasi medis di dalamnya.

Namun, di balik visualisasi yang menarik dan klaim kemudahan tersebut, muncul kekhawatiran mengenai validitas keamanan metode yang disebarkan. Banyak pengguna yang langsung mempraktikkan hal tersebut tanpa mengetahui latar belakang medis atau riset di baliknya. Oleh karena itu, penting untuk menelaah lebih dalam mengenai fenomena ini secara kritis agar kesehatan kulit

berputar.id

Copyright 2026 berputar.id - All Rights Reserved.

Kategori

NewsHukumBeritaEkonomiNasionalInternasionalOtomotifKeuanganOlahragaTeknologiPolitikMegapolitan

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap
tidak menjadi taruhannya. Kita perlu memahami batasan antara konten hiburan yang bersifat eksperimental dengan prosedur perawatan kesehatan kulit yang sesungguhnya.

Apa saja tren perawatan kulit di TikTok yang saat ini sedang ramai dibicarakan oleh pengguna?

Salah satu tren yang cukup menyita perhatian publik adalah teknik pembentukan kontur wajah dengan menggunakan tabir surya, atau yang sering disebut sebagai sunscreen contouring. Metode ini dilakukan dengan mengoleskan tabir surya hanya pada area wajah tertentu yang ingin ditonjolkan, sementara area lain dibiarkan tanpa perlindungan agar terpapar sinar matahari secara sengaja guna menghasilkan gradasi warna kulit yang gelap secara alami. Selain itu, ada pula tren yang memanfaatkan berbagai bahan dapur langsung ke kulit wajah, mulai dari buah-buahan asam, rempah-rempah, hingga bahan pembuat kue dengan klaim dapat mengatasi masalah jerawat atau mencerahkan kulit secara cepat.

Mengapa metode sunscreen contouring dan penggunaan bahan dapur ini perlu dicermati secara lebih mendalam?

Baca Juga

Kebakaran Hutan di Kawasan Gunung Rinjani, Kronologi dan Upaya Pemadaman Tim Gabungan

Kebakaran Hutan di Kawasan Gunung Rinjani, Kronologi dan Upaya Pemadaman Tim Gabungan

Hal mendasar yang perlu disadari oleh masyarakat adalah bahwa beberapa tren perawatan kulit di media sosial, seperti sunscreen contouring hingga penggunaan bahan dapur tersebut, belum memiliki dukungan informasi atau bukti ilmiah yang memadai. Tanpa adanya kajian ilmiah yang jelas, efektivitas dan tingkat keamanan dari praktik-praktik ini tidak dapat dipertanggungjawabkan secara medis. Penerapan metode tanpa dasar riset berisiko menimbulkan efek samping yang merugikan bagi kesehatan kulit pengguna dalam jangka pendek maupun jangka panjang.

Apa risiko nyata yang mungkin timbul akibat kurangnya dukungan informasi ilmiah pada tren tersebut?

Ketika suatu metode kecantikan tidak memiliki landasan ilmiah yang kuat, maka tidak ada jaminan bahwa metode tersebut aman untuk semua jenis kulit. Sebagai contoh, membiarkan sebagian area wajah tanpa perlindungan tabir surya demi mendapatkan efek kontur alami justru meningkatkan risiko kerusakan akibat radiasi ultraviolet, seperti penuaan dini hingga potensi penyakit kulit yang lebih serius. Begitu pula dengan pengaplikasian bahan dapur secara langsung ke wajah yang berpotensi memicu reaksi alergi, iritasi, kemerahan, atau bahkan memperburuk kondisi kulit yang sudah ada karena tingkat keasaman atau konsentrasi bahan aktif yang tidak diformulasikan khusus untuk kulit manusia yang sensitif.

Bagaimana langkah bijak yang dapat diambil masyarakat dalam menyikapi maraknya tren kecantikan di media sosial?

Baca Juga

Hainan Free Trade Port, Proyek Kawasan Pabean Khusus China di Dekat Asia Tenggara

Hainan Free Trade Port, Proyek Kawasan Pabean Khusus China di Dekat Asia Tenggara

Langkah utama yang perlu dilakukan adalah selalu bersikap skeptis dan tidak mudah tergiur oleh hasil instan yang ditampilkan dalam video singkat. Sebelum mencoba metode baru yang sedang viral, pastikan untuk mencari informasi pembanding dari sumber-sumber yang kredibel, seperti jurnal ilmiah, artikel kesehatan resmi, atau penjelasan dari praktisi medis yang kompeten di bidang dermatologi. Memahami bahwa kondisi kulit setiap individu berbeda-beda juga sangat penting, sehingga apa yang terlihat berhasil pada orang lain di layar ponsel belum tentu aman atau cocok untuk diterapkan pada diri sendiri.

Mengapa keberadaan dukungan informasi dan bukti ilmiah menjadi aspek krusial sebelum menerapkan suatu metode perawatan kulit?

Adanya landasan riset memberikan jaminan bahwa suatu bahan atau teknik telah melalui proses pengujian yang ketat, terukur, dan terpantau efek sampingnya secara klinis. Dalam dunia dermatologi, setiap formula yang diaplikasikan ke kulit harus memiliki data efikasi dan keamanan yang jelas guna menghindari bahaya kerusakan jaringan kulit. Tanpa dukungan data tersebut, klaim-klaim yang beredar di media sosial hanyalah opini atau pengalaman subjektif yang tidak bisa dijadikan standar umum perawatan kesehatan kulit bagi masyarakat luas.

Ikuti berputar.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Skincarekesehatan kulit

Berita Terbaru Lainnya

Kebakaran Hutan di Kawasan Gunung Rinjani, Kronologi dan Upaya Pemadaman Tim GabunganHainan Free Trade Port, Proyek Kawasan Pabean Khusus China di Dekat Asia TenggaraLangkah Mendag Budi Santoso Mendorong UMKM Naik Kelas Lewat Rantai Nilai GlobalDampak Pemangkasan Dana Transfer Daerah dan Dinamika Kebijakan NasionalJadwal Siaran Langsung MotoGP Inggris 2026 di Trans7, Vidio, dan Vision+Alasan di Balik Rencana PHK Massal Bank Global Standard CharteredUrgensi Optimalisasi Kelompok Usaha Bersama untuk Penguatan Bank Pembangunan DaerahIran Tegaskan Tidak Akan Buka Selat Hormuz Hingga Amerika Serikat Penuhi Syarat

Paling Banyak Dibaca

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

Ekonomi

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

2 Agu 2026

Jadwal UFC 330 Islam Makhachev vs Ian Garry dan Info Live Streaming

Olahraga

Jadwal UFC 330 Islam Makhachev vs Ian Garry dan Info Live Streaming

7 Agu 2026

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

Olahraga

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

1 Agu 2026

Festival Seni Colour of Indonesia Dorong Kreativitas Anak Menyambut HUT Ke-81 RI

Nasional

Festival Seni Colour of Indonesia Dorong Kreativitas Anak Menyambut HUT Ke-81 RI

4 Agu 2026

Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar Global

Ekonomi

Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar Global

1 Agu 2026

Lonjakan Temuan Kasus Hipertensi dan Diabetes pada Program Cek Kesehatan Gratis 2026

Nasional

Lonjakan Temuan Kasus Hipertensi dan Diabetes pada Program Cek Kesehatan Gratis 2026

4 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per LiterEkonomi 路 2 Agu 2026
  2. 2Jadwal UFC 330 Islam Makhachev vs Ian Garry dan Info Live StreamingOlahraga 路 7 Agu 2026
  3. 3Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026Olahraga 路 1 Agu 2026
  4. 4Festival Seni Colour of Indonesia Dorong Kreativitas Anak Menyambut HUT Ke-81 RINasional 路 4 Agu 2026
  5. 5Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar GlobalEkonomi 路 1 Agu 2026